Ratusan Mahasiswa Demo di DPRD Bukittinggi, Soroti BBM, MBG, dan Kebijakan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa meminta DPRD Kota Bukittinggi memantau dampak kenaikan harga BBM di daerah.( poto : infosumbar.net )

Mahasiswa meminta DPRD Kota Bukittinggi memantau dampak kenaikan harga BBM di daerah.( poto : infosumbar.net )

Bukit Tinggi, seriusnews.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bukittinggi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Bukittinggi, Senin (15/6/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa demo DPRD Bukittinggi untuk menyampaikan aspirasi terkait sejumlah kebijakan nasional yang mereka nilai memengaruhi kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Massa berangkat dari Lapangan Wirabraja sekitar pukul 15.00 WIB lalu berjalan menuju gedung DPRD. Sepanjang aksi, mereka membawa spanduk berisi tuntutan dan menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Mahasiswa Soroti Kenaikan BBM dan Program MBG

Ketua Aliansi Mahasiswa Bukittinggi, Keni Savina, mengatakan mahasiswa mengangkat beberapa isu utama dalam aksi tersebut.

Mereka menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta pengesahan Undang-Undang Polri.

Keni menjelaskan mahasiswa meminta pemerintah menghentikan Program MBG karena mereka menilai program itu berpotensi menambah beban fiskal negara.

Mahasiswa juga meminta pemerintah memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga :  100 Tahun Jam Gadang: Penelitian Ungkap Fakta Konstruksi, Bukan Dibangun dengan Putih Telur

Mahasiswa menilai kenaikan harga BBM memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi. Mereka juga menilai kondisi tersebut menekan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Dalam orasi, mahasiswa mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat. Mereka menyoroti kelompok berpenghasilan rendah sebagai pihak yang paling terdampak oleh situasi ekonomi saat ini.

Mahasiswa juga meminta pemerintah memberi perhatian kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, pedagang, serta pekerja sektor informal. Menurut mereka, kelompok tersebut menghadapi tekanan ekonomi paling besar.

Selain berorasi, massa menyerahkan dokumen tuntutan kepada anggota DPRD Kota Bukittinggi. Mereka meminta DPRD ikut mengawal aspirasi hingga tingkat nasional.

Minta DPRD Awasi Dampak Kenaikan BBM

Mahasiswa meminta DPRD Kota Bukittinggi memantau dampak kenaikan harga BBM di daerah. Mereka juga meminta DPRD memastikan ketersediaan BBM bersubsidi, terutama Pertalite dan Solar.

Dalam aksi itu, mahasiswa menyatakan penolakan terhadap Undang-Undang Polri. Mereka juga meminta pemerintah mengkaji ulang Program Koperasi Merah Putih agar tidak memicu pemaksaan pembentukan koperasi dan tidak berbenturan dengan koperasi yang telah berjalan.

Baca Juga :  Kisah Pedagang Sayur Tanah Datar, Menabung 13 Tahun hingga Berhasil Berhaji

Mahasiswa menekankan pentingnya transparansi serta efektivitas penggunaan anggaran dalam pelaksanaan program tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Candra, mengatakan DPRD akan meneruskan tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan nasional sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurut Zulhamdi, DPRD Kota Bukittinggi akan menyampaikan aspirasi tersebut ke tingkat Provinsi Sumatera Barat sebelum pembahasan berlanjut di tingkat nasional.

Ia juga mengatakan DPRD akan menentukan sikap melalui pembahasan bersama seluruh anggota dewan. Menurutnya, keresahan yang disampaikan mahasiswa juga menjadi perhatian DPRD terhadap kondisi nasional saat ini.

Setelah menyampaikan tuntutan, mahasiswa dan perwakilan DPRD menggelar diskusi terbuka. Aksi berlangsung tertib dan damai hingga berakhir sekitar pukul 18.00 WIB.

Aksi tersebut melibatkan mahasiswa dari UIN Bukittinggi, UFDK, ITB-HAS, Universitas Mohammad Natsir, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.(ar)

Berita Terkait

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng
Dhani Kristianto Promosi Jabat Wakapolda Sumbar Gantikan Solihin
Erupsi Gunung Marapi Semburkan Selimut Abu, PVMBG Minta Warga Jauhi Kawah Verbeek
Perbaikan Jalan Koto Baru-Tanjung Simalidu Tuntas Diiaspal
Pemko Padang Jaring 15 UMKM Terbaik di UMKM Champion 2026
Kemenhaj Sumbar Pergoki 5 Travel Umrah Ilegal di Bandara BIM
BNPB Peringatkan Bahaya Erupsi Tiga Gunung Api Status Siaga
Pedagang Padang Keluhkan Penukaran Uang Logam Bank Indonesia
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:03 WIB

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng

Rabu, 4 November 2026 - 15:58 WIB

Dhani Kristianto Promosi Jabat Wakapolda Sumbar Gantikan Solihin

Selasa, 3 November 2026 - 14:22 WIB

Perbaikan Jalan Koto Baru-Tanjung Simalidu Tuntas Diiaspal

Selasa, 3 November 2026 - 13:54 WIB

Pemko Padang Jaring 15 UMKM Terbaik di UMKM Champion 2026

Selasa, 3 November 2026 - 13:44 WIB

Kemenhaj Sumbar Pergoki 5 Travel Umrah Ilegal di Bandara BIM

Berita Terbaru

Helikopter militer hijau melakukan water bombing mengambil air di sungai dengan latar hutan terbakar dan asap tebal.(ilustrasi poto: AI).

Regional

Helikopter TNI AD Jatuh Saat Pemadaman Karhutla Kalteng

Rabu, 4 Nov 2026 - 16:03 WIB