Sumatera Barat, seriusnews.id – Gagasan Indarung Biennale Pusat Seni mengemuka dalam Simposium Pabrik Indarung I yang berlangsung di Wisma Indarung PT Semen Padang, Minggu (21/6/2026).
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong pemanfaatan kawasan cagar budaya tersebut sebagai pusat seni dan kebudayaan berskala nasional hingga internasional.
Fadli Zon menyampaikan gagasan itu di hadapan manajemen PT Semen Padang, akademisi, pegiat budaya, dan seniman yang hadir dalam forum bertema Masa Depan Cagar Budaya Pabrik Indarung I.
Menurutnya, kawasan bersejarah tersebut memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi ruang kreativitas yang hidup dan produktif.
Fadli Zon menilai Pabrik Indarung I menyimpan potensi besar untuk mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya.
Kawasan seluas sekitar lima hektare itu mampu menampung pameran seni rupa, instalasi seni, pertunjukan tari, teater, hingga aktivitas sastra.
Ia menyebut karakter industrial yang masih melekat pada bangunan pabrik menjadi daya tarik utama. Karakter tersebut dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi seniman maupun pengunjung yang datang ke kawasan itu.
Menurut Fadli, keberadaan bangunan bersejarah tersebut memberi peluang besar bagi pengembangan ekosistem seni yang berkelanjutan.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memaksimalkan potensi yang sudah tersedia.
Revitalisasi Jadi Langkah Awal
Meski melihat peluang besar, Fadli Zon menegaskan bahwa revitalisasi kawasan harus menjadi langkah pertama. Pemerintah perlu memperbaiki dan menata ruang-ruang cagar budaya agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara aman dan nyaman.
Ia mengatakan revitalisasi akan membuat kawasan tersebut lebih layak untuk berbagai kegiatan kebudayaan. Selain itu, revitalisasi juga dapat menghidupkan kembali ruang-ruang yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.
Kementerian Kebudayaan saat ini menjalankan program revitalisasi di sejumlah situs cagar budaya di Indonesia. Fadli pun membuka peluang bagi Pabrik Indarung I untuk masuk dalam program tersebut.
Fadli mengaku sudah dua kali mengunjungi kawasan Pabrik Indarung I. Dari pengamatannya, berbagai pihak sudah memanfaatkan kawasan itu untuk sejumlah kegiatan, tetapi pengelola masih memiliki ruang yang luas untuk meningkatkan pemanfaatannya.
Indarung Biennale Jadi Agenda Seni Internasional
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon juga menggagas penyelenggaraan Indarung Biennale. Ia mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan Kepala Galeri Nasional untuk membahas kemungkinan pelaksanaan agenda seni tersebut.
Melalui Indarung Biennale, pemerintah ingin menghadirkan seniman dan perupa dari berbagai negara ke Kota Padang. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat posisi Sumatera Barat dalam jaringan seni dan budaya internasional.
Fadli mengambil inspirasi dari Venice Biennale di Italia. Ajang tersebut berhasil mengubah kawasan bekas galangan kapal dan gudang persenjataan Arsenale menjadi salah satu pusat pameran seni paling bergengsi di dunia.
Ia meyakini Pabrik Indarung I memiliki peluang yang sama. Karakter industrial yang kuat dapat menjadi identitas khas sekaligus pembeda dibandingkan ruang seni lainnya.
PT Semen Padang Perkuat Komitmen Pelestarian
Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, menyambut positif gagasan yang disampaikan Menteri Kebudayaan. Ia menegaskan bahwa Pabrik Indarung I memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar bangunan tua peninggalan industri.
Menurut Pri Gustari, kawasan tersebut menyimpan sejarah panjang perkembangan industri semen di Indonesia. Kawasan itu juga merekam memori kolektif, warisan teknologi, dan perjalanan sosial yang penting bagi bangsa.
Karena itu, PT Semen Padang terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Perusahaan ingin mengembangkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus pusat pembelajaran sejarah industri.
Pri Gustari berharap Pabrik Indarung I dapat menjadi contoh keberhasilan pengelolaan warisan industri di Indonesia. Ia juga berharap kawasan itu tetap mempertahankan karakter dan nilai autentiknya di tengah proses pengembangan yang terus berjalan.
Simposium tersebut menjadi langkah awal untuk merumuskan arah pengembangan Pabrik Indarung I. Melalui kolaborasi berbagai pihak, kawasan bersejarah itu berpeluang tumbuh menjadi pusat seni, budaya, dan edukasi yang membanggakan Sumatera Barat serta Indonesia.(ar)









