Kejati Sumbar Ungkap Alasan Baru Satu Tersangka dalam Kasus Korupsi Kampus III UIN Imam Bonjol

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.( poto : langgam.id )

Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.( poto : langgam.id )

Sumatera Barat, seriusnews.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Barat menjelaskan alasan penyidik baru menetapkan satu orang tersangka dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Dalam perkara satu tersangka korupsi UIN ini, penyidik menetapkan DE yang saat proyek berlangsung menjabat sebagai Bendahara UIN Imam Bonjol pada tahun 2020.

Penyidik menemukan indikasi DE menerima gratifikasi senilai Rp976 juta. Temuan itu menjadi dasar awal penyidik untuk menetapkan status tersangka dalam perkara tersebut.

Pelaksana Harian Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumbar, Budi Sastera, mengatakan dugaan pemberian gratifikasi mengarah kepada pihak perusahaan pelaksana proyek, yaitu PT PP (Persero).

Budi menjelaskan, saat proyek berjalan, sosok yang diduga memberikan gratifikasi memegang jabatan sebagai project manager di perusahaan tersebut.

Baca Juga :  Polda Sumbar Ungkap 705 Kasus Narkoba Semester I 2026, Sita 41,66 Kg Sabu dan Proses 916 Tersangka

“Pihak yang diduga dari pihak perusahaan pelaksana proyek. Namun yang bersangkutan telah meninggal dunia,” kata Budi, Rabu (17/6/2026).

Menurut Budi, kondisi itu membuat penyidik belum dapat menetapkan tersangka lain dalam perkara tersebut. Karena itu, hingga saat ini penyidik masih menetapkan satu orang sebagai tersangka.

Kejati Sumbar Buka Peluang Pengembangan Kasus

Kejati Sumbar menegaskan proses penyidikan masih berlangsung. Tim penyidik terus menelusuri data dan informasi yang berkaitan dengan proyek pembangunan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang.

Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) saat ini mengumpulkan fakta tambahan untuk memperkuat konstruksi perkara. Tim juga meneliti kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.

Budi menyebut penyidik belum menutup peluang munculnya tersangka baru. Penyidik akan menentukan langkah lanjutan berdasarkan hasil pendalaman dan alat bukti yang tersedia.

Baca Juga :  Polda Sumbar Tetapkan 3 Tersangka Kasus Fraud Bank Nagari Siberut Rp50 Miliar

Kasus ini berpusat pada dugaan penerimaan gratifikasi yang berkaitan dengan proyek pembangunan kampus. Penyidik menelusuri aliran dana serta hubungan antara pihak yang terlibat selama pelaksanaan proyek.

Penetapan DE menjadi tahap awal dalam proses penegakan hukum pada perkara tersebut. Setelah itu, penyidik melanjutkan pendalaman untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa yang terjadi.

Kejati Sumbar menegaskan setiap keputusan dalam proses hukum akan mengikuti hasil penyidikan dan fakta yang muncul selama pemeriksaan berlangsung. Langkah itu sekaligus membuka ruang bagi perkembangan perkara apabila penyidik menemukan bukti baru.

Sampai saat ini, penyidik masih melanjutkan pemeriksaan dan pendalaman. Kejati Sumbar memastikan proses hukum berjalan untuk mengungkap seluruh fakta yang(ar)

Berita Terkait

Selundupkan Emas Rp2,9 Miliar di Dubur, WNA India Diringkus
Patroli Dini Hari di Padang, Satpol PP Amankan 11 Muda-Mudi
Dugaan Penyelewengan Dana Damkar Sungai Penuh, Kuasa Hukum Desak Kejari Jerat Tersangka Lain
Sikat Tambang Emas Ilegal dan Narkoba, Polres Padang Pariaman Tegaskan Tak Pandang Bulu
Sidang Kasus Starlink Mentawai: Hakim PN Padang Vonis Pemaafan Tanpa Hukuman Penjara
KPK Siap Usut Tuntas Pungli Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
Korupsi Tata Kelola Nikel: Kejagung Tetapkan PT CNI dan Empat Pejabat Sebagai Tersangka
Pelindo Jasa Maritim Resmi Memberhentikan Silfester Matutina dari Jabatan Komisaris
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Selundupkan Emas Rp2,9 Miliar di Dubur, WNA India Diringkus

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Patroli Dini Hari di Padang, Satpol PP Amankan 11 Muda-Mudi

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Dugaan Penyelewengan Dana Damkar Sungai Penuh, Kuasa Hukum Desak Kejari Jerat Tersangka Lain

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Sikat Tambang Emas Ilegal dan Narkoba, Polres Padang Pariaman Tegaskan Tak Pandang Bulu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Sidang Kasus Starlink Mentawai: Hakim PN Padang Vonis Pemaafan Tanpa Hukuman Penjara

Berita Terbaru

Petani mengoperasikan mesin penanam padi modern di lahan sawah dengan bantuan drone penyemprot udara.(poto: AI).

Ekonomi

5 Cara Tanam Padi Modern yang Bikin Panen Berlipat

Kamis, 29 Okt 2026 - 17:09 WIB

Jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Barat terus menggeber Operasi Patuh Singgalang 2026 di seluruh wilayah hukum Sumbar.(poto: padangkita.com).

Regional

Operasi Patuh Singgalang 2026: Polisi Gencarkan Tilang ETLE

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:58 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin langsung upacara penutupan latihan fisik dan mental tersebut di kawasan Taman Hutan Raya Bung Hatta, Rabu (28/10/2026).(poto: padangkita.com).

Pendidikan

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa, Dorong Dubalang Kampus

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:54 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut langsung komitmen ekspansi ini di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (28/10/2026).(poto: padangkita.com).

Regional

Taksi Listrik Green SM Masuk Padang, Serap 500 Tenaga Kerja

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:50 WIB