Gubernur Mahyeldi Serahkan KUA-PPAS Sumbar 2027, Fokus Transformasi Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahyeldi Ansharullah menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD Sumbar.( poto :padangkita.com )

Mahyeldi Ansharullah menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD Sumbar.( poto :padangkita.com )

Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menyerahkan KUA-PPAS Sumbar 2027 kepada DPRD Sumbar dalam rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Sumbar, Senin (6/7/2026).

Pemerintah Provinsi Sumbar menjadikan dokumen tersebut sebagai pedoman utama untuk mengarahkan kebijakan fiskal yang mempercepat transformasi ekonomi, memperkuat inklusi sosial, dan menjaga ketahanan pangan.

Mahyeldi mengatakan pemerintah menyusun rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah juga menyesuaikan arah kebijakan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pembangunan.

Pertumbuhan Ekonomi Mendorong Penyusunan Kebijakan Fiskal Tahun Depan

Mahyeldi menjelaskan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada 2025 mencapai 3,37 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 4,36 persen.

Menurutnya, tekanan ekonomi global dan nasional memicu perlambatan tersebut. Selain itu, banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem mengganggu aktivitas produksi, distribusi barang, serta mobilitas masyarakat, terutama pada sektor pertanian, perdagangan, dan transportasi.

Di sisi lain, pemerintah berhasil meningkatkan sejumlah indikator pembangunan sosial. Angka kemiskinan turun dari 5,97 persen menjadi 5,31 persen atau berkurang lebih dari 33 ribu jiwa.

Baca Juga :  Wali Kota Bandung Tegas Larang ASN Terlibat Judi Online, Sanksi Berat Menanti

Pemerintah juga menekan Indeks Gini Rasio hingga 0,280. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,52 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 77,27 dan tetap melampaui rata-rata nasional.

Mahyeldi menilai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat mampu menjaga daya tahan rumah tangga. Program tersebut juga berhasil menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Pemprov Sumbar Percepat Transformasi Ekonomi Berbasis Nagari Dan UMKM

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusung tema pembangunan tahun 2027, yaitu “Akselerasi Transformasi Ekonomi, Inklusi Sosial, dan Ketahanan Pangan.”

Pemerintah akan mempercepat transformasi ekonomi berbasis nagari dan UMKM. Selain itu, pemerintah akan memperluas akses layanan dasar serta memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan sebagai penopang utama perekonomian daerah.

Mahyeldi menegaskan pemerintah menerapkan prinsip money follows program dalam setiap kebijakan anggaran. Prinsip tersebut memastikan belanja daerah benar-benar mendukung program yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Pemerintah juga mengarahkan anggaran untuk memperkuat mitigasi bencana dan mempercepat pemulihan pascabencana. Langkah tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan pembangunan di seluruh wilayah Sumatera Barat.

“Alokasi anggaran dan perancangan kebijakan tahun 2027 kami susun berdasarkan prinsip money follows program, dengan memberikan prioritas penuh pada program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung mitigasi risiko dan pemulihan pascabencana secara tangguh,” kata Mahyeldi.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Sidak SPBU, Temukan Dugaan Transaksi BBM Tak Wajar

Pemprov Targetkan PAD Meningkat Dan Belanja Lebih Produktif Daerah

Pemprov Sumbar menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi perpajakan, penguatan kinerja BUMD, dan optimalisasi pemanfaatan aset daerah.

Pemerintah mengarahkan belanja daerah untuk memperkuat pelayanan dasar, membangun infrastruktur tangguh bencana, mengembangkan sektor pariwisata, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis UMKM.

Selain itu, pemerintah akan mendorong hilirisasi sektor unggulan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat konektivitas wilayah, mempercepat investasi, mengendalikan inflasi, serta mengembangkan ekonomi hijau agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

Pemerintah memperkirakan pendapatan daerah pada 2027 mencapai Rp5,77 triliun. Pemerintah juga menghitung kebutuhan belanja daerah sebesar Rp5,71 triliun.

Setelah menghitung komponen pembiayaan daerah, pemerintah memperkirakan APBD Sumbar 2027 mengalami defisit sekitar Rp66 miliar.

Mahyeldi berharap pembahasan KUA-PPAS bersama DPRD Sumbar menghasilkan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Ia juga berharap setiap rupiah dalam APBD memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.(ar)

Berita Terkait

Satpol PP Padang Amankan 10 Pelajar Membolos Saat Jam Pelajaran Sekolah
Pemko Padang Matangkan Persiapan Hari Jadi Kota 2026
Pemprov Sumbar Buka Pendaftaran Seleksi Pimpinan Baznas 2026–2031 Secara Daring
Ranperda Pertanggungjawaban APBD Sumbar 2025 Resmi Disetujui DPRD
Pemko Padang Pacu Proyek Tender Pasca Bencana Hidrometeorologi
Kemendagri Resmikan Kota Padang Percontohan Nasional Pemulihan Bencana
Pemko Padang Kejar Pembangunan Huntap Balai Gadang Target Rampung Akhir Tahun 2026
Strategi TP-PKK Kota Padang Kejar Juara Umum Jambore Kader PKK Sumbar 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:00 WIB

Satpol PP Padang Amankan 10 Pelajar Membolos Saat Jam Pelajaran Sekolah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pemko Padang Matangkan Persiapan Hari Jadi Kota 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pemprov Sumbar Buka Pendaftaran Seleksi Pimpinan Baznas 2026–2031 Secara Daring

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:00 WIB

Ranperda Pertanggungjawaban APBD Sumbar 2025 Resmi Disetujui DPRD

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pemko Padang Pacu Proyek Tender Pasca Bencana Hidrometeorologi

Berita Terbaru

Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang tahun 2026.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Matangkan Persiapan Hari Jadi Kota 2026

Rabu, 22 Jul 2026 - 10:00 WIB