Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, Ini Jadwal Lengkap Prosesi Sakral di Pariaman

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesona Budaya Hoyak Tabuik kembali hadir di Kota Pariaman, Sumatera Barat.( poto : infosumbar.net )

Pesona Budaya Hoyak Tabuik kembali hadir di Kota Pariaman, Sumatera Barat.( poto : infosumbar.net )

Kota Pariaman, seriusnews.id – Pesona Budaya Hoyak Tabuik kembali hadir di Kota Pariaman, Sumatera Barat, mulai Selasa (16/6/2026). Festival budaya tahunan ini menghadirkan tradisi spiritual dan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat serta menjadi salah satu agenda penting daerah.

Perayaan tahun ini kembali mempertemukan dua kubu adat bersejarah, yaitu Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Kedua kubu menjalankan seluruh rangkaian ritual selama 13 hari dan menjaga warisan budaya yang terus mereka teruskan dari generasi ke generasi.

Tradisi Tabuik tidak hanya menarik perhatian wisatawan, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai adat. Setiap tahapan memiliki urutan yang jelas dan makna yang kuat dalam kehidupan masyarakat Pariaman.

Maambiak Tanah Membuka Seluruh Rangkaian Tabuik

Panitia memulai seluruh agenda melalui prosesi Maambiak Tanah atau mengambil tanah pada 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 16 Juni 2026.

Kubu Tabuik Subarang menjalankan ritual di Jembatan Pauah. Pada waktu yang sama, Kubu Tabuik Pasa melaksanakan prosesi di kawasan Alai Gelombang.

Baca Juga :  Prosesi Manabang Batang Pisang Jadi Pembeda Tabuik Piaman 2026

Prosesi pembuka ini menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang menuju puncak Hoyak Tabuik. Warga mulai berdatangan sejak pagi untuk menyaksikan tahapan awal tersebut.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada 20 Juni 2026 melalui prosesi Manabang Batang Pisang.

Kedua kubu menjalankan ritual pada sore hari sebagai simbol penebusan pahlawan dalam tradisi Tabuik. Setelah menyelesaikan tahapan itu, mereka bergerak menuju Simpang Kampung Cino untuk mengikuti momen Basalisiah.

Pertemuan kedua kubu menjadi bagian penting dalam keseluruhan prosesi. Melalui momen ini, masyarakat menyaksikan semangat kebersamaan yang tetap terjaga di tengah perbedaan identitas adat.

Memasuki 22 Juni 2026, kedua kubu melanjutkan agenda dengan prosesi Turun Panja dan Maatam.

Masing-masing kubu menjalankan ritual di Rumah Tuo dan Daraga mereka. Tahapan ini menghadirkan suasana khidmat sekaligus memperkuat nilai spiritual dalam tradisi Tabuik.

Setelah itu, masyarakat mengikuti prosesi Maarak Jari-Jari dan Maarak Saroban yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026.

Peserta mengarak simbol-simbol sejarah menyusuri jalanan kota hingga malam hari. Arak-arakan tersebut menciptakan suasana meriah dan memperlihatkan kekayaan budaya Pariaman kepada para pengunjung.

Baca Juga :  Festival Minangkabau 2026 Tanah Datar Resmi Dibuka di Istano Basa Pagaruyung, Dorong Kebangkitan Budaya

Tabuik Naiak Pangkek dan Dihoyak Menjadi Puncak Perayaan

Setelah menyelesaikan proses pembuatan sejak pertengahan Juni, kedua kubu memasuki tahapan akhir menuju puncak acara.

Pada Minggu (28/6/2026) menjelang subuh, mereka menjalankan prosesi Tabuik Naiak Pangkek sebagai simbol penyatuan dua struktur menara Tabuik.

Selanjutnya, kedua kubu bersama-sama mengarak dan mengguncang menara dalam ritual Tabuik Dihoyak menuju panggung utama di Pantai Gandoriah.

Prosesi tersebut selalu menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan energi, kekompakan, dan semangat kolektif yang kuat.

Sebagai penutup, kedua kubu melarungkan Tabuik ke laut. Prosesi penutupan ini melambangkan pelepasan dan pembersihan diri sesuai makna yang hidup dalam tradisi.

Pemerintah Kota Pariaman, Gubernur Sumatera Barat, serta Menteri Pariwisata RI menjadwalkan kehadiran mereka untuk menyaksikan langsung puncak acara.

Pesona Budaya Hoyak Tabuik kembali menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat terus hidup, berkembang, dan menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.(ar)

Berita Terkait

Dermaga Apung Rusak, Kunjungan Wisatawan Pulau Angso Duo Pariaman Anjlok
Polda Sumbar Gandeng Dispar dan Satpol PP Perkuat Pengamanan Wisata
Padang Muda Bersakato YCC: Langkah Nyata Pemuda Menginspirasi Pembangunan Daerah
Takana Nasi Padang Hadirkan Destinasi Kuliner Premium di Padang
Jadwal Lengkap Hari Jadi Kota Padang ke-357 Tahun 2026
Nasi Kapau Uni Cah Bukittinggi Kuliner Legendaris yang Menggugah Selera
Kunjungan Wisatawan Mancanegara Sumbar Melonjak Tajam Lewat Bandara Minangkabau
Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Dongkrak Ekonomi Kota Pariaman
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dermaga Apung Rusak, Kunjungan Wisatawan Pulau Angso Duo Pariaman Anjlok

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:16 WIB

Polda Sumbar Gandeng Dispar dan Satpol PP Perkuat Pengamanan Wisata

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:00 WIB

Padang Muda Bersakato YCC: Langkah Nyata Pemuda Menginspirasi Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:00 WIB

Takana Nasi Padang Hadirkan Destinasi Kuliner Premium di Padang

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:30 WIB

Jadwal Lengkap Hari Jadi Kota Padang ke-357 Tahun 2026

Berita Terbaru

Melalui Tim Reaksi Cepat Bank Nagari Tanggap Bencana (TRC BNTB), Bank Nagari bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Regional

Bank Nagari Salurkan Bantuan Banjir untuk Korban di Padang

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:59 WIB

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyerahkan rancangan KUA PPAS 2027 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Pemko Pariaman Sampaikan Rancangan KUA PPAS 2027 Ke DPRD

Rabu, 5 Agu 2026 - 21:00 WIB