Tetap Bisa Raih Sunnah, Ini Cara Aman Menyentuh Hajar Aswad

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hajar Aswad. (istimewa)

Hajar Aswad. (istimewa)

Jakarta, Seriusnews.id– Hajar Aswad menjadi bagian penting dalam rangkaian tawaf saat haji dan umrah. Banyak jamaah ingin menyentuh atau menciumnya karena Rasulullah SAW mencontohkannya sebagai sunnah muakkadah. Namun, padatnya jamaah sering membuat akses menuju batu suci tersebut tidak mudah.

Karena itu, jamaah perlu memahami waktu yang tepat, strategi yang aman, serta adab selama berada di sekitar Ka’bah agar dapat menjalankan sunnah tanpa mengganggu orang lain.

Keutamaan Menyentuh Hajar Aswad

Menyentuh atau mencium Hajar Aswad termasuk sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW melakukannya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Meski begitu, amalan ini bukan kewajiban dalam ibadah haji maupun umrah.

Umat Islam juga perlu memahami bahwa Hajar Aswad tidak memiliki kekuatan memberi manfaat atau mudarat. Jamaah menyentuhnya semata-mata untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Karena itu, keselamatan dan kenyamanan jamaah lain tetap harus menjadi prioritas. Memaksakan diri hingga menyakiti orang lain justru bertentangan dengan ajaran Islam.

Waktu Terbaik untuk Mendekati Hajar Aswad

Memilih waktu yang tepat dapat meningkatkan peluang menyentuh Hajar Aswad tanpa harus berdesakan.

Beberapa waktu yang biasanya lebih lengang antara lain:

  • Sepertiga malam terakhir
  • Setelah tengah malam hingga menjelang Subuh
  • Setelah salat Subuh
  • Saat jeda antara tawaf wajib dan tawaf sunnah
  • Awal musim haji atau umrah sebelum puncak kepadatan jamaah
Baca Juga :  Hati-Hati! Rezeki Lancar Bisa Jadi Tanda Istidraj

Pada waktu-waktu tersebut, arus jamaah biasanya lebih longgar sehingga jamaah bisa bergerak lebih tenang.

Strategi Aman Mendekati Hajar Aswad

Jamaah sebaiknya mengikuti arus tawaf secara perlahan dan tidak melawan arah jamaah. Bergeraklah sedikit demi sedikit menuju sisi Ka’bah hingga mendekati sudut Hajar Aswad.

Sebagian jamaah memulai pendekatan dari arah Rukun Yamani lalu mengikuti dinding Ka’bah menuju Hajar Aswad. Cara ini sering dianggap lebih aman dibanding langsung memotong kerumunan.

Saat berada di tengah keramaian:

  • Lindungi dada dan perut dengan tangan
  • Jaga keseimbangan saat berjalan
  • Hindari panik
  • Perhatikan pijakan agar tidak terjatuh

Jika situasi terlalu padat, sebaiknya urungkan niat mendekat dan utamakan keselamatan.

Adab Saat Berusaha Menyentuh Hajar Aswad

Islam melarang umatnya menyakiti sesama Muslim demi menjalankan sunnah. Karena itu, jamaah tidak boleh:

  • Mendorong orang lain
  • Menarik jamaah lain
  • Berteriak atau memaksa jalan
  • Menggunakan jasa joki untuk membuka jalan

Bagi perempuan, menyentuh Hajar Aswad tetap diperbolehkan selama situasi aman dan tidak bercampur secara berlebihan dengan jamaah laki-laki. Jika kondisi terlalu padat, perempuan dianjurkan cukup berisyarat dari jauh.

Alternatif Jika Tidak Bisa Menyentuh Langsung

Jika jamaah tidak berhasil menyentuh atau mencium Hajar Aswad secara langsung, mereka tetap bisa menjalankan sunnah dengan cara lain.

Baca Juga :  Salat Rajin Belum Tentu Diterima, Ini 10 Golongan yang Perlu Introspeksi

Beberapa alternatif yang dianjurkan antara lain:

  • Menyentuh Hajar Aswad lalu mencium tangan sendiri
  • Menyentuhnya menggunakan tongkat atau benda lain lalu mencium benda tersebut
  • Berisyarat dari jauh sambil mengucapkan “Allahu Akbar”

Cara terakhir atau istilam menjadi pilihan paling umum saat kondisi sangat ramai.

Persiapan Fisik dan Mental

Jamaah perlu menjaga kondisi tubuh sebelum mencoba mendekati Hajar Aswad. Kerumunan di sekitar Ka’bah bisa sangat padat dan melelahkan.

Karena itu:

  • Gunakan pakaian yang nyaman
  • Hindari membawa barang berlebihan
  • Simpan barang berharga dengan aman
  • Perbanyak doa dan dzikir
  • Tetap tenang selama berada di keramaian

Jamaah lanjut usia atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu juga sebaiknya tidak memaksakan diri.

Pertanyaan Umum

Apakah menyentuh Hajar Aswad wajib?
Tidak. Menyentuh atau mencium Hajar Aswad hanya sunnah muakkadah dan bukan syarat sah haji atau umrah.

Kapan waktu terbaik untuk mencobanya?
Dini hari, menjelang Subuh, atau setelah salat Subuh biasanya menjadi waktu yang lebih lengang.

Apa yang dilakukan jika tidak bisa menyentuh langsung?
Jamaah cukup berisyarat ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan “Allahu Akbar”. (my*)

Berita Terkait

Dukungan Perantau Gebu Minang Jawa Barat untuk Program Smart Surau Padang
Andre Rosiade Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Masjid Raudhatul Ulum Padang
Pemprov Sumbar Siapkan Palestina Run dan Konser Amal HUT ke-81
UPZ BAZNAS Semen Padang Salurkan Kaki Palsu Rahma
Pemko Padang Perkuat Program Smart Surau Momentum Peringatan Maulid Nabi
Sumbar Juara Umum MTQ Nasional Korpri VIII Tiga Kali Berturut-Turut
Pemko Padang Kukuhkan Mufti Ulama Nagari Bungus Perkuat Smart Surau
Wali Kota Padang Fadly Amran Ajak Warga Sinergi Pembangunan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:07 WIB

Dukungan Perantau Gebu Minang Jawa Barat untuk Program Smart Surau Padang

Rabu, 9 September 2026 - 15:26 WIB

Andre Rosiade Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Masjid Raudhatul Ulum Padang

Selasa, 8 September 2026 - 20:19 WIB

Pemprov Sumbar Siapkan Palestina Run dan Konser Amal HUT ke-81

Rabu, 2 September 2026 - 20:09 WIB

UPZ BAZNAS Semen Padang Salurkan Kaki Palsu Rahma

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Pemko Padang Perkuat Program Smart Surau Momentum Peringatan Maulid Nabi

Berita Terbaru

Semen Padang Hospital menggelar layanan konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan untuk menjaga kondisi fisik para wakil rakyat.(poto: padangkita.com).

Kesehatan

Semen Padang Hospital Gelar Konsultasi MCU DPRD Pesisir Selatan

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:55 WIB