Jakarta, seriusnews.id-Nabi Syuaib AS diutus Allah SWT kepada kaum Madyan untuk mengajak mereka bertauhid dan meninggalkan kecurangan dalam perdagangan maupun kehidupan sosial.
Kaum Madyan dikenal sebagai pedagang yang mahir, tetapi mereka sering berbuat zalim. Mereka mengurangi timbangan, merampok musafir, dan menyembah berhala yang mereka anggap sebagai tuhan.
Di tengah kondisi itu, Nabi Syuaib AS berdakwah dengan sabar dan lembut. Ia mengajak kaumnya menyembah Allah SWT serta memperbaiki cara berdagang dan perilaku sosial mereka.
Kaum Madyan yang Membangkang
Kaum Madyan terus menolak ajakan Nabi Syuaib AS. Mereka tetap berbuat curang dan menentang perintah Allah SWT, bahkan menantang datangnya azab.
Meski mendapat penolakan, Nabi Syuaib AS tetap menyampaikan dakwah dengan tegas agar mereka kembali ke jalan yang benar.
3 Mukjizat Nabi Syuaib AS
Allah SWT memberi Nabi Syuaib AS mukjizat sebagai bukti kerasulan dan pertolongan dalam menghadapi kaumnya.
1. Khatib al-Anbiya
Nabi Syuaib AS berbicara dengan sangat fasih dan menyampaikan dakwah menggunakan bahasa yang lembut serta mudah dipahami. Karena kepiawaiannya dalam berdakwah, umat mengenalnya sebagai Khatib al-Anbiya atau juru bicara para nabi.
Karena kepiawaiannya, ia mendapat julukan Khatib al-Anbiya atau juru bicara para nabi. Ia terus mengingatkan kaum Madyan agar tidak berbuat curang dan tidak merusak bumi.
Al-Qur’an menjelaskan dakwah Nabi Syuaib AS dalam Surah Al-A’raf ayat 85 yang menegaskan perintah menyembah Allah, menyempurnakan takaran, dan tidak membuat kerusakan di bumi.
2. Penglihatannya Kembali Pulih
Nabi Syuaib AS sangat takut kepada Allah SWT dan sering berdoa dengan penuh ketundukan.
Dalam riwayatnya, ia mengalami gangguan penglihatan karena intensitas ibadah dan tangisannya kepada Allah. Namun Allah SWT memulihkan kembali penglihatannya sebagai bentuk rahmat.
3. Selamat dari Azab Kaum Madyan
Kaum Madyan terus menolak kebenaran hingga Allah SWT menurunkan azab. Angin panas melanda, disusul awan hitam, petir keras, dan gempa bumi yang menghancurkan wilayah mereka.
Allah SWT menyelamatkan Nabi Syuaib AS dan orang-orang beriman yang mengikutinya, sementara kaum yang zalim binasa di tempat tinggal mereka.
Surah Hud ayat 94–95 menggambarkan kehancuran kaum Madyan akibat penolakan terhadap kebenaran.
Nabi Syuaib AS menjadi teladan dalam kesabaran, keteguhan dakwah, dan ketaatan kepada Allah SWT di tengah penolakan kaumnya. (nr*)









