Jakarta, jentik.id – Temuan logam beracun pada pakaian anak memicu kekhawatiran orang tua. Kandungan timbal pada beberapa produk pakaian berisiko masuk ke tubuh anak, terutama saat anak menggigit atau mengisap kain.
Peneliti menyoroti kebiasaan anak yang sering memasukkan benda ke mulut karena hal itu meningkatkan risiko paparan zat berbahaya dari pakaian.
Timbal Diduga Dipakai dalam Pewarna Tekstil
Industri fast fashion memproduksi pakaian secara cepat dengan harga murah. Kondisi ini mendorong sebagian produsen menggunakan bahan tambahan, termasuk timbal (II) asetat, untuk memperkuat warna kain.
Zat tersebut membuat warna pakaian terlihat lebih cerah dan tahan lama. Namun, penggunaan bahan ini menimbulkan kekhawatiran karena anak-anak lebih rentan terhadap paparan logam berat.
Temuan dari Penelitian Sampel Pakaian
Peneliti Universitas Marian mempresentasikan temuan mereka di forum American Chemical Society (ACS). Mereka menemukan peningkatan kadar timbal pada seorang anak dan menelusuri sumbernya dari produk kain dan mainan.
Tim peneliti kemudian menguji 11 sampel kemeja anak dengan warna merah, kuning, pink, dan biru dari berbagai toko.
Hasil uji menunjukkan beberapa sampel mengandung timbal di atas batas aman. Peneliti juga mencatat pakaian berwarna cerah cenderung memiliki kadar lebih tinggi.
Risiko Kesehatan Anak
Peneliti Cristina Avello menegaskan anak-anak memiliki risiko tinggi karena sering menyentuh dan memasukkan pakaian ke mulut.
Simulasi laboratorium menunjukkan timbal dapat larut di asam lambung dan masuk ke tubuh saat anak mengisap atau mengunyah kain.
Paparan jangka panjang dapat meningkatkan kadar timbal dalam darah hingga level berbahaya yang membutuhkan penanganan medis.
Kondisi ini dapat memicu gangguan perilaku, kerusakan sistem saraf, dan gangguan perkembangan otak, terutama pada anak di bawah usia enam tahun.
Imbauan untuk Industri dan Orang Tua
Para ahli mendorong industri tekstil beralih ke pewarna alami yang lebih aman, seperti ekstrak tanaman. Namun, proses transisi ini membutuhkan waktu.
Orang tua perlu memilih pakaian anak dengan lebih selektif dan memastikan bahan yang digunakan aman untuk kesehatan. (nr*)









