Waspada! Spatula Retak di Dapur Bisa Picu Penyakit Berbahaya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Spatula. (Dok. Freepik)

Foto: Ilustrasi Spatula. (Dok. Freepik)

Jakarta, Seriusnews.id– Banyak orang masih memakai spatula karet yang sudah retak atau usang tanpa menyadari risikonya. Padahal, alat masak tersebut bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya yang memicu keracunan makanan hingga penyakit serius.

Direktur Canadian Research Institute for Food Safety di University of Guelph, Lawrence Goodridge, mengatakan sebagian besar kasus penyakit akibat kontaminasi makanan justru terjadi di dapur rumah tangga.

Retakan kecil pada spatula dapat menjebak sisa makanan dan kelembapan. Kondisi itu membuat bakteri lebih mudah berkembang lalu mencemari makanan.

Profesor Ilmu Pangan University of Guelph, Keith Warriner, menjelaskan bakteri dapat membentuk biofilm di sela retakan spatula. Biofilm membuat bakteri lebih tahan terhadap panas maupun cairan pembersih.

Baca Juga :  Asam Urat Sering Kambuh? 5 Kebiasaan Pagi Ini Bisa Jadi Solusinya

Menurutnya, mesin pencuci piring juga tidak selalu mampu membersihkan spatula retak secara maksimal. Proses pencucian bahkan bisa melepaskan mikroplastik dan siloksan dari bahan spatula yang rusak.

Bakteri pada spatula usang dapat memicu paparan patogen seperti Escherichia coli infection dan Salmonellosis, dua penyebab umum penyakit bawaan makanan.

Para ahli menyarankan masyarakat segera mengganti spatula yang mulai retak atau rusak. Mereka juga merekomendasikan spatula silikon satu bagian tanpa sambungan karena desain tersebut mengurangi celah tempat bakteri berkembang.

Spatula silikon berkualitas dapat bertahan lebih dari lima tahun jika dirawat dengan benar. Sebaliknya, spatula dengan banyak sambungan lebih cepat rusak dan mudah menyimpan kotoran.

Baca Juga :  Sering Disamakan, Ternyata Influenza dan Pilek Beda Jauh! Ini Faktanya

Ahli juga mengingatkan agar pengguna tidak membiarkan spatula silikon terlalu lama terkena panas tinggi karena suhu ekstrem dapat mempercepat kerusakan material.

Instruktur kuliner Jim Bamboulis menilai kebersihan alat masak mencerminkan kualitas makanan yang disajikan. Ia mengibaratkan penggunaan alat masak rusak seperti melukis memakai kuas yang buruk.

Selain spatula, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan spons, lap dapur, dan talenan. Spons lembap menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang, sedangkan lap dapur sebaiknya diganti setiap hari agar tidak menyebarkan kuman.

Untuk mengurangi risiko kontaminasi silang, gunakan talenan terpisah untuk daging mentah dan bahan makanan lainnya.(my*)

Berita Terkait

Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya
Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini
Viral Seblak Disebut Picu Kanker Ovarium, Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya
Sering Dikira Maag atau GERD, Ternyata Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium
Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya
Asam Urat Sering Kambuh? 5 Kebiasaan Pagi Ini Bisa Jadi Solusinya
Mirip Flu Biasa, Tapi Bisa Mematikan! Waspadai Gejala Malaria Knowlesi
Kok Punggung Sering Nyeri di Usia 30-an? Ternyata Ini Biang Masalahnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 13:04 WIB

Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya

Senin, 25 Mei 2026 - 09:45 WIB

Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:51 WIB

Viral Seblak Disebut Picu Kanker Ovarium, Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:32 WIB

Sering Dikira Maag atau GERD, Ternyata Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:26 WIB

Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya

Berita Terbaru

Saudi Peringatkan Jamaah Haji Jangan Terpapar Matahari Langsung

Internasional

Arab Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Matahari Saat Jam Terik

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:27 WIB