Sumatera Barat, seriusnews.id – Masyarakat Sumatera Barat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap modus kejahatan digital yang mencatut nama pejabat publik. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy mengimbau warga agar tidak mudah percaya dengan pesan atau telepon misterius. Pelaku kejahatan kini menggunakan teknologi canggih untuk mengelabui dan menguras uang para korban.
Penipuan AI tiru suara Vasko Ruseimy menjadi ancaman baru yang sengaja menyasar warga yang sedang membutuhkan bantuan pemerintah. Komplotan penjahat ini bergerak secara terstruktur menggunakan berbagai dokumen dinas palsu untuk memperlancar aksinya. Mereka memadukan cara-cara lama dengan manipulasi teknologi terkini demi menjaring korban yang kurang waspada.
Modus Duplikasi Identitas Pejabat Publik Melalui WhatsApp
Pelaku bertindak nekat dengan memasang foto profil Vasko Ruseimy pada akun WhatsApp bodong. Mereka kemudian menghubungi masyarakat secara acak melalui panggilan telepon maupun pesan teks singkat. Langkah ini bertujuan untuk membangun kepercayaan awal dengan calon korban yang menjadi target operandi mereka.
Tidak berhenti di sana, penipu juga mengirimkan rekaman pesan suara (voice note) hasil rekayasa kecerdasan buatan. Rekayasa audio tersebut sengaja mereka buat agar terdengar sangat mirip dengan karakter suara asli sang Wakil Gubernur. Karakter vokal yang meyakinkan ini sering kali membuat masyarakat terkecoh dan langsung mempercayai pesan tersebut.
Vasko Ruseimy langsung memberikan respons tegas terkait beredarnya material digital palsu yang meresahkan warga ini. Ia meminta publik tidak langsung memercayai permintaan sejumlah uang yang mengatasnamakan dirinya pribadi. Wagub Sumbar ini juga meminta masyarakat segera memutus komunikasi apabila mendapati indikasi pemerasan tersebut.
Vasko Tegaskan Pengurusan Bantuan Pemerintah Gratis Total
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan tidak pernah memungut biaya apa pun dalam proses penyaluran bantuan sosial. Wagub menyatakan bahwa semua program resmi pemerintah daerah selalu berjalan tanpa uang muka ataupun biaya administrasi. Pernyataan resmi ini sekaligus membantah klaim para penipu yang kerap meminta uang pelicin kepada warga.
Masyarakat harus langsung menolak jika ada oknum yang meminta dana transfer dengan alasan apa pun. Vasko memastikan bahwa segala bentuk permintaan dana atas nama dirinya merupakan murni tindakan kriminalitas siber. Konfirmasi langsung ke instansi terkait menjadi benteng utama agar warga terhindar dari kerugian materi.
Pihak pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk selalu menerapkan proses verifikasi berlapis sebelum mengirimkan uang. Warga bisa mendatangi kantor dinas terdekat untuk memastikan kebenaran informasi program bantuan yang beredar. Langkah preventif ini terbukti efektif dalam mematahkan taktik manipulasi yang dilancarkan oleh para pelaku penipuan.
Cegah Korban Baru Dengan Menyebarkan Informasi Valid
Aksi kriminalitas ini sangat memprihatinkan karena menyasar kelompok masyarakat kelas bawah yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Pelaku memanfaatkan kepolosan warga yang sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah untuk meraup keuntungan sepihak. Kondisi psikologis korban yang sedang mendesak inilah yang menjadi celah utama bagi para penjahat.
Masyarakat yang mendapati aktivitas mencurigakan harus segera mengambil tindakan dengan melaporkannya ke aparat penegak hukum. Pengaduan yang cepat akan membantu pihak kepolisian dalam melacak sekaligus memblokir nomor telepon jaringan penipu. Peran aktif warga dalam melaporkan nomor palsu sangat membantu menekan angka kriminalitas digital.
Sinergi antarwarga menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penyebaran modus penipuan berbasis kecerdasan buatan ini. Vasko mengajak semua elemen masyarakat untuk saling mengingatkan keluarga dan tetangga terdekat di lingkungan masing-masing. Penyebaran informasi secara masif mengenai modus ini akan mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan.(ar)









