100 Tahun Jam Gadang: Penelitian Ungkap Fakta Konstruksi, Bukan Dibangun dengan Putih Telur

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Internasional dalam rangka memperingati 100 Tahun Jam Gadang di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).( poto : ANTARA )

Seminar Internasional dalam rangka memperingati 100 Tahun Jam Gadang di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).( poto : ANTARA )

Bukit Tinggi, seriusnews.id – Narasi yang menyebut Jam Gadang menggunakan putih telur sebagai perekat kembali mencuat dalam Seminar Internasional bertajuk Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia–Belanda melalui Jembatan Persahabatan Bukittinggi–Amsterdam. Dalam forum peringatan 100 tahun Jam Gadang itu, para pembicara menyoroti fakta konstruksi Jam Gadang berdasarkan penelitian ilmiah, bukan cerita turun-temurun.

Seminar berlangsung di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026). Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon hadir sebagai keynote speaker bersama akademisi, diplomat, dan perwakilan sektor pariwisata.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa kotanya memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia. Ia mengajak seluruh pihak memanfaatkan sejarah sebagai fondasi untuk memperkuat hubungan internasional, termasuk dengan Belanda.

Ramlan juga menawarkan sejumlah peluang kerja sama. Program itu mencakup pengembangan arsip digital sejarah, jejaring riset internasional, pertukaran pelajar dan akademisi, museum digital, ekonomi kreatif berbasis budaya, hingga penguatan wisata sejarah.

Melalui tayangan video, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa, termasuk saat masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Ia menilai hubungan Indonesia dan Belanda terus berkembang melalui pendidikan, budaya, dan ekonomi. Menurutnya, Jam Gadang menjadi simbol yang ikut menyaksikan perjalanan panjang tersebut.

Fadli Zon mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperingati satu abad Jam Gadang. Ia menilai momentum itu mampu memperkuat kesadaran sejarah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan kebudayaan.

Baca Juga :  Mahyeldi Apresiasi Gerakan Subuh Berjemaah Sumbar, Tekankan Kolaborasi Lawan Narkoba

Menurut Fadli, Jam Gadang bukan hanya ikon daerah. Menara itu juga menjadi simbol perjalanan sejarah Minangkabau dan Indonesia.

Ketahanan Struktur Jadi Sorotan

Sorotan utama seminar muncul saat Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z. Lubis membahas aspek teknis pembangunan Jam Gadang. Ia menilai kekuatan bangunan itu jauh lebih menarik daripada mitos putih telur maupun anggapan sebagai kembaran Big Ben.

Menurut Iskandar, keunggulan Jam Gadang terlihat dari kemampuannya bertahan hampir satu abad di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Ketahanan tersebut menunjukkan kualitas desain, pemilihan material, dan teknik konstruksi yang unggul pada masanya.

Sumatera Barat berada di wilayah yang sering mengalami gempa besar. Meski menghadapi kondisi tersebut, Jam Gadang tetap berdiri kokoh dan mempertahankan struktur utamanya.

Penelitian Tunjukkan Teknologi Beton Bertulang

Dalam diskusi, Iskandar merujuk penelitian The Construction and Structural Reliability of Jam Gadang karya Khadavi dan Yulcherlina dari Universitas Bung Hatta yang terbit di Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol. 1 No. 1 pada Maret 2018.

Tim peneliti menjalankan kajian setelah gempa besar Sumatera pada 2007 dan 2009. Saat sejumlah bangunan tua di sekitar lokasi mengalami kerusakan berat, Jam Gadang tetap mempertahankan integritas strukturnya.

Penelitian menunjukkan bahwa pembangun memakai teknologi beton bertulang (reinforced concrete) pada struktur utama. Tim juga menemukan penggunaan tulangan baja pada kolom, balok, dan pelat lantai.

Hasil pengujian memperlihatkan kuat tekan beton mencapai sedikitnya 25 megapascal (MPa). Nilai tersebut masih memenuhi standar bangunan struktural modern.

Baca Juga :  Nobar Piala Dunia 2026 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Dongkrak UMKM

Iskandar menilai temuan itu membuktikan bahwa Sumatera Barat sudah mengenal teknologi konstruksi modern sejak awal abad ke-20. Ia juga menyebut keberadaan pabrik semen pertama di Indarung sejak 1910 membuat penggunaan material semen menjadi sangat masuk akal.

Meski begitu, ia menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk memastikan keterkaitan langsung penggunaan semen dari Semen Padang dalam pembangunan Jam Gadang.

Mitos Putih Telur Mulai Bergeser ke Fakta

Selain membahas konstruksi, Iskandar juga menyoroti narasi yang selama ini menghubungkan Jam Gadang dengan Big Ben di London.

Menurut penjelasannya, perusahaan Benhard Vortmann di Jerman memproduksi mesin Jam Gadang. Sementara itu, Dent & Co. di Inggris membuat mekanisme Big Ben.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan angka Romawi “IIII” bukan kesalahan dan bukan ciri khas tunggal Jam Gadang. Banyak menara jam klasik di Eropa menggunakan pola yang sama demi menjaga keseimbangan visual.

Ahli Utama Kementerian Pariwisata Nia Niscaya menyambut paparan tersebut sebagai tambahan pengetahuan yang bermanfaat untuk pengembangan sejarah dan pariwisata.

Memasuki usia 100 tahun pada 2026, Jam Gadang tetap berdiri sebagai ikon Bukittinggi dan simbol kemajuan teknologi konstruksi pada zamannya. Diskusi dalam seminar itu memperlihatkan pentingnya membangun narasi sejarah berbasis riset agar masyarakat memahami warisan budaya melalui fakta dan ilmu pengetahuan.(ar)

Berita Terkait

Semen Padang Pamerkan SEPABLOCK di Festival Literasi Sumbar 2026
Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki Accelerator 2 IPA Gunung Pangilun
Reses DPRD Kota Padang Jupri Serap Aspirasi Warga Gurun Laweh
Revitalisasi Pabrik Indarung I Siap Jadi Pusat Budaya
Wali Kota Padang Tinjau Pembangunan Jalan Pasir Jambak dan Drainase Tunggul Hitam
Pemko Padang dan Unes Kolaborasi Gelar Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award 2026
TP-PKK Kota Padang Borong Juara Jambore PKK Sumbar 2026
TP-PKK Kota Padang Pukau Penonton Lomba Defile Jambore Sumbar 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:13 WIB

Semen Padang Pamerkan SEPABLOCK di Festival Literasi Sumbar 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:44 WIB

Perumda Air Minum Kota Padang Perbaiki Accelerator 2 IPA Gunung Pangilun

Senin, 7 September 2026 - 20:07 WIB

Reses DPRD Kota Padang Jupri Serap Aspirasi Warga Gurun Laweh

Senin, 7 September 2026 - 20:01 WIB

Revitalisasi Pabrik Indarung I Siap Jadi Pusat Budaya

Sabtu, 5 September 2026 - 18:46 WIB

Wali Kota Padang Tinjau Pembangunan Jalan Pasir Jambak dan Drainase Tunggul Hitam

Berita Terbaru

Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan di Aula Bagindo Aziz Chan, Gedung Balai Kota Padang, Rabu (9/9/2026).(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Wali Kota Padang Fadly Amran Lantik 234 Pejabat Pemko Padang

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:23 WIB

Rapat Evaluasi Realisasi PAD Triwulan III Tahun 2026 di Ruang Abu Bakar Jaar Balai Kota Aie Pacah pada Rabu (9/9/2026).(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Kejar Target PAD Triwulan III 2026

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:12 WIB