Jakarta, seriusnews.id-Malam takbiran Idul Adha bukan hanya identik dengan gema takbir dan suasana perayaan. Umat Islam juga bisa menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan sunnah untuk menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah.
Para ulama menyebut malam Idul Adha sebagai waktu yang baik untuk memperbanyak ibadah dan doa. Karena itu, umat Islam bisa memanfaatkan malam takbiran dengan amalan sederhana yang sering terlupakan.
Berikut beberapa amalan sunnah malam takbiran Idul Adha beserta hikmahnya.
1. Mandi Sunnah pada Malam Idul Adha
Umat Islam dianjurkan mandi sunnah sejak malam Idul Adha sebelum berangkat shalat Id.
Ulama mazhab Syafi’i menjelaskan waktu mandi sunnah mulai sejak tengah malam hingga sebelum pelaksanaan shalat Id. Amalan ini membantu menjaga kebersihan dan menghormati hari raya.
2. Memotong Kuku dan Merapikan Diri
Umat Islam juga bisa merapikan diri dengan memotong kuku, merapikan kumis, dan membersihkan tubuh sebelum hari raya.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari fitrah.
Namun, orang yang ingin berkurban tidak boleh memotong rambut dan kuku sejak awal Dzulhijjah hingga proses penyembelihan selesai.
3. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Hari raya menjadi momen istimewa sehingga umat Islam sebaiknya memakai pakaian terbaik dan bersih saat menuju tempat shalat.
Kaum laki-laki juga bisa memakai wewangian secukupnya sebagai bentuk penghormatan terhadap hari besar Islam.
4. Memperbanyak Shalawat, Istigfar, dan Doa
Malam takbiran menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir, shalawat, istigfar, dan doa.
Banyak ulama menjelaskan malam Idul Adha termasuk waktu mustajab untuk memohon ampunan dan meminta kebaikan dunia maupun akhirat.
5. Mengumandangkan Takbir di Rumah
Umat Islam tidak hanya bertakbir di masjid atau mushalla. Mereka juga bisa menghidupkan suasana malam takbiran dengan berdzikir dan bertakbir di rumah.
Kebiasaan ini membantu menumbuhkan syiar Islam dan menghadirkan suasana religius dalam keluarga.
6. Menunda Makan hingga Setelah Shalat Id
Pada Hari Raya Idul Adha, Rasulullah SAW menunda makan hingga selesai melaksanakan shalat Id lalu menyantap daging kurban.
Umat Islam masih menjalankan sunnah ini hingga sekarang, terutama bagi yang berkurban.
7. Memperbanyak Takbir saat Menuju Tempat Shalat
Umat Islam juga bisa memperbanyak takbir selama perjalanan menuju masjid atau lapangan tempat pelaksanaan shalat Id.
Takbir menjadi bentuk pengagungan kepada Allah sekaligus sarana menyebarkan syiar Islam di tengah masyarakat.
8. Berangkat dan Pulang Lewat Jalan Berbeda
Rasulullah SAW mencontohkan kebiasaan melewati jalan berbeda saat berangkat dan pulang dari shalat Id.
Cara ini membantu memperluas syiar Islam dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
Hikmah Amalan Malam Takbiran
Berbagai amalan sunnah malam takbiran memberi banyak hikmah bagi umat Islam, antara lain:
- Mendekatkan diri kepada Allah
- Menambah pahala dan ampunan
- Menumbuhkan rasa syukur
- Menjaga kebersihan lahir dan batin
- Mempererat silaturahmi sesama Muslim
- Menghidupkan syiar Islam di lingkungan sekitar
Dengan memperbanyak ibadah dan amalan sunnah pada malam takbiran, umat Islam bisa menyambut Hari Raya Idul Adha dengan hati yang lebih tenang dan penuh keberkahan. (nr*)









