Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang memacu pengerjaan pembangunan huntap Balai Gadang untuk memindahkan ratusan keluarga terdampak bencana dari hunian sementara. Langkah cepat ini memastikan warga korban bencana segera memperoleh tempat tinggal permanen yang aman.
Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa memimpin langsung peninjauan lapangan di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, Senin (20/7/2026). Peninjauan bersama jajaran kementerian ini menandai keseriusan pemerintah dalam mempercepat penuntasan fasilitas dasar warga.
Beberapa pejabat pusat tampak mendampingi rombongan saat memantau perkembangan fisik di area relokasi. Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga dan Sesditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Maurits Panjaitan ikut turun ke lokasi.
Tiga pimpinan organisasi perangkat daerah Kota Padang turut memperkuat pengawasan proyek di lapangan. Kepala Dinas Perkim Tri Hadiyanto, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, serta Kadis PUPR Malvi Hendri hadir mengawal pengerjaan.
Pemerintah Siapkan 523 Unit Rumah Bagi Warga
Proyek permukiman baru ini bertujuan merelokasi 523 keluarga yang saat ini masih mendiami hunian sementara. Pemko Padang membagi lokasi pembangunan ke dalam dua kawasan utama untuk menampung seluruh pengungsi.
Kawasan Kelurahan Balai Gadang menjadi lokasi utama dengan rencana pembangunan sebanyak 340 unit rumah. Sementara itu, sisa unit rumah akan berdiri di atas lahan seluas 4,6 hektare di kawasan Sungkai.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses pengerjaan fisik dapat selesai sebelum pergantian tahun. Target ini menjadi acuan utama seluruh kontraktor dan pekerja di lapangan.
Raju Minropa menegaskan komitmennya agar proses kepindahan warga berjalan tepat waktu tanpa penundaan. Ia berharap seluruh warga huntara sudah menempati rumah baru pada awal tahun depan.
Pengerjaan Fisik Hunian Tetap Dilakukan Bertahap
Para pekerja membagi tahapan pembangunan hunian tetap di Balai Gadang agar pengerjaan berjalan terukur. Tahap pertama mencakup penyelesaian 39 unit rumah yang ditargetkan selesai pada bulan ini.
Pemerintah kota langsung melanjutkan pengerjaan tahap kedua sebanyak 42 unit rumah setelah tahap awal tuntas. Pihak kontraktor terus memacu pengerjaan sisa unit agar target akhir tahun tercapai.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah membantu kelancaran suplai material serta teknis pengerjaan di lapangan. Pemko Padang terus memantau perkembangan mingguan demi menjaga kualitas bangunan tetap terjaga.
Dukungan anggaran dan pengawasan ketat memastikan seluruh unit rumah siap huni sesuai jadwal. Pemerintah bertekad menyelesaikan seluruh kawasan permukiman ini tanpa mengurangi standar keselamatan fisik.
Fasilitas Rumah Tipe 36 Lengkap Dan Nyaman
Pemerintah merancang unit rumah tahan bencana ini demi menjamin kenyamanan dan keselamatan setiap keluarga. Setiap unit bangunan mengusung tipe 36 dengan ukuran denah 6 x 6 meter.
Penanggung jawab teknis proyek Kahar menjelaskan bahwa setiap rumah memiliki fasilitas dasar yang lengkap. Masing-masing unit menyediakan dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta satu ruang dapur.
Spesifikasi ruang dirancang secara cermat agar memenuhi kriteria rumah sehat dan layak huni. Pembagian tata ruang mempermudah aktivitas harian penghuni secara efektif dan efisien.
Akselerasi pengerjaan fisik ini memberikan kepastian hidup baru bagi ratusan warga terdampak bencana. Warga kini dapat menatap masa depan yang lebih stabil di permukiman yang aman.(ar)
Sumber: padangkita.com









