Aceh, seriusnews.id – Ledakan KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, mengakibatkan belasan orang mengalami luka bakar. Tim Badan SAR Nasional (Badan SAR Nasional (Basarnas)) langsung bergerak mengevakuasi korban dari kapal ke daratan.
Peristiwa ini terjadi saat kapal baru tiba dari Pelabuhan Balohan, Pulau Weh, Sabang, dan memicu kepanikan di area pelabuhan.
Kapten Kapal SAR KN Kresna 232, Supriadi, melaporkan ledakan keras berasal dari ruang mesin KMP Aceh Hebat 2.
Setelah ledakan terdengar, api dan asap langsung muncul dari bagian mesin kapal. Kondisi ini membuat petugas di pelabuhan segera mengambil tindakan darurat untuk mengamankan penumpang dan awak kapal.
Tim yang berada di lokasi langsung bergerak menuju kapal untuk membantu proses penyelamatan. Mereka mengevakuasi korban satu per satu dari area berbahaya menuju titik aman di pelabuhan. Petugas juga memastikan tidak ada korban yang tertinggal di dalam kapal.
14 Taruna dan 1 ABK Jadi Korban
Sekitar 14 orang taruna atau mahasiswa pelayaran yang sedang menjalani praktik di kapal mengalami luka dalam insiden ini.
Seorang anak buah kapal (ABK) juga ikut menjadi korban ledakan tersebut. Seluruh korban mengalami luka bakar dengan tingkat ringan hingga berat.
Petugas di lapangan segera memberikan pertolongan pertama sebelum membawa korban ke fasilitas kesehatan.
Tim Balai Kekarantinaan Kesehatan Banda Aceh ikut membantu penanganan awal di lokasi kejadian. Mereka memeriksa kondisi korban sebelum proses evakuasi lanjutan dilakukan.
Petugas mengangkut korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh) menggunakan berbagai kendaraan darurat.
Ambulans Puskesmas Meuraxa dan bus Trans Kutaraja membawa korban menuju rumah sakit dengan cepat. Petugas memastikan seluruh korban tiba di Instalasi Gawat Darurat untuk mendapatkan penanganan medis.
Tim medis di RSUDZA langsung menangani para korban yang mengalami luka bakar. Mereka melakukan perawatan intensif sesuai kondisi masing-masing pasien.
Hingga saat ini, para korban masih menjalani observasi dan perawatan lanjutan di rumah sakit.
Petugas pemadam kebakaran langsung naik ke kapal untuk memadamkan api yang muncul setelah ledakan. Mereka bekerja untuk mencegah api meluas ke bagian kapal lainnya. Aparat kepolisian juga mengamankan lokasi kejadian untuk mendukung proses penyelidikan.
Tim investigasi forensik kepolisian mulai mengumpulkan data di lokasi kejadian untuk mengetahui penyebab pasti ledakan.
Sementara itu, pihak terkait terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan berjalan lancar. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap sumber insiden di ruang mesin kapal tersebut.(ar)









