Tanpa Disadari, 7 Sifat Ini Muncul Akibat Sering Dibandingkan Orang Tua

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi(SHUTTERSTOCK)

ilustrasi(SHUTTERSTOCK)

Jakarta, jentik.id – Kebiasaan orang tua yang sering membandingkan anak dengan saudara kandung dapat meninggalkan dampak jangka panjang. Pengalaman masa kecil ini membentuk karakter seseorang hingga dewasa.

Psikolog menilai pola asuh seperti ini memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri, merespons orang lain, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Lebih Kompetitif

Anak yang sering dibandingkan biasanya tumbuh dengan dorongan kuat untuk membuktikan diri. Mereka mengejar pencapaian sebagai bentuk persaingan, bukan sekadar perkembangan diri.

Namun, kondisi ini dapat mendorong kesuksesan. Di sisi lain, hal ini juga bisa memicu stres dan membuat seseorang sulit menghargai keberhasilan orang lain.

2. Perfeksionis

Tuntutan untuk selalu “lebih baik” membuat sebagian anak tumbuh dengan standar tinggi terhadap diri sendiri. Mereka merasa harus sempurna agar mendapatkan pengakuan.

Baca Juga :  RS M. Djamil Operasi Enam Anak Penderita Jantung Bawaan

Akibatnya, mereka menjadi lebih takut gagal. Selain itu, mereka juga sering mengaitkan harga diri dengan pencapaian.

3. Terlalu Penurut

Sebagian anak belajar menyesuaikan diri demi mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Kebiasaan ini kemudian terbawa hingga dewasa.

Karena itu, saat dewasa mereka sering kesulitan menolak permintaan orang lain. Selain itu, mereka juga cenderung menghindari konflik.

4. Empati Lebih Tinggi

Di sisi lain, pengalaman sering dibandingkan justru membentuk kepekaan terhadap perasaan orang lain. Mereka menjadi lebih mudah memahami tekanan dan ketidakamanan orang di sekitarnya.

Dengan demikian, pengalaman ini juga dapat memperkuat kemampuan berempati dalam kehidupan sosial.

5. Rasa Tidak Aman

Perbandingan yang terus-menerus menurunkan rasa percaya diri. Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa pencapaiannya tidak pernah cukup.

Akibatnya, kondisi ini bisa berkembang menjadi imposter syndrome, yaitu perasaan tidak pantas atas keberhasilan yang sudah diraih.

Baca Juga :  Asam Urat Sering Kambuh? 5 Kebiasaan Pagi Ini Bisa Jadi Solusinya

6. Menghindari Risiko

Tekanan dan kritik di masa kecil membuat sebagian orang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka takut gagal atau tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

Oleh karena itu, mereka cenderung menghindari situasi berisiko dalam kehidupan sehari-hari.

7. Sangat Sensitif

Pengalaman sering dibandingkan membuat sebagian orang lebih sensitif terhadap kritik. Mereka mudah tersinggung dan menganggap umpan balik sebagai serangan pribadi.

Dengan demikian, mereka sering bereaksi lebih emosional terhadap kritik, meski maksudnya membangun.

Psikolog menegaskan bahwa kebiasaan membandingkan anak dapat membentuk pola pikir hingga dewasa. Dampaknya beragam. Di satu sisi, muncul empati yang lebih tinggi. Namun di sisi lain, bisa muncul rasa tidak aman, perfeksionisme, dan sensitivitas berlebih. (nr*)

Berita Terkait

Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok
Kualitas Udara Memburuk, BRI Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker Gratis
RS Dr. M. Djamil dan FK Unand Gelar Raker Departemen THT-BKL untuk Tingkatkan Mutu Layanan
Pegadaian dan IZI Buka Posko Kesehatan Gratis di Festival Pacu Jalur Kuansing
Maknai Kemerdekaan, PT Semen Padang Kumpulkan 326 Kantong Darah untuk PMI
Pemerintah Resmi Ubah Sistem Rujukan Pasien BPJS Kesehatan
Semen Padang Hospital Meluncurkan Paket Merdeka SPH 2026 Sambut HUT RI
Kota Pariaman Raih Terbaik I Layanan Kesehatan Regional Sumatera, Boyong Rp2 Miliar
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Semen Padang Hospital Melayani MCU Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Solok

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Kualitas Udara Memburuk, BRI Dharmasraya Bagikan Ratusan Masker Gratis

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:11 WIB

RS Dr. M. Djamil dan FK Unand Gelar Raker Departemen THT-BKL untuk Tingkatkan Mutu Layanan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Pegadaian dan IZI Buka Posko Kesehatan Gratis di Festival Pacu Jalur Kuansing

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Maknai Kemerdekaan, PT Semen Padang Kumpulkan 326 Kantong Darah untuk PMI

Berita Terbaru