Sumbar Provinsi Pertama Sepakati Luasan LP2B Ketahanan Pangan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatera Barat menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menyepakati luasan LP2B.( iluistrasi poto : radarsumbar.com).

Sumatera Barat menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menyepakati luasan LP2B.( iluistrasi poto : radarsumbar.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengumumkan capaian terbaru sektor agraria. Pihak kementerian menyatakan wilayah Sumatera Barat resmi menjadi provinsi pertama di Indonesia yang berhasil menyepakati ketetapan luasan LP2B Sumatera Barat. Langkah strategis ini mengukuhkan komitmen daerah dalam memperkuat sistem ketahanan pangan nasional.

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, menegaskan arti penting kebijakan ini di Kota Padang. Menurutnya, penetapan wilayah pertanian tersebut menjadi langkah nyata jajaran pemerintah daerah untuk merespons instruksi kepala negara. Kebijakan ini mengaktualisasikan arahan Presiden Prabowo Subianto guna menyukseskan program Asta Cita.

Pemerintah pusat menandatangani kesepakatan luasan lahan tersebut bersama seluruh kepala daerah se-Sumatera Barat pada Rabu (8/7/2026). Suyus menjelaskan bahwa implementasi program ini berdampak langsung terhadap perwujudan kedaulatan pangan secara nasional. Langkah ini juga mendukung pemenuhan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang mewajibkan angka agregat minimal 87 persen.

Capaian Target Lahan Pertanian Berkelanjutan Sumatera Barat

Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat melansir data terbaru mengenai zonasi wilayah tersebut. Otoritas daerah mencatat total luas lahan pertanian pangan berkelanjutan di sana telah menyentuh angka 166.466,02 hektare. Jumlah fantastis tersebut merepresentasikan pencapaian sebesar 89,92 persen dari seluruh total target yang ditetapkan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Pendaftaran Perlinsos Kota Padang Jemput Bola Warga Rentan

Kementerian ATR/BPN memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja dan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kementerian memuji sinergi seluruh pemerintah kabupaten serta kota yang konsisten menjaga keberlanjutan sektor agraris. Kesepakatan bersama ini membuktikan kepedulian kepemimpinan daerah terhadap perlindungan kawasan hijau produktif dari ancaman alih fungsi lahan.

Langkah Pemerintah Kota Padang Melakukan Verifikasi Lapangan

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, merinci porsi wilayahnya yang masuk ke dalam peta zonasi hijau tersebut. Hasil keputusan bersama menetapkan kawasan lindung pangan di wilayah Kota Padang sebesar 2.123,64 hektare. Pemerintah Kota Padang akan segera menurunkan tim teknis untuk melakukan proses verifikasi lapangan secara menyeluruh.

Petugas di lapangan bertugas memastikan seluruh area yang terdata memenuhi kriteria administrasi dan fisik sebagai lahan pangan abadi. Maigus menilai tahapan verifikasi ini sangat krusial untuk memetakan ruang pembangunan kota secara seimbang. Pemerintah daerah tetap mengamankan hak petani sekaligus membuka ruang bagi proyeksi perkembangan infrastruktur perkotaan.

Baca Juga :  Banjir Rendam Padang: Bank Nagari Salurkan Ratusan Nasi Bungkus

Aturan Ketat Larangan Alih Fungsi Sawah Produktif

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menjelaskan prosedur legal formal pascapenandatanganan dokumen bersama tersebut. Pihak dinas menggunakan kesepakatan ini sebagai landasan utama untuk mengajukan usulan resmi kepada jajaran pemerintah pusat. Kementerian ATR/BPN nantinya mengeluarkan keputusan final terkait status hukum proteksi lahan pertanian di ibu kota provinsi tersebut.

Yoice mengingatkan seluruh pihak mengenai konsekuensi hukum terhadap kawasan yang sudah masuk dalam peta perlindungan. Regulasi melarang keras segala bentuk alih fungsi lahan pertanian pangan abadi dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan menjaga siklus produksi beras lokal agar tetap stabil di masa depan.

Saat ini, kompilasi data menunjukkan luas total lahan baku sawah di wilayah Kota Padang mencapai 4.358 hektare. Jajaran pembuat kebijakan kemudian mengalkulasi kebutuhan tata ruang wilayah urban untuk fasilitas publik dan pemukiman. Melalui pertimbangan tersebut, pemerintah menetapkan porsi wilayah pangan berkelanjutan sebesar 48,73 persen dari total sawah yang tersedia.(ar)

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman
Musda V IJTI Sumbar Soroti Peran Jurnalis Televisi Atasi Bencana
Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL
Kapolda Sumbar Lantik Dirlantas dan Kabidkum Baru
Sitinjau Lauik Sempat Lumpuh Imbas Tumpahan Solar, Kini Normal
Pemko Padang Gandeng BRI Genjot PAD Lewat Sistem Digital
Wagub Sumbar Bentuk Tim Khusus Hadapi Kepungan Kabut Asap Kiriman
Siaga 24 Jam Penuh, Polda Sumbar Optimalkan Layanan Darurat Call Center 110
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Musda V IJTI Sumbar Soroti Peran Jurnalis Televisi Atasi Bencana

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Kapolda Sumbar Lantik Dirlantas dan Kabidkum Baru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Sitinjau Lauik Sempat Lumpuh Imbas Tumpahan Solar, Kini Normal

Berita Terbaru

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).(poto: istimewa).

Nasional

Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:53 WIB

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.(poto: radarsumbar.com).

Islami

Ratusan Santri Meriahkan Hari Santri 2026 di Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:49 WIB

Ilustrasi Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai dengan perahu karet untuk mencari balita hilang di Padang Pariaman.(poto: AI).

Regional

Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:44 WIB

Tiga pesilat muda asal SMAN 1 Sungai Penuh sukses menyabet medali pada Kejuaraan Nasional Silat Satria Muda Indonesia di Cibubur, Jakarta, sepanjang 13 hingga 18 Oktober 2026.(poto: dorlanhikmah.com).

Pendidikan

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Sabet Tiga Medali Kejurnas SMI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:29 WIB