Agam, seriusnews.id – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat bergerak cepat memulihkan infrastruktur publik pascabencana alam. Otoritas setempat mengalokasikan anggaran fantastis senilai Rp34,69 miliar guna mendanai perbaikan jembatan rusak Agam pada tahun anggaran 2026 ini.
Langkah taktis ini menjadi solusi nyata untuk memulihkan akses transportasi pada 20 unit jembatan yang hancur. Seluruh infrastruktur tersebut mengalami kerusakan parah setelah bencana hidrometeorologi melanda wilayah Kabupaten Agam pada akhir November 2025 lalu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Agam, Roza Syafdefianti memberikan konfirmasi resmi mengenai realisasi proyek fisik ini di Lubuk Basung, Minggu. Dinas terkait mengonfirmasi bahwa puluhan jembatan tersebut tersebar luas di sejumlah wilayah kecamatan penopang ekonomi daerah.
Secara rinci, sebaran proyek mencakup wilayah Kecamatan Tilatang Kamang, Canduang, Malalak, Palupuh, Ampek Koto, Tanjung Raya, Palembayan, serta Lubuk Basung. Pemerintah daerah memastikan koordinasi lintas sektor terus berjalan intensif agar pengerjaan fisik di lapangan tidak mengalami kendala.
Anggaran Jumbo Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Alam
Pemerintah daerah menetapkan nominal anggaran bervariasi untuk setiap titik lokasi berdasarkan tingkat kerusakan infrastruktur. Nilai terendah untuk satu unit jembatan menyentuh angka Rp400 juta, sementara alokasi tertinggi mencapai Rp5,21 miliar.
Dinas Pekerjaan Umum menempatkan dana terbesar senilai Rp5,21 miliar tersebut khusus untuk membangun kembali Jembatan Sini Aia. Jembatan vital ini terletak di kawasan Balai Satu, Malalak Selatan, Kecamatan Malalak yang menjadi urat nadi mobilitas warga.
Pemerintah Kabupaten Agam juga mengarahkan anggaran jumbo senilai Rp4,78 miliar untuk membiayai Jembatan Batu Bata. Infrastruktur penyeberangan ini berada di Nagari Tigo Koto Silungkang, wilayah administratif Kecamatan Palembayan.
Selanjutnya, dua proyek besar lain bertumpu di wilayah Kecamatan Canduang dan Tanjung Raya dengan nilai masing-masing Rp3,65 miliar. Anggaran tersebut masing-masing mengalir untuk pembangunan Jembatan Bukik Batabuah serta Jembatan Batang Tumayo demi memulihkan konektivitas antarwilayah.
Tiga Sumber Pendanaan Utama Proyek Perbaikan
Roza Syafdefianti memaparkan secara transparan alokasi pembiayaan yang bersumber dari tiga pos anggaran berbeda. Sumber dana terbesar berasal dari skema Transfer Ke Daerah (TKD) dengan total sumbangan mencapai Rp33,09 miliar.
Kucuran dana TKD dari pemerintah pusat tersebut akan membiayai proses pengerjaan 18 unit jembatan secara simultan. Di sisi lain, pemerintah daerah mengoptimalkan Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp400 juta.
Pihak dinas memplot dana DAU tersebut khusus untuk membangun Jembatan Pinang Balirik di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang. Sementara itu, sisa pembiayaan memanfaatkan pos Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp1,2 miliar.
Anggaran BKK ini mengalir langsung untuk menuntaskan pembangunan fisik Jembatan MTsN di wilayah Kecamatan Ampek Koto. Perlu diketahui, dana segar ini merupakan sisa dari anggaran BKK kebencanaan pada periode tahun 2025 lalu.
Target Rampung Akhir Tahun Secara Bertahap
Pemerintah daerah menargetkan seluruh rangkaian proyek infrastruktur ini selesai tepat waktu sebelum pergantian tahun. Tim teknis mengonfirmasi bahwa sebagian besar dokumen perencanaan proyek telah selesai 100 persen tanpa hambatan.
Para kontraktor akan memulai pengerjaan fisik secara bertahap di lapangan mulai bulan Juli 2026 ini. Pemerintah Kabupaten Agam optimistis proyek ini mampu mempercepat pemulihan seluruh infrastruktur yang terdampak bencana.
Rehabilitasi jembatan ini memegang peran krusial dalam memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat tersendat. Selain itu, langkah cepat ini menjamin pelayanan publik kepada masyarakat luas tetap berjalan dengan normal dan aman.
Pembangunan berkala ini sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur daerah terhadap risiko ancaman bencana hidrometeorologi di masa mendatang. Skema ini terbukti memperkuat pola koordinasi antarinstansi dalam manajemen penanganan bencana yang tanggap.
Melalui realisasi proyek strategis ini, Pemkab Agam berkomitmen mewujudkan pemulihan daerah yang cepat, tepat, dan berkelanjutan. Langkah mitigasi berkesinambungan ini terbukti efektif dalam mengurangi dampak sosial maupun ekonomi yang merugikan warga.(ar)









