Pemborosan APBN Disorot Mahasiswa, Pemerintah Klaim Efisiensi Anggaran Capai Rp300 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa berjalan saat aksi unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026). ( poto : kompas.com )

Mahasiswa berjalan saat aksi unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026). ( poto : kompas.com )

Jakarta, seriusnews.id – Pemborosan APBN disorot mahasiswa dalam aksi demonstrasi di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Mahasiswa menempatkan isu pengelolaan anggaran negara sebagai salah satu tuntutan utama kepada pemerintah.

Selain soal APBN, mahasiswa meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Mereka juga meminta penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut menolak militerisme di ranah sipil. Mereka juga mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak dari kritik publik.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FHUI), Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan seluruh tuntutan lahir dari hasil konsolidasi internal BEM di seluruh fakultas UI.

Menurut Anandaku, mahasiswa menyusun lima tuntutan utama sebelum aksi berlangsung. Salah satu fokus terbesar tetap mengarah pada penggunaan dan pengawasan anggaran negara.

Baca Juga :  Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas, Jarak Luncur Tak Terpantau karena Kabut

Pemerintah Sebut Efisiensi Sudah Berjalan

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyatakan pemerintah sudah menjalankan sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan tuntutan mahasiswa. Pemerintah menyoroti langkah penghematan anggaran dan perbaikan tata kelola ekonomi.

Pemerintah menjalankan efisiensi belanja negara, memperkuat ketahanan energi, mengevaluasi pelaksanaan MBG, dan membenahi struktur ekonomi nasional.

Kepala Bakom Muhammad Qodari mengatakan pemerintah mulai menerapkan efisiensi sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Qodari, pemerintah tidak melakukan pemborosan anggaran. Pemerintah justru memangkas pengeluaran di sejumlah sektor yang dinilai kurang mendesak.

“Mengenai tuntutan pertama terkait pemborosan APBN, yang di lakukan oleh Pak Prabowo selama ini justru menghentikan pemborosan di berbagai sektor,” kata Qodari dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Pemerintah juga mengurangi sejumlah pos belanja yang tidak masuk kategori prioritas. Langkah itu menjadi bagian dari strategi pengelolaan anggaran.

Baca Juga :  Mendikdasmen Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut dengan Skema Baru

Qodari menyebut kebijakan efisiensi menghasilkan penghematan anggaran hingga sekitar Rp300 triliun.

Menurut dia, pemerintah tidak hanya memangkas pengeluaran. Pemerintah juga menjalankan kebijakan untuk menekan kebocoran anggaran negara.

Salah satu strategi yang pemerintah dorong ialah pembentukan Danantara. Pemerintah menilai langkah tersebut dapat memperkuat pengelolaan aset dan kekayaan negara.

Qodari menegaskan pemerintah ingin memperbaiki tata kelola keuangan secara lebih efektif. Pemerintah juga menempatkan upaya pencegahan kebocoran sebagai agenda utama.

“Kalau soal kebocoran, Bapak Presiden adalah panglima paling depan. Panglima dalam melawan kebocoran. Karena itu, beliau harus di dukung oleh teman-teman mahasiswa,” ujar Qodari.

Isu efisiensi anggaran kini menjadi salah satu perhatian dalam respons pemerintah terhadap tuntutan mahasiswa. Pemerintah menilai langkah penghematan sudah berjalan dan menjadi bagian dari agenda penguatan pengelolaan keuangan negara.(ar)

Berita Terkait

Prabowo Instruksikan Rosan Umumkan Data Positif Investasi Indonesia ke Publik
Meutya Hafid Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital Hadapi Kejahatan Siber
BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Ringan pada Senin
BEM UBK Demo di Monas: Mahasiswa Siapkan 6 Tuntutan ke Pemerintah
Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bener Meriah
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas, Jarak Luncur Tak Terpantau karena Kabut
Istana Jawab Tuntutan Demo Mahasiswa, Klaim Efisiensi APBN dan Evaluasi MBG
Mendikdasmen Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut dengan Skema Baru
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 09:00 WIB

Meutya Hafid Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital Hadapi Kejahatan Siber

Senin, 15 Juni 2026 - 08:36 WIB

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Ringan pada Senin

Senin, 15 Juni 2026 - 05:00 WIB

BEM UBK Demo di Monas: Mahasiswa Siapkan 6 Tuntutan ke Pemerintah

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemborosan APBN Disorot Mahasiswa, Pemerintah Klaim Efisiensi Anggaran Capai Rp300 Triliun

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:00 WIB

Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bener Meriah

Berita Terbaru