Pariaman, seriusnews.id – Penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 sukses menyedot ratusan ribu wisatawan dari berbagai daerah. Momentum tahunan ini memberikan dampak ekonomi pelaku usaha secara nyata di Kota Pariaman. Sektor pariwisata terbukti ampuh menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui pergelaran tradisi budaya tersebut.
Pemerintah Pusat memasukkan festival budaya ini ke dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Kehadiran ribuan pengunjung tidak sekadar melestarikan adat leluhur yang berharga. Acara kolosal ini sekaligus membuka peluang pasar yang sangat besar bagi ekosistem bisnis lokal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menegaskan komitmen pemerintah dalam mengembangkan potensi daerah. Pihaknya merancang festival ini sejak awal sebagai instrumen pelipat ganda pendapatan masyarakat. Kebudayaan dan ekonomi berjalan beriringan demi kesejahteraan warga Pariaman.
Kharisma Event Nusantara Perkuat Citra Pariwisata Pariaman
Masuknya perhelatan ini dalam kalender KEN menjadi magnet kuat bagi pelancong nusantara. Ferialdi menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan besar bagi seluruh elemen masyarakat Kota Pariaman. Status nasional ini meningkatkan kepercayaan publik terhadap mutu pariwisata daerah.
Wisatawan yang membanjiri Kota Pariaman otomatis membelanjakan uang mereka untuk berbagai kebutuhan. Pengunjung langsung menyewa kamar hotel, memesan penginapan, dan menikmati kuliner khas daerah. Aktivitas konsumsi tersebut menciptakan perputaran uang yang sangat cepat dan masif.
Para pendatang juga memadati pusat perbelanjaan untuk berburu cenderamata lokal yang unik. Mereka membeli produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asli buatan perajin Piaman. Seluruh rantai transaksi ini menyuntikkan energi finansial baru bagi para pedagang kecil.
Sektor Perhotelan Dan Kuliner Raup Keuntungan Berlipat
Pelaku industri akomodasi melaporkan lonjakan pesanan kamar yang sangat signifikan selama festival berlangsung. Pemilik hotel dan penginapan kelas melati merasakan langsung berkah dari keramaian pengunjung. Okupansi hotel meningkat tajam dibanding hari-hari biasa di luar musim festival.
Warung makanan dan restoran kuliner khas Pariaman juga mengalami kebanjiran pelanggan setiap hari. Pedagang nasi sek, sate piaman, dan kudapan tradisional mencatat kenaikan omzet penjualan secara drastis. Industri makanan lokal mendapat panggung utama untuk memperkenalkan kelezatan cita rasa daerah.
Sektor jasa transportasi tidak ketinggalan menikmati keuntungan dari tingginya mobilitas wisatawan. Sopir angkutan kota, ojek, dan penyedia jasa sewa kendaraan panen setoran selama acara berlangsung. Semua lini usaha jasa merasakan dampak positif dari kehadiran para pelancong.
Pemerintah Kota Pariaman Jaga Keberlanjutan Tradisi Lokal
Ferialdi menjelaskan bahwa seluruh aktivitas pelancong tersebut langsung menggerakkan sendi-sendi ekonomi masyarakat bawah. Pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan dampak positif dari setiap rangkaian acara Tabuik. Evaluasi berkala menjadi kunci utama untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada masa depan.
Pihak dinas terkait juga aktif mendorong sinergi antar-sektor demi kelancaran agenda wisata ini. Kerja sama yang solid antara pelaku usaha dan pemerintah menciptakan iklim wisata yang kondusif. Langkah ini memastikan wisatawan merasa nyaman dan betah menghabiskan waktu di Pariaman.
Melalui ajang Hoyak Tabuik, Kota Pariaman berhasil membuktikan bahwa pelestarian budaya mampu menyejahterakan warga. Tradisi leluhur tetap terjaga murni tanpa kehilangan daya tarik komersialnya yang bernilai tinggi. Pariwisata berbasis budaya kini menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(ar)









