Pemprov Sumbar Terapkan Sistem Pertanian Modern untuk Genjot Hasil Panen Padi di Solok

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menghadiri penanaman perdana benih padi dengan pola Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS).(poto: padangkita.com).

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menghadiri penanaman perdana benih padi dengan pola Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS).(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menerapkan sistem pertanian modern sumbar melalui penanaman perdana benih padi di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sabtu (25/7/2026). Langkah strategis ini berlangsung di lahan Kelompok Tani Rawang Sari sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan pangan daerah.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menegaskan bahwa modernisasi sektor agraris menjadi solusi vital dalam menghadapi penyusutan lahan sawah. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak bisa lagi menggantungkan kenaikan produksi hanya pada perluasan areal tanam semata.

Langkah Strategis Pemprov Sumbar Menjawab Tantangan Lahan Sawah

Vasko mendorong penerapan berbagai inovasi teknologi agar produktivitas setiap hektare sawah mengalami peningkatan secara maksimal. Ia menekankan bahwa pelaksanaan program ini memerlukan pendampingan berkelanjutan agar petani benar-benar merasakan manfaat kenaikan hasil panen.

Pemerintah provinsi berkomitmen mengawal penggunaan teknologi anyar ini sehingga mampu mendongkrak tingkat kesejahteraan para petani lokal. Jajaran pejabat seperti Wakil Bupati Solok Chandra bersama Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar Afniwirman turut menghadiri acara penanaman perdana tersebut.

Baca Juga :  Truk Gagal Menanjak di Sitinjau Lauik Picu Kemacetan Panjang, Polisi Terapkan Buka Tutup

Kegiatan tersebut juga mengikutsertakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi serta Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumbar. Para penyuluh pertanian dan anggota kelompok tani setempat turut memadati lokasi untuk mendukung penuh program transformasi tersebut.

Inovasi Tanam Benih Langsung Menggunakan Mesin Tanam Presisi

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar Afniwirman menjelaskan bahwa program PM-AAS merupakan gagasan langsung Menteri Pertanian. Metode ini menerapkan mekanisasi presisi untuk mempercepat proses penanaman benih padi di hamparan sawah.

Para petani menanam benih secara langsung menggunakan alat khusus tanpa melewati proses persemaian seperti pada pola konvensional. Penerapan teknik modern ini menghemat penggunaan tenaga kerja sekaligus mengoptimalkan pengaturan kerapatan populasi tanaman padi.

Sistem anyar ini memerlukan pasokan benih sebanyak 70 hingga 80 kilogram per hektare. Kebutuhan benih tersebut tergolong lebih tinggi jika membandingkannya dengan metode konvensional yang hanya berkisar 25 kilogram.

Baca Juga :  Waspada Penipuan AI Vasko Ruseimy Incar Warga Sumbar, Kenali Modusnya!

Target Panen Melimpah Dan Peran Strategis Penyuluh Lapangan

Pemerintah menyesuaikan takaran pemupukan secara presisi guna menunjang kerapatan rumpun padi agar potensi panen meningkat secara signifikan. Melalui skema modern ini, para petani membidik target produksi padi mencapai 10 hingga 12 ton gabah per hektare.

Afniwirman menegaskan bahwa penanaman di Nagari Salayo menjadi penanda awal penerapan program PM-AAS secara resmi setelah melewati fase uji coba. Pemerintah Sumatera Barat memplot keberhasilan di Kabupaten Solok ini sebagai percontohan bagi wilayah sentra beras lainnya.

Pemerintah daerah mengerahkan lebih dari seribu penyuluh pertanian untuk memandu para petani dalam mengoperasikan alat tanam modern. Setiap penyuluh memegang target untuk mendampingi tata kelola lahan seluas 50 hektare di wilayah kerja masing-masing.

Jangkauan pendampingan para penyuluh tersebut berpotensi mengover lahan pertanian warga hingga seluas 50 ribu hektare di seluruh Sumatera Barat. Langkah penguatan kapasitas lapangan ini menjadi kunci utama untuk mewujudkan target swasembada pangan nasional secara konsisten.(ar)

Berita Terkait

M. Alkhalifi Hakim Terpilih Menjadi Wali Kota Cilik Padang 2026
Gubernur Mahyeldi Tegaskan Mitigasi Bencana Sumatera Barat Terus Berlanjut
Diskon Perumda Air Minum Sambut Hari Jadi Kota Padang
Rehabilitasi Mangrove Sanctuary Mandalika: Pengelola Tanam 4.500 Bibit Pohon Rhizophora di Blok 11
Gubernur NTB Tegaskan Kepercayaan Publik Menjadi Penentu Masa Depan Media Siber
Pemko Padang Bebaskan Denda Retribusi Pasar Jelang HJK Ke-357
Sambut Bhayangkara Run, PLN ULP Solok Tawarkan Promo Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen
Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Pemkab Agam Bangun Irigasi Perpipaan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:00 WIB

M. Alkhalifi Hakim Terpilih Menjadi Wali Kota Cilik Padang 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Sumbar Terapkan Sistem Pertanian Modern untuk Genjot Hasil Panen Padi di Solok

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Mitigasi Bencana Sumatera Barat Terus Berlanjut

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:00 WIB

Diskon Perumda Air Minum Sambut Hari Jadi Kota Padang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:48 WIB

Rehabilitasi Mangrove Sanctuary Mandalika: Pengelola Tanam 4.500 Bibit Pohon Rhizophora di Blok 11

Berita Terbaru

Padang International Animation & Game Expo (PIAGEX) 2026 di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center Padang.(poto: padangkita.com).

Teknologi

Pemko Padang Gelar PIAGEX 2026 untuk Cetak Talenta Digital

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:00 WIB

M. Alkhalifi Hakim dan Mufidah Salma Putri resmi terpilih sebagai Wali Kota Cilik dan Wakil Wali Kota Cilik Kota Padang Tahun 2026 setelah melalui serangkaian seleksi.(poto: padangkita.com).

Regional

M. Alkhalifi Hakim Terpilih Menjadi Wali Kota Cilik Padang 2026

Minggu, 26 Jul 2026 - 10:00 WIB