Kota Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang bergerak cepat merespons keluhan infrastruktur dengan memulai proyek perbaikan di Kecamatan Koto Tangah. Oleh karena itu, langkah nyata Pemko Padang betonisasi jalan lingkungan langsung menyasar kawasan Perumahan Cendana Lembah Karet. Proyek strategis ini tepatnya menyentuh wilayah RT 02 dan RT 03 di bawah naungan RW 11, Kelurahan Batipuh Panjang.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memimpin langsung peninjauan lokasi pada Senin, 13 Juli 2026. Kehadiran orang nomor dua di ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Selain itu, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh persiapan teknis berjalan lancar tanpa kendala.
Saat turun ke lokasi, Maigus Nasir didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Padang, Tri Hadiyanto. Selanjutnya, Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, bersama Lurah Batipuh Panjang, Saputra Herianto, juga ikut mengawal kunjungan kerja ini. Hasilnya, kehadiran rombongan pejabat pemerintah ini mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat dan warga setempat.
Realisasi Program Unggulan Padang Melayani Di Lapangan
Pemerintah daerah menjadwalkan pengerjaan fisik infrastruktur ini berjalan mulai pekan sekarang. Oleh sebab itu, langkah ini menjadi bukti nyata komitmen aparat pelayanan publik dalam mengeksekusi kebutuhan mendesak warga. Akhirnya, warga perumahan menyambut gembira realisasi perbaikan akses transportasi yang selama ini mereka nantikan.
Proyek infrastruktur ini merupakan bagian dari implementasi Program Unggulan Padang Melayani yang sedang berjalan. Terkait hal tersebut, program ini menjadi visi utama di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang, Fadly Amran. Jadi, pemerintah fokus menghadirkan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Di samping itu, Maigus Nasir menegaskan bahwa pembangunan ini lahir dari serapan aspirasi murni masyarakat setempat. Pihaknya tidak ingin menunda pekerjaan yang berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Karena itu, respons cepat ini menjadi standar baru kerja jajaran aparatur pemerintah daerah.
Spesifikasi Tiga Ruas Jalan Lingkungan Perumahan
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Padang mengawal penuh seluruh tahapan konstruksi. Bahkan, pihak dinas menurunkan tim teknis untuk mengukur dan memastikan kualitas material bangunan. Langkah tersebut dilakukan agar hasil betonisasi memiliki daya tahan yang baik dalam jangka panjang.
Rencana pembangunan ini mencakup tiga ruas jalan lingkungan yang berada di dalam kompleks perumahan. Sementara itu, masing-masing ruas jalan tersebut memiliki dimensi panjang 25 meter dengan lebar 4 meter. Ukuran ini dinilai ideal untuk mendukung mobilitas kendaraan roda dua maupun roda empat milik warga.
Dengan demikian, akses jalan yang representatif akan meningkatkan kualitas hidup dan kenyamanan lingkungan perumahan. Alhasil, anak-anak dan lansia kini bisa menikmati jalur perlintasan yang jauh lebih aman. Selain meningkatkan keamanan, nilai estetika kawasan perumahan otomatis naik seiring tertatanya infrastruktur jalan.
Pemerataan Pembangunan Fasilitas Umum Seluruh Wilayah Kota
Sebenarnya, pemerintah daerah menerima laporan resmi mengenai kendala akses jalan ini hanya beberapa hari yang lalu. Warga mengeluhkan keberadaan sejumlah ruas jalan penghubung yang belum tersambung secara sempurna. Akibatnya, kondisi tersebut mengganggu kenyamanan berkendara dan menghambat aktivitas harian masyarakat.
Namun, melalui peninjauan ini, pemerintah memastikan pengerjaan semenisasi segera berjalan dalam waktu dekat. Pemko Padang terus berkomitmen menghapus kesenjangan kualitas infrastruktur antarkawasan. Oleh karena itu, target utama pemerintah adalah menciptakan pemerataan pembangunan fasilitas umum di seluruh penjuru kota.
Bagaimanapun juga, akses mobilitas yang merata menjadi kunci penting pertumbuhan ekonomi dan sosial di tingkat kelurahan. Oleh sebab itu, pemerintah berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas yang sudah dibangun bersama. Sebab, hubungan harmonis antara warga dan pemerintah menjadi modal utama keberlanjutan pembangunan kota.(ar)









