Waspada Monkey Malaria di Indonesia, Kasus Terus Bertambah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi monyet ekor panjang. Kasus monkey malaria mulai ditemukan di Indonesia dan IDAI meminta masyarakat waspada tanpa perlu panik berlebihan.(SHUTTERSTOCK)

Ilustrasi monyet ekor panjang. Kasus monkey malaria mulai ditemukan di Indonesia dan IDAI meminta masyarakat waspada tanpa perlu panik berlebihan.(SHUTTERSTOCK)

Jakarta, Seriusnews.id– Kasus monkey malaria atau malaria knowlesi mulai muncul di beberapa wilayah Indonesia. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik karena penyakit ini tidak menular antar-manusia.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan pentingnya edukasi agar masyarakat memahami monkey malaria dengan benar dan tidak termakan informasi keliru.

Penyebab dan Cara Penularan

Dokter spesialis anak konsultan infeksi tropik IDAI, Inke Nadia Diniyanti Lubis, menjelaskan bahwa monkey malaria termasuk malaria zoonotik yang berpindah dari hewan ke manusia melalui gigitan nyamuk anopheles.

Parasit Plasmodium knowlesi menjadi penyebab utama penyakit ini. Parasit tersebut biasanya menginfeksi monyet ekor panjang dan beruk. Nyamuk yang menggigit hewan terinfeksi kemudian membawa parasit ke tubuh manusia.

Sampai sekarang, para ahli belum menemukan penularan monkey malaria dari manusia ke manusia.

Kasus Mulai Bertambah

Kasus monkey malaria lebih dulu meningkat di Malaysia sejak 2004. Saat negara itu berhasil menekan malaria manusia, tenaga medis justru menemukan jenis malaria baru melalui pemeriksaan PCR.

Baca Juga :  Waspada! Hantavirus Sudah Sebar ke 9 Provinsi di Indonesia

Di Indonesia, kasus terbanyak sementara muncul di Aceh. Hingga April 2026, tenaga kesehatan mencatat sekitar 79 kasus yang diduga malaria knowlesi. Selain Aceh, kasus juga muncul di Sumatera, Kalimantan, dan beberapa wilayah Sulawesi.

Perubahan Lingkungan Jadi Pemicu

IDAI menilai pembukaan hutan dan alih fungsi lahan meningkatkan risiko penularan monkey malaria. Aktivitas tersebut membuat manusia semakin dekat dengan habitat monyet dan nyamuk pembawa parasit.

Risiko tertinggi mengancam pekerja kebun, pekerja tambang, pencari rotan, warga sekitar hutan, serta pendaki dan pencinta aktivitas alam terbuka.

Gejala Monkey Malaria

Monkey malaria memiliki gejala yang mirip dengan malaria biasa, antara lain:

  • demam
  • menggigil
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • mual dan muntah
  • tubuh lemas
Baca Juga :  Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit

Parasit malaria knowlesi berkembang sangat cepat di dalam tubuh manusia. Kondisi pasien bisa memburuk dalam waktu singkat dan memicu sesak napas, gagal ginjal, penurunan kesadaran, hingga syok.

Cara Pencegahan

Dokter memastikan monkey malaria masih bisa disembuhkan. Obat malaria yang tersedia saat ini masih efektif jika pasien segera mendapat penanganan medis.

IDAI juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai mitos terkait monkey malaria. Penyakit ini tidak menyebar lewat udara, kontak langsung, atau konsumsi daging monyet.

Untuk menekan risiko penularan, masyarakat bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  • memakai kelambu saat tidur
  • menggunakan obat anti-nyamuk
  • mengenakan pakaian lengan panjang
  • menghindari area hutan saat senja hingga dini hari

IDAI menilai meningkatnya penyakit zoonosis menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga ekosistem dan lingkungan demi mencegah munculnya penyakit baru. (my*)

Berita Terkait

Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit
Sekda Sumbar Tegaskan Pentingnya Vaksinasi HPV demi Cegah Kanker Serviks
Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Ribu Warga Terpapar ISPA di 7 Provinsi
Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis
RSUP M Djamil Edukasi ASN Daftarkan Anggota Keluarga Tambahan ke JKN
Pemko Pariaman Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Penyakit
Andre Rosiade Tuntaskan Kebutuhan Air Bersih RSUP M Djamil Padang Lewat Sumur Bor 124 Meter
TP PKK Padang Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Hari Jantung Sedunia
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Tingkatkan Mutu Layanan, RS M Djamil Padang Gembleng Kepemimpinan Pejabat Rumah Sakit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Sekda Sumbar Tegaskan Pentingnya Vaksinasi HPV demi Cegah Kanker Serviks

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dampak Kabut Asap Karhutla, Ratusan Ribu Warga Terpapar ISPA di 7 Provinsi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ribuan Peserta Meriahkan UNANDRun 2026 dan Jalan Sehat Dies Natalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:43 WIB

RSUP M Djamil Edukasi ASN Daftarkan Anggota Keluarga Tambahan ke JKN

Berita Terbaru

Pemko Padang memacu proyek trotoar di Pasar Raya dan Jalan Samudera.(poto: padangkita.com).

Regional

Pemko Padang Kebut Jalur Pedestrian Pasar Raya dan Pantai

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:58 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).(poto: istimewa).

Nasional

Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:53 WIB

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.(poto: radarsumbar.com).

Islami

Ratusan Santri Meriahkan Hari Santri 2026 di Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:49 WIB

Ilustrasi Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai dengan perahu karet untuk mencari balita hilang di Padang Pariaman.(poto: AI).

Regional

Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:44 WIB