Malam 1 Suro 2026 Jatuh pada 15 Juni Malam, Ini Jadwal dan Makna Tradisinya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malam 1 Suro 2026 diperkirakan dimulai Senin malam, 15 Juni 2026.( poto : ( serambinews.com )

Malam 1 Suro 2026 diperkirakan dimulai Senin malam, 15 Juni 2026.( poto : ( serambinews.com )

Jakarta, seriusnews.id – Malam 1 Suro 2026 diperkirakan berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026. Momen ini menandai pergantian tahun dalam kalender Jawa dan bertepatan dengan datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai Tahun Baru Islam.

Bagi masyarakat Jawa, malam tersebut memiliki arti yang lebih dalam daripada sekadar pergantian tanggal. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk melakukan refleksi, memperkuat nilai spiritual, dan menjaga tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.

Kapan Malam 1 Suro 2026 Berlangsung?

Perhitungan kalender menunjukkan 1 Muharram 1448 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Kalender Jawa dan kalender Hijriah memulai hari baru sejak matahari terbenam.

Karena itu, masyarakat memperingati Malam 1 Suro sejak Senin, 15 Juni 2026 setelah magrib. Tradisi tersebut mengikuti sistem penanggalan yang telah lama di gunakan dalam budaya Jawa.

Meski begitu, pemerintah tetap mengumumkan penetapan resmi melalui mekanisme yang berlaku. Sebagian masyarakat juga menunggu kalender resmi dari otoritas yang menjadi rujukan penanggalan Jawa.

Baca Juga :  15 Warisan Budaya Takbenda Sumbar Resmi Diakui Indonesia, Total Kini Capai 164 Karya

Mengapa Malam 1 Suro Menjadi Momen Penting?

Masyarakat Jawa memandang Malam 1 Suro sebagai waktu yang tepat untuk memulai lembaran baru. Banyak orang menggunakan kesempatan ini untuk menata kembali tujuan hidup dan memperkuat hubungan spiritual.

Nilai tersebut terus bertahan karena masyarakat tidak hanya menjaga bentuk tradisinya, tetapi juga mempertahankan makna yang terkandung di dalamnya.

Istilah “Suro” berasal dari kata “Asyura” dalam bahasa Arab. Seiring waktu, masyarakat Jawa mengembangkan berbagai tradisi yang melekat dengan pergantian tahun tersebut.

Makna Filosofis Malam 1 Suro

Malam 1 Suro menghadirkan pesan tentang pengendalian diri, introspeksi, dan harapan baru. Tradisi yang berkembang lebih menekankan keseimbangan batin daripada perayaan yang meriah.

Beberapa makna yang masih di jaga hingga sekarang antara lain:

Penyucian Diri

Masyarakat menggunakan momen pergantian tahun untuk memperbaiki sikap dan meninggalkan kebiasaan yang kurang baik.

Keprihatinan

Sebagian orang menjalani tirakat untuk melatih ketenangan, kedisiplinan, dan keteguhan batin.

Harapan Baru

Banyak keluarga memanjatkan doa agar tahun yang baru membawa keselamatan, keberkahan, dan kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga :  Desa Naras Hilir Raih Juara Umum MTQ Pariaman Utara 2026

Tradisi yang Masih Dilakukan Saat Malam 1 Suro

Berbagai daerah di Pulau Jawa menjalankan tradisi yang berbeda. Meski demikian, semuanya tetap mengedepankan nilai budaya dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Kirab Kebo Bule

Tradisi ini menjadi ciri khas Keraton Kasunanan Surakarta. Prosesi berlangsung dengan arak-arakan kerbau albino yang di kenal sebagai Kebo Kyai Slamet.

Mubeng Beteng

Masyarakat Yogyakarta menjalankan ritual berjalan mengelilingi benteng keraton tanpa berbicara sebagai bentuk tapa bisu.

Jamasan Pusaka

Tradisi ini mengajak masyarakat membersihkan benda pusaka seperti keris dan tombak sebagai simbol perawatan warisan budaya.

Tirakat atau Lek-lekan

Sebagian masyarakat memilih tetap terjaga sepanjang malam untuk berdoa dan melakukan perenungan.

Malam 1 Suro tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan budaya Jawa. Masyarakat terus menjaga tradisi ini karena melihatnya sebagai ruang refleksi sekaligus pengingat untuk memulai tahun dengan niat dan harapan yang lebih baik.(ar)

Berita Terkait

Pemko Padang Hibahkan Lahan Demi Percepatan Sertifikasi Halal Sumbar
Gubernur Mahyeldi Dorong Gerakan Wakaf ASN Sumbar
Semarak Maulid Padang Timur Cetak Generasi Muda Berkarakter Islami
52 Calon Pimpinan BAZNAS Sumbar Lolos Administrasi dan Lanjut Uji Kompetensi
BPKH Bank Nagari Gelar Safari Haji di Padang
Wujud Kepedulian Sosial, BRI Region 3 Padang Salurkan Bantuan Sembako ke Rumah Ibadah
Gubernur Mahyeldi Tekankan Penguatan Fikih Wasathiyah Sumbar Demi Menjaga Persatuan Umat
Penyambutan Jemaah Haji Kota Padang 2026 Diwarnai Pesan Pembinaan Remaja
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Mahyeldi Dorong Gerakan Wakaf ASN Sumbar

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Semarak Maulid Padang Timur Cetak Generasi Muda Berkarakter Islami

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:00 WIB

52 Calon Pimpinan BAZNAS Sumbar Lolos Administrasi dan Lanjut Uji Kompetensi

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:00 WIB

BPKH Bank Nagari Gelar Safari Haji di Padang

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:00 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, BRI Region 3 Padang Salurkan Bantuan Sembako ke Rumah Ibadah

Berita Terbaru

Melalui Tim Reaksi Cepat Bank Nagari Tanggap Bencana (TRC BNTB), Bank Nagari bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Regional

Bank Nagari Salurkan Bantuan Banjir untuk Korban di Padang

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:59 WIB

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyerahkan rancangan KUA PPAS 2027 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Pemko Pariaman Sampaikan Rancangan KUA PPAS 2027 Ke DPRD

Rabu, 5 Agu 2026 - 21:00 WIB