Kabupaten Agam, seriusnews.id – Pemerintah Kabupaten Agam mempercepat revitalisasi sekolah terdampak bencana akibat hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
Hingga pertengahan pelaksanaan, progres pembangunan di beberapa sekolah sudah menembus lebih dari 50 persen dan pemerintah terus mengawalnya agar selesai sesuai jadwal.
Program ini berjalan melalui bantuan pemerintah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pemerintah daerah memperkuat pengawasan agar pelaksanaan proyek tetap memenuhi target dan standar pekerjaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam Andri bersama Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Agam Fadli dan fasilitator Kemendikdasmen Reyhan Alfandra meninjau langsung lokasi revitalisasi sejumlah sekolah dasar. Tim melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.
Andri menyampaikan hasil pemantauan menunjukkan perkembangan yang positif. Tujuh sekolah penerima bantuan sudah mencatat progres fisik di atas 50 persen.
“Alhamdulillah, hasil monitoring menunjukkan progres pekerjaan berjalan cukup baik. Dari sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi akibat terdampak bencana, tujuh sekolah sudah mencapai progres di atas 50 persen,” kata Andri.
Tujuh Sekolah Sudah Melewati Tahap 50 Persen
Tujuh sekolah yang telah melewati progres 50 persen terdiri atas SDN 12 Batang Tiku, SDN 32 Muaro Putuih, SDN 09 Masang, SDN 07 Labuhan, SDN 19 Koto Tinggi, SDN 06 Sungai Rangeh, dan SDN 06 Kubu.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan revitalisasi di SD Batang Salasiah, Kecamatan Canduang. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan sekolah, pelaksana kegiatan, dan fasilitator Kemendikdasmen agar seluruh pekerjaan selesai sesuai target.
Andri berharap seluruh proyek dapat selesai tepat waktu dan memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan.
“Kami berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menilai sebagian besar proyek memiliki peluang besar untuk selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal.
Sejumlah Sekolah Masih Melanjutkan Pengerjaan
Selain tujuh sekolah yang sudah melewati 50 persen, beberapa sekolah lain masih melanjutkan pembangunan. Sekolah tersebut meliputi SDN 19 Pasir Tinggi, SDN 05 Kayu Pasak, SDN 21 Maur Palembayan, SDN 17 Gobah Canduang, SDN 14 Simpang Ampek Sungai Pua, serta SD Koto Tangah Tilatang Kamang.
Pada jenjang PAUD dan TK, pemerintah menjalankan revitalisasi di 19 unit sekolah. P2S mengerjakan 15 sekolah melalui pola swakelola, TNI menangani satu sekolah, dan pemerintah menggunakan dana TKD untuk tiga sekolah.
Rata-rata progres pembangunan PAUD dan TK saat ini mencapai sekitar 51 persen. Pemerintah terus memantau percepatan pekerjaan agar seluruh unit segera beroperasi.
Untuk jenjang SMP, pemerintah menjalankan revitalisasi di lima sekolah dengan anggaran Rp5 miliar. Hingga saat ini progres pekerjaan mencapai sekitar 45 persen.
Pemerintah Fokus Pulihkan Sarana Pendidikan
Program revitalisasi sekolah terdampak bencana menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana. Pemerintah menempatkan sarana pendidikan sebagai kebutuhan penting untuk menjaga kualitas pembelajaran.
Andri menegaskan program ini tidak hanya berfokus memperbaiki bangunan sekolah. Pemerintah juga ingin menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.
“Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung peningkatan mutu pendidikan,” katanya.
Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan jumlah sekolah terdampak mengacu pada dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Pada jenjang TK dan PAUD terdapat 27 unit sekolah terdampak. Kemendikdasmen mendanai revitalisasi untuk 15 sekolah, pemerintah menambah dana TKD 2026 untuk tiga sekolah, dan sembilan sekolah masih masuk tahap pengusulan.
Pada jenjang SD terdapat 31 sekolah terdampak. Kemendikdasmen membiayai revitalisasi untuk 16 sekolah, sementara tambahan dana TKD 2026 mencakup tiga sekolah dan pemerintah mengusulkan 12 sekolah lainnya.
Untuk tingkat SMP, jumlah sekolah terdampak mencapai sembilan unit. Kemendikdasmen mendukung revitalisasi enam sekolah dan pemerintah merencanakan tambahan dana TKD 2026 untuk tiga sekolah.(ar)









