Bukan Cuma Enak! Ini Rahasia Ilmiah Kenapa Makanan Manis Bikin Happy

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Perasaan bahagia setelah makan makanan manis ada kaitannya dengan cara kerja otak dan hormon tertentu. (iStock/monkeybusinessimages)

Ilustrasi. Perasaan bahagia setelah makan makanan manis ada kaitannya dengan cara kerja otak dan hormon tertentu. (iStock/monkeybusinessimages)

Jakarta, seriusnews.id-Saat merasa lelah atau sedih, banyak orang langsung mencari makanan manis seperti cokelat, kue, atau minuman kekinian. Rasa manis memang bisa meningkatkan mood dengan cepat. Ternyata, tubuh merespons gula melalui mekanisme biologis yang melibatkan otak.

Rasa Manis Aktifkan Sistem Reward

Saat lidah mendeteksi rasa manis, otak langsung mengaktifkan sistem reward. Sistem ini mengatur rasa senang, motivasi, dan keinginan untuk mengulang pengalaman.

Karena itu, setelah makan manis, seseorang biasanya:

  • merasa lebih bahagia
  • ingin mengonsumsinya lagi
  • mengaitkan makanan manis dengan rasa nyaman

Tubuh secara alami menyukai rasa manis karena gula menyediakan energi cepat.

Baca Juga :  Kopi Naik Level! Gaya Baru Menikmati Kopi di Surabaya Lagi Hits

Gula Picu Hormon Bahagia

Gula juga memicu pelepasan dopamine, yaitu zat kimia di otak yang menciptakan rasa senang.

Penelitian dalam jurnal ilmiah menunjukkan bahwa tubuh tidak hanya merasakan manis di lidah, tetapi juga di sistem pencernaan. Usus mengenali gula sebagai sumber energi, lalu mengirim sinyal ke otak untuk memperkuat rasa senang.

Akibatnya, makanan manis sering terasa “nagih” karena otak ingin mengulang sensasi tersebut.

Otak Menyimpan Pengalaman Menyenangkan

Saat seseorang makan makanan manis, bagian otak yang mengatur rasa senang langsung aktif. Otak kemudian menyimpan pengalaman itu sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Baca Juga :  Jangan Sepelekan! Kebiasaan Konsumsi Makanan Instan Ini Bisa Picu Dampak Jangka Panjang

Dengan begitu, makanan manis sering menjadi “mood booster”, meskipun efeknya biasanya hanya sementara.

Tetap Perlu Batasan

Meski memberi rasa bahagia, konsumsi gula berlebihan bisa berdampak negatif. Tubuh bisa terbiasa dengan stimulasi tersebut dan membutuhkan lebih banyak gula untuk mendapatkan efek yang sama.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memicu:

  • makan berlebihan
  • kenaikan berat badan
  • risiko penyakit seperti diabetes

Kesimpulannya, makanan manis memang bisa membuat bahagia karena otak meresponsnya secara langsung. Namun, kamu tetap perlu mengonsumsinya secara seimbang agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan. (nr*)

Berita Terkait

Jangan Asal Pilih! Ini Kunci Memilih Susu yang Aman Ada di Label Kemasan
Kopi Makin Beda! Djournal Luncurkan Cherry Series yang Segar dan Creamy
Diburu Jepang & Italia, Ekspor Daun Thyme Indonesia Melonjak Tajam di Pasar Dunia
Waspada! Ini Daftar Makanan yang Bisa Picu Asma Kambuh
Pakai Baju Itu-Itu Saja? Bisa Jadi Kamu Punya 11 Kepribadian Ini!
3 Cara Bangun Personal Branding Mahasiswa agar Siap Masuk Dunia Kerja
Pakar IPB Bongkar Mitos Lele Melengkung Saat Digoreng
Sering Disimpan Lama, Apakah Beras Bisa Kedaluwarsa? Ini Jawabannya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:59 WIB

Jangan Asal Pilih! Ini Kunci Memilih Susu yang Aman Ada di Label Kemasan

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:32 WIB

Kopi Makin Beda! Djournal Luncurkan Cherry Series yang Segar dan Creamy

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:00 WIB

Diburu Jepang & Italia, Ekspor Daun Thyme Indonesia Melonjak Tajam di Pasar Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:27 WIB

Waspada! Ini Daftar Makanan yang Bisa Picu Asma Kambuh

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:26 WIB

Pakai Baju Itu-Itu Saja? Bisa Jadi Kamu Punya 11 Kepribadian Ini!

Berita Terbaru

Foto: Singapura (AP/Yong Teck Lim)

Internasional

AI Tak Bisa Gantikan! Ini Profesi Paling Dicari di Singapura 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:06 WIB

Ilustrasi Ratusan ribu anak di Indonesia terdeteksi hipertensi. Dokter ungkap pemicunya, dari kelainan jantung hingga gaya hidup buruk.. (iStock/GlobalStock)

Kesehatan

Jangan Anggap Remeh! Hipertensi Kini Juga Mengancam Anak-anak

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:30 WIB