Jakarta, seriusnews.id-Ibadah kurban menjadi salah satu sunah muakkad yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu. Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk berkurban sebagai bentuk ketakwaan dan pendekatan diri kepada-Nya, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Kautsar ayat 2.
Selain itu, hadis riwayat Ahmad dan Ibnu Majah menegaskan pentingnya ibadah ini bagi yang memiliki kemampuan, sekaligus memberi peringatan bagi yang meninggalkannya.
Namun, banyak umat Islam masih mempertanyakan: lebih utama kurban sapi atau kambing?
Urutan Keutamaan Hewan Kurban Menurut Ulama
Mayoritas ulama menyusun urutan keutamaan hewan kurban mulai dari unta, kemudian sapi, lalu kambing. Mereka merujuk pada sejumlah hadis yang menjelaskan perbedaan pahala berdasarkan jenis hewan yang disembelih.
Salah satu hadis menggambarkan perbedaan pahala berdasarkan waktu kedatangan salat Jumat yang dianalogikan dengan jenis hewan kurban. Dari sini, ulama menyimpulkan bahwa unta memiliki keutamaan tertinggi, disusul sapi, lalu kambing.
Ulama juga menilai aspek manfaat, karena unta dan sapi menghasilkan lebih banyak daging sehingga bisa membantu lebih banyak orang.
Pandangan Lain: Kambing Dianggap Lebih Utama
Sebagian ulama dari Mazhab Malikiyah mengemukakan pandangan berbeda. Mereka menekankan kualitas hewan dibanding ukuran, sehingga mereka lebih mengunggulkan kambing atau domba daripada sapi dan unta.
Pandangan ini merujuk pada Surah As-Saffat ayat 107, ketika Allah mengganti kurban Nabi Ismail dengan seekor domba yang sempurna.
Selain itu, hadis juga mencatat bahwa Rasulullah SAW pernah berkurban seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya, yang memperkuat keutamaan kambing dalam praktik kurban.
Kurban Patungan Sapi atau Kambing Sendiri?
Umat Islam sering membandingkan kurban sapi secara patungan dengan kambing secara individu.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa para sahabat berkurban satu unta untuk sepuluh orang dan satu sapi untuk tujuh orang saat Iduladha. Riwayat ini menunjukkan bahwa kurban sapi patungan memiliki dasar kuat dalam syariat.
Namun, sebagian ulama seperti Ibnu Qudamah menilai kurban kambing secara individu lebih utama karena dilakukan langsung oleh satu orang tanpa patungan.
Di sisi lain, kurban sapi patungan memberi manfaat lebih besar karena menghasilkan lebih banyak daging untuk dibagikan kepada masyarakat.
Nilai Utama Kurban Ada pada Ketakwaan
Meski terjadi perbedaan pandangan, para ulama sepakat bahwa nilai kurban tidak ditentukan oleh ukuran hewan.
Allah menegaskan dalam Surah Al-Hajj ayat 37 bahwa yang sampai kepada-Nya bukan daging atau darah, melainkan ketakwaan dan keikhlasan seorang hamba.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memilih hewan kurban sesuai kemampuan tanpa memaksakan diri, selama tetap memenuhi syarat sah kurban. (nr*)









