Jakarta, seriusnews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar audit dapur MBG selama libur sekolah. BGN juga menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak layak dan tidak memenuhi SOP.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, menjelaskan langkah ini untuk meningkatkan kualitas layanan gizi. Ia juga menargetkan keamanan pangan yang lebih ketat di seluruh dapur MBG.
Libur Sekolah Jadi Waktu Evaluasi Lapangan
BGN memanfaatkan libur sekolah untuk menghentikan operasional dapur sementara. Tim BGN turun langsung ke lapangan untuk melakukan audit menyeluruh.
Agustina mengatakan langkah ini mempercepat perbaikan sistem. Ia menilai kondisi lapangan bisa dibenahi sebelum sekolah kembali aktif.
“Kami hentikan dapur sementara dan langsung audit. Saat sekolah mulai lagi, kami ingin kondisi sudah lebih baik,” ujarnya di Jakarta.
BGN memperketat validasi data penerima manfaat. Lembaga ini bekerja sama dengan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). BGN juga berkoordinasi dengan instansi lain yang memiliki data terkait.
Langkah ini membantu memastikan data penerima lebih akurat. BGN ingin mengurangi kesalahan distribusi bantuan di lapangan.
Skema Insentif SPPG Akan Direvisi
BGN mengubah skema insentif SPPG yang selama ini berlaku. Semua SPPG sebelumnya menerima insentif Rp6 juta tanpa mempertimbangkan jumlah penerima.
Ke depan, BGN menyesuaikan insentif dengan jumlah penerima manfaat. Faktor lain seperti kualitas layanan juga ikut menentukan besaran insentif.
Agustina menilai skema lama tidak adil. Ia mencontohkan perbedaan jumlah penerima yang tidak tercermin dalam insentif.
“Kami akan menyesuaikan insentif dengan kondisi nyata di lapangan,” kata Agustina.
Penilaian Fokus pada Kualitas dan SOP
BGN menilai kinerja dapur tidak hanya dari jumlah makanan yang di hasilkan. Lembaga ini menambahkan penilaian kualitas makanan sebagai indikator utama.
BGN juga menilai kepatuhan terhadap SOP dan standar keamanan pangan. Dapur yang tidak memenuhi standar akan mendapat evaluasi ketat.
BGN bahkan membuka opsi penggabungan SPPG. Langkah ini untuk menata ulang sistem agar lebih efektif.
Melalui audit ini, BGN memperkuat reformasi program MBG. Lembaga ini ingin memastikan seluruh layanan berjalan lebih transparan dan tepat sasaran.
BGN menargetkan sistem baru yang lebih rapi saat siswa kembali ke sekolah. Program MBG juga di harapkan meningkatkan kualitas gizi nasional secara berkelanjutan.(ar)









