Bandung, seriusnews.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan sikap tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat judi online Piala Dunia.
Ia menyampaikan peringatan itu menjelang Piala Dunia 2026 yang berpotensi meningkatkan aktivitas judi online di masyarakat.
Farhan memastikan pemerintah kota akan menjatuhkan sanksi berat kepada ASN yang terbukti melanggar aturan.
Ia menolak segala bentuk toleransi terhadap praktik perjudian di lingkungan aparatur negara.
Pemerintah Perketat Pengawasan ASN
Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap ASN, terutama selama jam kerja. Farhan meminta seluruh perangkat daerah memastikan tidak ada aktivitas yang mengganggu pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa pengawasan harus berjalan tanpa kompromi. Ia juga meminta setiap unit kerja aktif menjaga kedisiplinan pegawai.
“Pengawasan diperketat, khususnya saat jam kerja. Tidak boleh ada alasan apa pun,” ujar Farhan.
Farhan menekankan pentingnya menjaga integritas aparatur sipil negara. Ia meminta ASN menunjukkan sikap profesional dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam menghindari perjudian.
Ia juga mengaitkan langkah ini dengan upaya menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Menurutnya, ASN memegang peran penting dalam kualitas pelayanan publik.
Judi Online Semakin Meluas di Ranah Digital
Farhan menjelaskan bahwa judi online berkembang cepat di ruang digital. Ia melihat fenomena ini semakin sulit dikendalikan karena aksesnya terbuka luas.
Ia menyerahkan penanganan judi online kepada pihak berwenang yang memiliki kewenangan di bidang tersebut.
“Kalau judi online itu memang kita serahkan kepada yang berwenang. Karena sekarang semuanya ada di ranah digital,” katanya.
Farhan menyoroti dampak psikologis dari perjudian. Ia menjelaskan bahwa judi dapat memicu ketergantungan yang sulit dihentikan.
Ia menggambarkan pola yang sering terjadi, di mana pemain awalnya merasa menang, namun kemudian terus mengalami kerugian.
“Judi itu membuat kita ketagihan. Awalnya dikasih menang, lama-lama kalah terus tapi bikin penasaran. Itu yang berbahaya,” ujarnya.
Farhan mengajak masyarakat Kota Bandung menjauhi segala bentuk perjudian. Ia menekankan bahwa dampak judi tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga merusak kehidupan sosial.
Ia meminta masyarakat lebih waspada, terutama di tengah meningkatnya euforia Piala Dunia 2026, agar tidak terjebak dalam aktivitas yang merugikan.
“Saudara-saudaraku, hindarilah judi. Karena itu salah satu hal yang bisa membuat kita kecanduan,” katanya.(ar)









