Jakarta, Seriusnews.id– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan kemenyan sebagai bahan aktif serum dan sunscreen berbasis minyak atsiri alami. BRIN memamerkan inovasi tersebut dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
BRIN mendorong pemanfaatan tanaman asli Indonesia untuk mengurangi ketergantungan industri kosmetik terhadap bahan baku impor. Selain kemenyan, peneliti juga memanfaatkan sedap malam, cempaka, dan cendana sebagai campuran bahan aktif alami.
Periset BRIN, Cut Rizlani Kholibrina, menjelaskan teknologi tersebut sudah mencapai tahap kesiapan menuju komersialisasi. Menurutnya, kemenyan membantu regenerasi kulit serta memberi efek anti-aging, antioksidan, dan antiinflamasi.
Sedap malam membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur. Cempaka mengandung antioksidan tinggi yang mendukung regenerasi sel kulit. Sementara itu, cendana menjadi sumber antioksidan alami untuk perawatan kulit.
BRIN menetapkan kandungan minyak atsiri di bawah 2% agar produk tetap aman dan tidak memicu iritasi kulit.
Selain produk skincare, BRIN juga meracik parfum dan reed diffuser dengan aroma khas Nusantara seperti kemenyan dan kapur barus. Periset BRIN, Aswandi, menyebut produk tersebut menghadirkan aroma khas Indonesia sekaligus memberi efek aromaterapi yang membantu pengguna merasa lebih rileks dan fokus.
BRIN turut mengembangkan pasta gigi dan cairan kumur berbasis enzim laccase dari biodiversitas Indonesia. Produk oral care tersebut berfungsi sebagai antibakteri dan pemutih gigi alami sekaligus mengurangi penggunaan bahan baku impor.
Periset BRIN, Dede Heri Yuli Yanto, mengatakan Indonesia memiliki biodiversitas melimpah yang mampu mendukung produksi bahan baku oral care lokal dengan harga lebih terjangkau.(my*)









