Agam, seriusnews.id – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Agam sejak Sabtu sore menyebabkan bencana hidrometeorologi parah di kawasan tersebut. Luapan Sungai Batang Tumayo yang memicu jebolnya tanggul mengakibatkan banjir Agam Sumatera Barat hingga merendam pemukiman warga secara tiba-tiba.
Kondisi tersebut menerjang Jorong Kabu, Nagari Sungai Batang, dan membuat sejumlah warga setempat dilaporkan terjebak di dalam rumah mereka. Warga yang panik langsung menghubungi pihak berwenang karena genangan air terus meninggi dengan sangat cepat.
Wali Jorong Kabu, Gindo, melaporkan langsung bencana darurat ini kepada Kantor SAR Kelas A Padang pada pukul 19.22 WIB. Laporan tersebut menyebutkan bahwa tingginya debit air hulu Maninjau menjadi penyebab utama air sungai meluap drastis.
Debit Air Sungai Batang Tumayo Terus Meningkat
Merespons laporan darurat warga, Basarnas Padang langsung menginstruksikan Unit Siaga SAR Agam untuk bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Pihak SAR mengerahkan tujuh personel penyelamat tepat pada pukul 19.39 WIB guna memulai operasi kemanusiaan.
Perjalanan menuju lokasi bencana membutuhkan waktu sekitar 1 jam 9 menit karena jaraknya mencapai 39 kilometer. Berdasarkan pantauan visual di lapangan, debit air Sungai Batang Tumayo masih terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Tim rescue datang membawa berbagai peralatan pendukung operasi penyelamatan air yang lengkap termasuk armada truk penyelamat. Mereka juga menyiagakan perlengkapan evakuasi, motor trail, perlengkapan mountaineering, peralatan medis, serta alat komunikasi darurat.
Basarnas Padang Kerahkan Personel Penyelamat ke Lokasi
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menegaskan bahwa jajarannya mengambil langkah taktis demi menyelamatkan nyawa warga. Pihaknya memprioritaskan keselamatan warga yang terjebak di area terdampak banjir paling parah.
Pihak SAR sengaja membawa peralatan medis komprehensif untuk mengantisipasi adanya warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan darurat. Abdul Malik menjelaskan bahwa kondisi cuaca di lapangan saat ini masih terus diguyur hujan lebat.
Tingginya intensitas hujan dan arus air yang deras menjadi tantangan berat bagi tim dalam melaksanakan operasi penyelamatan. Kendati demikian, seluruh personel rescue di lapangan tetap mengutamakan prosedur keselamatan kerja yang sangat ketat.
Koordinasi Instansi Terkait Guna Percepat Evakuasi Warga
Pihak Basarnas Padang terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat beserta jajaran BPBD Kabupaten Agam. Sinergi antarlini ini bertujuan untuk mempercepat proses pemetaan wilayah terdampak dan memperlancar evakuasi.
Abdul Malik mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan mereka secara mandiri. Potensi kenaikan debit air kiriman masih sangat mungkin terjadi melihat kondisi awan yang masih pekat.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pendataan valid mengenai jumlah total warga yang terdampak banjir. Operasi kemanusiaan ini akan terus berjalan sampai seluruh warga berhasil dievakuasi ke tempat yang aman.(ar)









