Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang mengambil langkah konkret untuk menembus jejaring bergengsi UNESCO Kota Kreatif Dunia pada bidang gastronomi. Komitmen tersebut ditandai dengan penuntasan dokumen pengusulan atau dossier melalui rapat pleno di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang pada Kamis (23/7/2026).
Rapat pleno ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang menggabungkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, hingga media. Seluruh pihak merampungkan finalisasi dan validasi data penting sebelum berkas tersebut resmi dikirim ke tingkat nasional.
Wali Kota Padang Fadly Amran menekankan pentingnya tahapan ini untuk menjaga akurasi seluruh dokumen proposal. Langkah tersebut memastikan berkas memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh tim penilai kementerian maupun UNESCO.
Persiapan Matang Padang Menuju Panggung Kuliner Internasional
Fadly menjelaskan bahwa pencalonan ini menjadi bentuk perluasan visi pembangunan Kota Padang ke depan. Jika sebelumnya Padang kental dengan citra seni pertunjukan, kini pemerintah memperkuat identitas daerah melalui sektor gastronomi.
Kuliner khas Minangkabau memiliki daya pikat global yang sangat kuat untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Popularitas Nasi Padang di tingkat dunia menjadi modal utama untuk mengembangkan industri kreatif berbasis kuliner.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza memaparkan tahapan panjang yang telah di lalui jajarannya. Pihaknya telah menyelesaikan Berita Acara PMK3I pada Februari 2026 dan menggelar audiensi bersama Menteri Ekonomi Kreatif RI pada Mei lalu.
Dukungan Asosiasi Strategis Perkuat Posisi Kota Padang
Guna memperkuat posisi Padang dalam seleksi nasional, Dinas Pariwisata mengantongi enam surat rekomendasi dari berbagai asosiasi strategis. Dukungan resmi tersebut mengalir dari Dewan Kuliner Indonesia, APJI, PHRI pusat dan daerah, HIPERMI, serta ICCN.
Meskipun dukungan terus mengalir, tim penyusun tetap bekerja cepat mengejar batas akhir pengumpulan dokumen. Perwakilan Tim Penyusunan Dossier Haris Satria menyebut batas akhir penyerahan berkas jatuh pada 28 Juli 2026.
Setelah proses pengumpulan berkas rampung, panitia nasional akan menggelar seleksi UCCN Tahap 1 mulai 29 Juli hingga 6 Agustus. Selanjutnya, seleksi Tahap 2 berlangsung pada 1 sampai 4 September sebelum pengumuman resmi dua wakil Indonesia pada 1 Oktober.
Tantangan Berat Seleksi Nasional Hingga Penilaian Global
Dokumen dossier Padang terbagi ke dalam empat bagian komprehensif yang menyajikan data potensi kota secara mendalam. Bagian penutup dokumen memuat deklarasi resmi Wali Kota Padang sebagai bentuk komitmen penuh pemerintah daerah.
Jika berhasil meloloskan diri di tingkat nasional, Padang akan melanjutkan perjuangan ke tahap penilaian internasional pada tahun 2027. Pemerintah daerah menyadari sepenuhnya bahwa tantangan besar telah menanti di panggung global.
Fadly Amran menyerahkan seluruh keputusan seleksi kepada tim penilai nasional dengan optimisme tinggi. Ia menegaskan kesiapan jajarannya untuk melanjutkan pekerjaan besar ini jika Padang terpilih mewakili Indonesia.(ar)









