Padang, seriusnews.id – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Padang terus mematangkan persiapan menjelang upacara peringatan gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79. Mereka menggelar latihan intensif di Lapangan Tugu APEKSI, kompleks Kantor Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (18/7/2026).
Latihan kedisiplinan ini menjadi bagian krusial menyambut upacara kenegaraan pada Minggu (19/7/2026). Agenda tahunan ini bertujuan mengenang peristiwa sejarah gugurnya Bagindo Aziz Chan sekaligus menjadi ruang kontemplasi bagi generasi muda.
Pemerintah Kota Padang menyelenggarakan momentum ini untuk mengajak masyarakat meneladani semangat juang Wali Kota Padang kedua tersebut. Tokoh bangsa ini terkenal sebagai pejuang garis depan yang gigih mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di ranah Minang.
Paskibraka Padang Matangkan Formasi Pengibaran Bendera
Peringatan tahun ini mengusung slogan Satu Tujuan: Menghidupkan Kembali Nilai Perjuangan Bagindo Aziz Chan untuk Menuju Padang sebagai Kota Gastronomi. Slogan inspiratif tersebut menegaskan bahwa agenda sejarah ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan belaka.
Pemerintah daerah memanfaatkan momentum strategis ini untuk merajut kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika pembangunan. Pihak penyelenggara juga mengaitkan semangat kepahlawanan dengan visi masa depan kota dalam pembinaan generasi muda saat ini.
Pelatih Paskibraka Kota Padang, Febri Aulia Nanda, menuturkan bahwa para anggota menunjukkan perkembangan fisik dan mental yang sangat positif. Seluruh peserta kini telah berada pada tahap kesiapan optimal untuk mengemban tugas mulia di hadapan para tamu undangan.
Pihak instruktur fokus mengarahkan pelatihan pada pemantapan tugas individu agar ritme upacara berjalan khidmat. Tim pelatih juga memastikan proses latihan berjalan lancar tanpa hambatan berarti demi penampilan maksimal esok hari.
Pelajar Pilihan Emban Tugas Negara Penuh Dedikasi
Dedikasi tinggi memancar dari raut wajah para pelajar yang mendapat kepercayaan memegang peran sentral dalam upacara. Vellytia Friesta Jini Wiwongso, siswi kelas XII SMA Katolik Xaverius Padang, bertugas sebagai pembawa baki bendera utama.
Panitia memercayakan posisi ko-pembawa baki kepada Yasmin Naurah Betsy, siswi kelas XII SMA Pembangunan Laboratorium UNP Padang. Kedua siswi terbaik ini bahu-membahu menyukseskan jalannya prosesi pengibaran bendera dengan penuh tanggung jawab.
Vellytia mengungkapkan bahwa sinergi antaranggota mulai terbentuk dengan solid demi menyukseskan jalannya pengibaran bendera. Meskipun waktu latihan terbilang padat, mereka mulai kompak dan terus memperbaiki beberapa koreksi kecil di lapangan.
Kedua pelajar pilihan ini merasakan makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar rutinitas baris-berbaris. Kesempatan emas tersebut menjadi pintu masuk bagi mereka untuk mengenal lebih dekat rekam jejak kepahlawanan sang tokoh.
Menghidupkan Semangat Juang Tokoh Bangsa Generasi Muda
Mereka berhasil mengubah rasa gugup jelang hari pelaksanaan menjadi pemicu untuk memberikan persembahan terbaik. Anggota Paskibraka berkomitmen menghormati jasa pahlawan kebanggaan warga Kota Padang tersebut melalui kedisiplinan tinggi.
Yasmin turut menegaskan bahwa generasi muda harus meneruskan pelajaran berharga dari sosok yang rela berkorban nyawa tersebut. Ia mengajak rekan sesamanya untuk mengambil semangat kegigihan Bagindo Aziz Chan dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Pemerintah Kota Padang berharap nilai-nilai heroisme Bagindo Aziz Chan tidak akan pernah usang ditelan zaman melalui pelibatan aktif para pelajar. Semangat keberanian, ketangguhan, dan rasa cinta Tanah Air ini harus terus menyala di dada pemuda.
Warisan sejarah ini akan menjadi inspirasi abadi bagi generasi muda dalam membangun daerah. Seluruh elemen masyarakat siap bersatu membawa Kota Padang menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing global.(ar)









