Remaja Tenggelam di Pantai Muaro Putuih Agam Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Pencarian Intensif

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menemukan jasad Berkat Saputra Lavau (14), seorang remaja tenggelam di Agam.(poto: radarsumbar.com).

Petugas menemukan jasad Berkat Saputra Lavau (14), seorang remaja tenggelam di Agam.(poto: radarsumbar.com).

Agam, seriusnews.id – Tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil dalam pencarian seorang remaja yang hanyut di perairan Sumatera Barat. Petugas menemukan jasad Berkat Saputra Lavau (14), seorang remaja tenggelam di Agam yang sempat hilang terseret ombak besar. Peristiwa tragis ini bermula saat korban tengah mandi bersama rekan-rekannya di kawasan pantai setempat.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi penemuan jasad korban tersebut. Petugas menemukan korban pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 08.05 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Setelah mengevakuasi jasad korban, tim rescue langsung membawa jenazah menuju rumah duka untuk proses penyerahan kepada pihak keluarga.

Kronologi Lengkap Korban Terseret Ombak Pantai Muaro

Peristiwa nahas yang menimpa remaja ini terjadi pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 11.43 WIB. Korban saat itu sedang asyik mandi bersama teman-temannya di Pantai Muaro Putuih, Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Tanpa diduga, ombak besar datang menyeret tubuh korban hingga tenggelam ke tengah laut.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban langsung panik dan berlari meminta pertolongan warga sekitar. Warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri secara swadaya di sekitar lokasi kejadian sebelum melaporkan musibah ini ke Basarnas. Pihak keluarga dan masyarakat sekitar berharap penuh agar korban dapat segera ditemukan oleh petugas.

Baca Juga :  Polresta Padang Gelar PTDH Delapan Personel yang Melanggar Kode Etik Kepolisian

Strategi Tim Gabungan Menyisir Perairan Sumbar

Tim rescue memulai operasi pencarian hari kedua sejak pagi hari pukul 07.00 WIB. Petugas langsung membagi kekuatan menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang bergerak secara simultan. Pasukan ini menyisir area perairan hingga radius sekitar 3 mil laut dari titik awal hilangnya korban.

Perahu karet cepat atau Landing Craft Rubber (LCR) menjadi armada utama dalam membelah ombak laut. Akhirnya, tim SAR gabungan mendeteksi posisi korban yang berada cukup jauh dari lokasi awal. Petugas menemukan jasad korban terombang-ambing sekitar 5,90 mil laut dari tempat kejadian perkara semula.

Penutupan Resmi Operasi Pencarian Di Pantai Agam

Operasi kemanusiaan yang besar ini melibatkan banyak unsur kedaruratan daerah. Personel gabungan berasal dari Unit Siaga SAR Agam, Basarnas Padang, BPBD Kabupaten Agam, hingga PMI Agam. Aparat kepolisian (Polri), perangkat nagari, serta masyarakat setempat juga bahu-membahu di lapangan selama proses evakuasi.

Baca Juga :  Polda Sumbar Tetapkan 3 Tersangka Kasus Fraud Bank Nagari Siberut Rp50 Miliar

Untuk mempercepat pergerakan, tim menggunakan berbagai jenis peralatan operasional pendukung yang lengkap. Alat yang dikerahkan meliputi perahu LCR, kendaraan rescue, truk personel, motor trail, peralatan SAR air, tim medis, serta perlengkapan komunikasi. Semua unsur bergerak cepat di bawah satu komando koordinasi penanganan bencana.

Beruntung, kondisi cuaca di sekitar perairan Agam cukup mendukung kelancaran seluruh proses evakuasi. Cuaca dilaporkan berawan dengan kecepatan angin yang bertiup sekitar 9 knot selama operasi berlangsung. Faktor alam ini membuat tim rescue tidak menghadapi kendala berarti yang dapat menghambat mobilitas di laut.

Setelah mengevakuasi korban ke rumah duka, seluruh unsur SAR gabungan segera berkumpul untuk melaksanakan briefing penutupan operasi. Abdul Malik menyatakan bahwa pihaknya resmi mengusulkan penutupan operasi SAR ini karena target telah di temukan. Seluruh personel yang terlibat kini telah kembali ke kesatuan dan instansi masing-masing.(ar)

Berita Terkait

Wali Kota Padang Tinjau Pembangunan Jalan Pasir Jambak dan Drainase Tunggul Hitam
Pemko Padang dan Unes Kolaborasi Gelar Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award 2026
TP-PKK Kota Padang Borong Juara Jambore PKK Sumbar 2026
TP-PKK Kota Padang Pukau Penonton Lomba Defile Jambore Sumbar 2026
Wali Kota Padang Lepas Kontingen TP-PKK Targetkan Juara Jambore Sumbar
Warga Mata Air Kreasikan Lomba Mural Kota Padang untuk Percantik Lingkungan
Normalisasi Sungai Lubuk Kilangan Padang Dikebut Demi Selamatkan Sawah Warga
Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Sumatera Barat Diserahkan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:46 WIB

Wali Kota Padang Tinjau Pembangunan Jalan Pasir Jambak dan Drainase Tunggul Hitam

Sabtu, 5 September 2026 - 18:29 WIB

Pemko Padang dan Unes Kolaborasi Gelar Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award 2026

Jumat, 4 September 2026 - 17:16 WIB

TP-PKK Kota Padang Borong Juara Jambore PKK Sumbar 2026

Kamis, 3 September 2026 - 15:25 WIB

TP-PKK Kota Padang Pukau Penonton Lomba Defile Jambore Sumbar 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Wali Kota Padang Lepas Kontingen TP-PKK Targetkan Juara Jambore Sumbar

Berita Terbaru