Orang Tua Wajib Tahu, Ini Bahaya Logam Beracun di Baju Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahaya timbal di balik baju anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/FamVeld

Bahaya timbal di balik baju anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/FamVeld

Jakarta, jentik.id – Temuan logam beracun pada pakaian anak memicu kekhawatiran orang tua. Kandungan timbal pada beberapa produk pakaian berisiko masuk ke tubuh anak, terutama saat anak menggigit atau mengisap kain.

Peneliti menyoroti kebiasaan anak yang sering memasukkan benda ke mulut karena hal itu meningkatkan risiko paparan zat berbahaya dari pakaian.

Timbal Diduga Dipakai dalam Pewarna Tekstil

Industri fast fashion memproduksi pakaian secara cepat dengan harga murah. Kondisi ini mendorong sebagian produsen menggunakan bahan tambahan, termasuk timbal (II) asetat, untuk memperkuat warna kain.

Zat tersebut membuat warna pakaian terlihat lebih cerah dan tahan lama. Namun, penggunaan bahan ini menimbulkan kekhawatiran karena anak-anak lebih rentan terhadap paparan logam berat.

Baca Juga :  Banyak yang Tidak Sadar, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Diam-Diam Mengancam Kesehatan Anak

Temuan dari Penelitian Sampel Pakaian

Peneliti Universitas Marian mempresentasikan temuan mereka di forum American Chemical Society (ACS). Mereka menemukan peningkatan kadar timbal pada seorang anak dan menelusuri sumbernya dari produk kain dan mainan.

Tim peneliti kemudian menguji 11 sampel kemeja anak dengan warna merah, kuning, pink, dan biru dari berbagai toko.

Hasil uji menunjukkan beberapa sampel mengandung timbal di atas batas aman. Peneliti juga mencatat pakaian berwarna cerah cenderung memiliki kadar lebih tinggi.

Risiko Kesehatan Anak

Peneliti Cristina Avello menegaskan anak-anak memiliki risiko tinggi karena sering menyentuh dan memasukkan pakaian ke mulut.

Baca Juga :  Cerdas Cermat Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Anak SD, Ini Kata Psikolog

Simulasi laboratorium menunjukkan timbal dapat larut di asam lambung dan masuk ke tubuh saat anak mengisap atau mengunyah kain.

Paparan jangka panjang dapat meningkatkan kadar timbal dalam darah hingga level berbahaya yang membutuhkan penanganan medis.

Kondisi ini dapat memicu gangguan perilaku, kerusakan sistem saraf, dan gangguan perkembangan otak, terutama pada anak di bawah usia enam tahun.

Imbauan untuk Industri dan Orang Tua

Para ahli mendorong industri tekstil beralih ke pewarna alami yang lebih aman, seperti ekstrak tanaman. Namun, proses transisi ini membutuhkan waktu.

Orang tua perlu memilih pakaian anak dengan lebih selektif dan memastikan bahan yang digunakan aman untuk kesehatan. (nr*)

Berita Terkait

Daging Kurban Tidak Boleh Asal Dibagi, Ini Orang yang Berhak Menerimanya
Phubbing Orangtua Jadi Ancaman Tersembunyi bagi Perkembangan Anak
Bau Sampah di Dapur Bikin Risih? Ini 6 Cara Ampuh Mengatasinya
Kucing Liar Sering Buang Kotoran di Halaman? Coba 8 Cara Aman dan Ampuh Ini
Banyak yang Tidak Sadar, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Diam-Diam Mengancam Kesehatan Anak
Cerdas Cermat Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Anak SD, Ini Kata Psikolog
WFH Jumat ASN Bikin Stres? Ini Cara Sederhana Biar Tetap Produktif Tanpa Burnout
Kepribadian Orang Ternyata Disebut Bisa Dilihat dari Waktu Lahirnya
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:28 WIB

Daging Kurban Tidak Boleh Asal Dibagi, Ini Orang yang Berhak Menerimanya

Senin, 25 Mei 2026 - 14:30 WIB

Phubbing Orangtua Jadi Ancaman Tersembunyi bagi Perkembangan Anak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:29 WIB

Bau Sampah di Dapur Bikin Risih? Ini 6 Cara Ampuh Mengatasinya

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:23 WIB

Kucing Liar Sering Buang Kotoran di Halaman? Coba 8 Cara Aman dan Ampuh Ini

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:17 WIB

Banyak yang Tidak Sadar, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Diam-Diam Mengancam Kesehatan Anak

Berita Terbaru

Saudi Peringatkan Jamaah Haji Jangan Terpapar Matahari Langsung

Internasional

Arab Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Matahari Saat Jam Terik

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:27 WIB