Kota Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang terus mengambil langkah taktis untuk memperkuat ketahanan pangan kota padang sekaligus memacu kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah mengeksekusi strategi tersebut melalui optimalisasi sektor perikanan darat di berbagai wilayah.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan komitmen tersebut saat melepas bibit ikan lele pada Jumat (10/7/2026). Ia meninjau langsung fasilitas budidaya milik Teh Talua Community (TTC) Alang Laweh di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari cetak biru pemerintah daerah dalam memitigasi dampak buruk perubahan iklim global. Pemerintah mengantisipasi potensi fenomena El Nino yang berisiko mengganggu pasokan pangaarn masyarakat secara luas.
Wawako Maigus Nasir memproyeksikan unit usaha binaan komunitas ini sebagai proyek percontohan bagi sektor perikanan perkotaan. Model ini akan menjadi acuan pengembangan usaha serupa di wilayah perkotaan lainnya.
Strategi Ketahanan Pangan Melalui Sektor Perikanan Darat
“Budidaya lele ini sejalan dengan tiga program utama pemerintah, yakni pemanfaatan pekarangan, urban farming, dan penguatan modal sosial,” ujar Maigus Nasir di lokasi budidaya.
Ia juga mengedukasi warga agar tidak menjadikan keterbatasan lahan pekarangan sebagai penghalang usaha produktif. Masyarakat perkotaan dapat mengadopsi teknologi tepat guna sebagai jalan keluar yang paling logis.
“Masyarakat tidak harus memiliki tanah luas untuk membuat kolam, karena sistem terpal dapat menyesuaikan kondisi pekarangan masing-masing,” tutur Maigus Nasir.
Metode ini terbukti efektif menambah pendapatan keluarga sekaligus menjaga kualitas kesehatan masyarakat. Dari aspek sosial, ekosistem budidaya berbasis komunitas mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong warga.
Aktivitas produktif ini sekaligus memantik insting kewirausahaan yang kuat, khususnya bagi generasi muda. Apalagi pasar lokal masih mencatat permintaan komoditas air tawar yang sangat tinggi saat ini.
“Ini menjadi solusi nyata bagi para pemuda agar lebih mandiri karena kebutuhan ikan di Kota Padang sangat besar,” ucapnya.
Pasar potensial tersebut mencakup kebutuhan rutin untuk hotel, rumah makan, pelaku UMKM, hingga kafe. Secara makro, Pemerintah Kota Padang terus mempercepat berbagai program perlindungan pangan daerah.
Kolaborasi Lintas Sektor Guna Mengatasi Keterbatasan Lahan
Pemerintah daerah mengolaborasikan program lokal ini secara intensif dengan kebijakan strategis pemerintah pusat. Langkah ini terbukti mampu memperluas jangkauan program perlindungan pangan di masyarakat.
“Kami baru kembali dari Rapat Kerja Nasional dan membawa kabar penambahan Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Maigus Nasir.
Kota Padang mengelola empat lokasi Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang tahun 2026 ini. Keberhasilan program tersebut akan mendorong penambahan jumlah kampung nelayan sebagai fondasi pangan daerah.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, memberikan dukungan penuh terhadap transisi fokus pangan ini. Ia menyoroti urgensi peralihan sektor karena lahan pertanian produktif kian menyusut.
“Lahan sektor pertanian kita sudah sangat berkurang akibat alih fungsi lahan yang masif,” ungkap Alfiadi memberikan alasan.
Oleh karena itu, pemerintah harus mempertahankan dan meningkatkan produktivitas sektor perikanan secara konsisten. Langkah ini menjadi alternatif terbaik untuk menjaga kestabilan pasokan pangan kota.
Sinergi Anggaran Dorong Keberlanjutan Usaha Perikanan Modern
Alfiadi mengingatkan para pembudidaya agar tidak hanya mengejar kuantitas hasil panen semata. Para pelaku usaha wajib menjaga kualitas dan keberlanjutan unit usaha mereka secara berkala.
Fokus kualitas ini berkaitan erat dengan target besar pemerintah dalam mengentaskan persoalan gizi masyarakat. Pemerintah daerah terus memantau pemenuhan standar mutu pangan yang beredar.
“Pelaku usaha harus memperhatikan pengelolaan pangan dan bentuk kemasan secara higienis,” ujar Alfiadi menegaskan.
Dinas Perikanan dan Pangan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan volume konsumsi ikan harian. Angka tingkat konsumsi ikan di Kota Padang saat ini masih tertahan di posisi 45 persen.
Keberhasilan inisiatif lokal di Gunung Sarik ini terwujud berkat sinergi lintas lembaga yang solid. Pengembangan Unit Usaha Budidaya Ikan TTC mendapatkan suntikan dana pokir dari Anggota DPRD Kota Padang, Rafli Boy.
Legislator tersebut menyalurkan bantuan senilai Rp25 juta untuk mendukung operasional unit usaha komunitas. Pengelola memanfaatkan dana segar itu untuk pengadaan bibit unggul, infrastruktur kolam, dan pakan berkualitas.
“Kolam budidaya ini telah berjalan selama dua tahun dan siap memberikan hasil maksimal,” kata Rafli Boy.
Ia akan memantau hasil panen perdana sebelum menambah volume bantuan pada periode berikutnya. Sinergi eksekutif, legislatif, dan komunitas ini diharapkan mampu memicu replikasi sistem budidaya modern di kelurahan lain.(ar)









