Pemko Padang Mulai Penataan Besar Pantai Padang dan Kota Tua Muaro, PKL Diminta Kosongkan Area

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pariwisata Kota Padang didampingi Kecamatan Padang Barat dan Lurah membagikan surat pemberitahuan kepada para PKL di kawasan Pantai Padang terkait rencana penataan kawasan tersebut.( poto : padangkita.com )

Dinas Pariwisata Kota Padang didampingi Kecamatan Padang Barat dan Lurah membagikan surat pemberitahuan kepada para PKL di kawasan Pantai Padang terkait rencana penataan kawasan tersebut.( poto : padangkita.com )

Kota Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang mempercepat langkah penataan wisata di Kota Padang dengan menyasar dua kawasan utama, yakni Pantai Padang dan kawasan Muaro atau Kota Tua. Pemerintah mendorong program ini untuk memperkuat daya saing pariwisata di tingkat nasional dan internasional.

Dinas Pariwisata Kota Padang turun langsung ke lapangan untuk menyampaikan rencana tersebut kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL). Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata, Zahirwan, mewakili Kepala Dinas saat menyerahkan Surat Pemberitahuan kepada para pedagang pada Senin (22/6/2026).

Pemko Padang tidak bekerja sendiri dalam proses ini. Pemerintah menggandeng Kecamatan Padang Barat, pihak kelurahan, serta Dubalang untuk mendampingi sosialisasi di lapangan. Semua pihak bergerak bersama agar komunikasi dengan masyarakat berjalan lebih terbuka dan persuasif.

Pemko Padang Mulai Penataan Infrastruktur Pantai Padang

Pemerintah Kota Padang menjalankan penataan kawasan Pantai Padang melalui pembangunan taman, perbaikan pelataran parkir, dan rehabilitasi trotoar. Pemerintah juga menata area sepanjang garis Pantai Padang untuk menciptakan kawasan wisata yang lebih tertata.

Proyek ini mencakup area dari Masjid Al-Hakim hingga Tugu Elo Pukek. Selain itu, pemerintah juga menggerakkan peningkatan infrastruktur di kawasan Muaro atau Kota Tua yang menjadi bagian penting dari sejarah kota.

Baca Juga :  Pemko Padang Perkuat Persiapan Penilaian Kota Pangan Aman 2026 Bersama BBPOM

Pemerintah menetapkan jadwal pelaksanaan proyek mulai akhir Juni hingga Desember 2026. Dengan jadwal itu, Dinas Pariwisata langsung melakukan sosialisasi agar pedagang memahami rencana pembangunan sejak awal.

Zahirwan menjelaskan bahwa pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memastikan para pedagang menerima informasi secara jelas. Ia menegaskan pemerintah ingin menghindari kebingungan ketika alat berat mulai bekerja di lokasi.

Pemerintah meminta PKL yang berada di area proyek untuk menghentikan aktivitas dagang. Selain itu, pemerintah juga meminta para pedagang segera memindahkan lapak dan seluruh peralatan usaha dari lokasi tersebut.

Pemko Padang menekankan alasan keselamatan dalam imbauan ini. Pemerintah juga ingin memastikan pekerjaan konstruksi berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan.

Penataan Dorong Kenaikan Kunjungan Wisata

Pemerintah Kota Padang menargetkan peningkatan kunjungan wisata melalui penataan kawasan Pantai Padang dan Kota Tua. Pemerintah mendorong terciptanya kawasan yang lebih rapi, nyaman, dan ramah pejalan kaki.

Baca Juga :  Pemko Padang dan UIN-IB Lepas 2.530 Mahasiswa KKN 2026, Fokus Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Zahirwan menyebut masyarakat akan ikut menikmati dampak ekonomi dari peningkatan wisata tersebut. Ia menilai sektor usaha lokal akan ikut tumbuh seiring meningkatnya jumlah wisatawan.

“Jika kawasan ini tertata dengan baik, masyarakat Kota Padang akan merasakan manfaat langsung dari meningkatnya kunjungan wisata,” ujarnya.

Pemko Padang menegaskan bahwa imbauan berlaku sejak surat diterbitkan hingga proyek selesai. Pemerintah juga menyiapkan langkah penegakan aturan jika ada pihak yang tidak mengikuti ketentuan.

Meski begitu, pemerintah tetap mengutamakan pendekatan persuasif dan dialog dengan masyarakat. Pemko berharap seluruh pedagang dapat bekerja sama demi kelancaran pembangunan kawasan wisata.

Pemko Padang melibatkan Dubalang bersama unsur kecamatan dan kelurahan untuk menjaga ketertiban selama proses sosialisasi. Pemerintah menggabungkan pendekatan modern dengan kearifan lokal agar proses penataan berjalan lebih harmonis.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menata kota tanpa mengabaikan hubungan sosial di tengah masyarakat. Pemko Padang menargetkan Pantai Padang dan Kota Tua Muaro menjadi kawasan wisata unggulan yang lebih tertata dan kompetitif di masa depan.(ar)

Berita Terkait

Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Jadi Momentum Diplomasi Indonesia–Belanda di Bukittinggi
Prosesi Manabang Batang Pisang Jadi Pembeda Tabuik Piaman 2026
Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 Dimulai, Prosesi Maambiak Tanah Jadi Penanda Awal Tradisi
Jadwal Hoyak Tabuik Piaman 2026 Resmi Dirilis, Puncak Acara Digelar 28 Juni
Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, Ini Jadwal Lengkap Prosesi Sakral di Pariaman
Restoran Sederhana Singapura Resmi Dibuka, Kuliner Padang Kian Mantap Menembus Pasar Global
Padang Matangkan Langkah Menuju Kota Gastronomi UNESCO 2027, Andalkan Kekuatan Kuliner Multietnis
Pacu Jawi Sumatera Barat: Tradisi Balap Sapi di Sawah Lumpur yang Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Minangkabau
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 17:00 WIB

Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Jadi Momentum Diplomasi Indonesia–Belanda di Bukittinggi

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:09 WIB

Prosesi Manabang Batang Pisang Jadi Pembeda Tabuik Piaman 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:00 WIB

Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 Dimulai, Prosesi Maambiak Tanah Jadi Penanda Awal Tradisi

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:00 WIB

Jadwal Hoyak Tabuik Piaman 2026 Resmi Dirilis, Puncak Acara Digelar 28 Juni

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:00 WIB

Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, Ini Jadwal Lengkap Prosesi Sakral di Pariaman

Berita Terbaru