BPTU-HPT Padang Mengatas Gencar Kembangkan Potensi Sapi Pesisir Sumbar untuk Ketahanan Pangan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPTU-HPT Padang Mengatas gencar mengembangkan potensi sapi pesisir Sumatera Barat.(poto: kabarsumbar.com)

BPTU-HPT Padang Mengatas gencar mengembangkan potensi sapi pesisir Sumatera Barat.(poto: kabarsumbar.com)

Padang, seriusnews.id – Pemerintah terus mendorong pelestarian sekaligus pengembangan plasma nutfah ternak lokal secara berkelanjutan. Langkah nyata ini menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional saat ini.

Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas mengambil peran aktif dalam misi tersebut. Mereka gencar mempromosikan keunggulan dan potensi sapi pesisir sumbar ke tingkat nasional.

Masyarakat mengenal rumpun sapi asli Sumatera Barat ini memiliki daya adaptasi yang sangat tinggi. Ternak lokal tersebut mampu bertahan hidup dengan baik di tengah lingkungan tropis yang ekstrem.

Kelebihan Genetik Sapi Asli Sumatera Barat

Sapi pesisir menyimpan kekayaan genetik lokal yang menawarkan berbagai keuntungan bagi para peternak. Salah satu keunggulan utamanya meliputi daya tahan yang kuat terhadap fluktuasi iklim tropis.

Hewan ini juga menunjukkan tingkat efisiensi yang sangat tinggi dalam memanfaatkan pakan lokal. Kemampuan tersebut membuat sapi pesisir tetap produktif meskipun mengonsumsi pakan dengan nutrisi sederhana.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pemkot Padang Panjang Salurkan Bantuan Cabai Rp240 Juta

Selain itu, rumpun ternak ini memiliki tingkat reproduksi yang berjalan dengan sangat baik. Mereka terbukti mampu beradaptasi dan berkembang biak pada lingkungan dengan sumber pakan terbatas.

Strategi Mutu Genetik Plasma Nutfah Nasional

Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, menilai keunggulan tersebut membawa dampak positif yang besar. Karakteristik ini membuat sapi pesisir berpotensi menjadi penopang utama produksi daging sapi nasional.

“BPTU-HPT Padang Mengatas terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas genetik sapi pesisir melalui program pemuliaan, konservasi, serta pendampingan kepada peternak,” ujar Farouk tegas.

Pihak balai juga aktif menjaga kemurnian genetik ras asli Sumatera Barat ini secara konsisten. Mereka memperkenalkan keunggulan sapi pesisir kepada para pemangku kepentingan melalui program edukasi berkala.

Lembaga ini juga membuka ruang kerja sama penelitian dengan berbagai pihak eksternal. Langkah ini berjalan beriringan dengan diseminasi teknologi peternakan modern langsung kepada kelompok peternak.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Terapkan Sistem Pertanian Modern untuk Genjot Hasil Panen Padi di Solok

Kolaborasi Riset Budidaya Ternak Secara Berkelanjutan

Dalam mematangkan program pengembangan, BPTU-HPT Padang Mengatas menjalin kolaborasi erat bersama institusi pendidikan. Kerja sama dengan perguruan tinggi ini bertujuan memperkuat riset dan inovasi di sektor peternakan.

Kemitraan strategis tersebut mengarah pada penciptaan sistem budidaya yang berkelanjutan bagi peternak. Sistem baru ini harus adaptif terhadap perubahan iklim global yang tidak menentu.

Formulasi budidaya ini fokus meningkatkan produktivitas daging secara optimal. BPTU-HPT Padang Mengatas memastikan intervensi teknologi tidak akan menghilangkan karakteristik unggul bawaan sapi lokal.

“Kita berharap dengan promosi yang berkelanjutan, sapi pesisir semakin dikenal luas sebagai aset plasma nutfah nasional yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus berperan penting dalam mendukung swasembada daging,” harap Farouk.

Pengembangan sapi pesisir secara massal juga membawa misi peningkatan kesejahteraan ekonomi peternak di daerah. Langkah konservasi aktif ini sekaligus memproteksi kekayaan genetik ternak asli Indonesia untuk generasi mendatang.(ar)

Berita Terkait

KNMP Batang Arau Siap Pacu Ekonomi Nelayan Padang
Kelompok Tani Wanita Solok Ubah Kelor Jadi Cuan Bernilai Tinggi
Cara Daftar Bansos 2027 Lewat Portal Perlinsos Kemensos
Dorong Kepatuhan Ekspor SDA, Bank Indonesia Jambi Gelar Refreshment Pelaporan DHE-DPI
Pertumbuhan Ekonomi Jambi Triwulan II 2026 Melambat, Investasi dan Ekspor Justru Menguat
Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Melambat pada Triwulan II 2026, Tekanan Inflasi Naik
Daftar Harga Pangan 19 Oktober 2026: Daging Sapi dan Cabai Merah Keriting Melonjak
Bank Nagari Turunkan Suku Bunga Kredit ASN dan PPPK Oktober 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Kelompok Tani Wanita Solok Ubah Kelor Jadi Cuan Bernilai Tinggi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Cara Daftar Bansos 2027 Lewat Portal Perlinsos Kemensos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Dorong Kepatuhan Ekspor SDA, Bank Indonesia Jambi Gelar Refreshment Pelaporan DHE-DPI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Jambi Triwulan II 2026 Melambat, Investasi dan Ekspor Justru Menguat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Melambat pada Triwulan II 2026, Tekanan Inflasi Naik

Berita Terbaru

Deretan emas batangan Antam di Pegadaian siap diperjualbelikan seiring turunnya harga jual dan buyback hari ini.(poto: AI).

Bisnis

Harga Emas Antam Pegadaian Turun Hari Ini: Cek Rinciannya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:51 WIB

Instruktur memandu teknik pengereman motor matik di lintasan Astra Motor Safety Riding Center.(ilustrasi poto: AI).

Otomotif

Trik Mencegah Rem Blong Motor Matik di Turunan Panjang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:40 WIB

Ilustrasi Suasana jalanan kota saat hujan lebat dan langit mendung gelap, masyarakat diimbau waspadai potensi cuaca ekstrem.(poto: AI).

Nasional

BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:35 WIB

Rais A’am KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Gus Kikin pimpin Apel Hari Santri 2026 di Ponpes Tebuireng Jombang, Kamis (22/10).(poto: kompas.com).

Nasional

Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:31 WIB