Amal Terasa Sia-Sia? Bisa Jadi Anda Masih Melakukan 8 Kesalahan Niat Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang Umat Muslim membaca al-Quran saat melakukan ibadah itikaf di sebuah masjid, di Peshawar , Pakistan, 22 April 2022. Itikaf adalah adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. (AP Photo/Muhammad Sajjad)

Seorang Umat Muslim membaca al-Quran saat melakukan ibadah itikaf di sebuah masjid, di Peshawar , Pakistan, 22 April 2022. Itikaf adalah adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. (AP Photo/Muhammad Sajjad)

Jakarta, seriusnews.id-Niat menjadi dasar utama dalam setiap ibadah. Dalam Islam, Allah SWT menilai amal bukan hanya dari perbuatan, tetapi juga dari tujuan seseorang saat melakukannya. Karena itu, umat Islam perlu menjaga niat agar ibadah tetap ikhlas dan bernilai pahala.

Tanpa disadari, banyak orang melakukan kesalahan dalam berniat sehingga amal terasa hampa bahkan berisiko kehilangan pahala. Berikut beberapa kesalahan niat ibadah yang perlu dihindari.

1. Beribadah karena Ingin Dipuji

Sebagian orang menjalankan ibadah agar mendapat pujian atau pengakuan dari orang lain. Islam menyebut sikap ini sebagai riya’.

Riya’ dapat merusak keikhlasan karena seseorang menjadikan manusia sebagai tujuan ibadah, bukan Allah SWT. Karena itu, umat Islam perlu menjaga hati agar tetap tulus saat beramal.

2. Sering Menceritakan Amal Ibadah

Menceritakan ibadah kepada orang lain dengan tujuan mencari pujian juga dapat mengurangi nilai amal.

Kebiasaan memamerkan sedekah, ibadah malam, atau amal lainnya berpotensi membuat seseorang kehilangan keikhlasan. Islam mengajarkan umatnya menjaga amal saleh tanpa perlu mencari pengakuan.

Baca Juga :  Jelang ke Tanah Suci, Ini Amalan Harian yang Bisa Membantu Raih Haji Mabrur

3. Merasa Paling Baik karena Banyak Beribadah

Perasaan bangga berlebihan terhadap ibadah termasuk kesalahan yang berbahaya. Sikap ini dikenal dengan istilah ujub.

Orang yang merasa paling saleh sering memandang rendah orang lain. Padahal semua amal terjadi karena pertolongan Allah SWT, bukan semata kemampuan manusia.

4. Membatalkan Niat saat Ibadah Berlangsung

Sebagian orang membatalkan niat di tengah ibadah karena ragu atau tidak yakin. Dalam beberapa ibadah seperti shalat, tindakan ini dapat membatalkan amal yang sedang dijalankan.

Karena itu, umat Islam perlu menjaga niat sejak awal hingga ibadah selesai.

5. Mengubah Niat di Tengah Ibadah

Mengganti tujuan ibadah saat sedang menjalankannya juga dapat merusak amal.

Misalnya, seseorang memulai ibadah karena Allah lalu mengubah niat demi kepentingan lain. Ulama menjelaskan perubahan niat tertentu dapat membuat ibadah tidak sah.

6. Mencampurkan Ibadah dengan Kepentingan Dunia

Sebagian orang beribadah sambil mengejar pujian, keuntungan, atau tujuan duniawi lainnya.

Jika kepentingan dunia lebih dominan daripada mencari ridha Allah, maka pahala ibadah bisa berkurang. Karena itu, umat Islam perlu menempatkan Allah sebagai tujuan utama dalam setiap amal.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Tren! Ini Alasan Gen Z Ramai Berhijrah di Era Digital

7. Berniat tanpa Kesungguhan

Niat tidak cukup hanya dalam ucapan. Seseorang juga perlu memiliki tekad kuat untuk menjalankan ibadah tersebut.

Tanpa kesungguhan hati, niat hanya menjadi keinginan kosong yang tidak menghasilkan amal nyata.

8. Mengucapkan Niat tanpa Menghadirkannya di Hati

Banyak orang fokus melafalkan niat, tetapi tidak benar-benar menghadirkannya dalam hati.

Padahal, Islam menegaskan tempat niat berada di hati. Ucapan tanpa kesadaran dan ketulusan tidak cukup untuk membangun keikhlasan ibadah.

Cara Menjaga Niat agar Tetap Ikhlas

Umat Islam dapat menjaga keikhlasan niat dengan beberapa langkah sederhana berikut:

  • Meluruskan tujuan ibadah hanya karena Allah SWT
  • Menghindari kebiasaan pamer amal
  • Memperbanyak istighfar dan doa
  • Memperbaiki niat secara rutin
  • Melakukan muhasabah atau evaluasi diri setiap hari

Dengan menjaga niat, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, ikhlas, dan berharap ridha Allah SWT. (nr*)

Berita Terkait

Desa Batang Tajongkek Raih Juara Umum MTQ IX Pariaman Selatan
Jemaah Haji Agam 2026 Resmi Dikukuhkan, Kemenhaj Sumbar Tekankan Pentingnya Menjaga Kemabruran
Makmurkan Rumah Ibadah, Pemprov Sumbar Benahi Kualitas Akustik Masjid
Sukses Berdayakan Ekonomi, UPZ Baznas Semen Padang Rampungkan Program Kambing Etawa di Padayo
Desa Naras Hilir Raih Juara Umum MTQ Pariaman Utara 2026
Perkuat Karakter Pelajar, Pemkot Padang Resmi Luncurkan Program 3T
Musda XI MUI: Mahyeldi Tegaskan Peran Strategis Ulama Sumbar Jaga Falsafah ABS-SBK
Perkuat Penegakan Hukum, Polda Sumbar dan MUI Sepakati Standardisasi Saksi Ahli Keagamaan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:00 WIB

Desa Batang Tajongkek Raih Juara Umum MTQ IX Pariaman Selatan

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:00 WIB

Jemaah Haji Agam 2026 Resmi Dikukuhkan, Kemenhaj Sumbar Tekankan Pentingnya Menjaga Kemabruran

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:00 WIB

Makmurkan Rumah Ibadah, Pemprov Sumbar Benahi Kualitas Akustik Masjid

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:00 WIB

Sukses Berdayakan Ekonomi, UPZ Baznas Semen Padang Rampungkan Program Kambing Etawa di Padayo

Senin, 13 Juli 2026 - 16:00 WIB

Desa Naras Hilir Raih Juara Umum MTQ Pariaman Utara 2026

Berita Terbaru

Gubernur Sumbar sebut stok Bio Solar aman. Masalah utama terletak pada kendala distribusi dan penyalahgunaan barcode di SPBU.(Ilustrasi poto: AI).

Regional

Gubernur Sumbar Buka Suara Soal Kendala Distribusi Bio Solar

Kamis, 23 Jul 2026 - 13:00 WIB