Kurban Bukan Ajang Gengsi, Ini Makna Sesungguhnya dalam Islam

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi hewan kurban

ilustrasi hewan kurban

Jakarta, seriusnews.id-Idul Adha sering menghadirkan dilema bagi sebagian orang. Banyak umat Muslim ingin mempersembahkan hewan kurban terbaik sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Namun, kondisi ekonomi terkadang membuat keinginan itu terasa berat.

Islam mengajarkan umatnya untuk memberikan yang terbaik dalam beribadah, termasuk saat berkurban. Meski begitu, Islam juga melarang umatnya memaksakan diri hingga melampaui kemampuan.

Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Hajj ayat 37 bahwa yang sampai kepada-Nya bukan daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan hamba-Nya.

Karena itu, para sahabat dan generasi salaf selalu berusaha memilih hewan kurban terbaik. Mereka memandang kurban sebagai persembahan mulia kepada Allah.

Imam Malik meriwayatkan nasihat dari Hisyam bin Urwah kepada anak-anaknya agar tidak memberikan hewan kurban yang kualitasnya memalukan jika diberikan kepada manusia mulia.

Menurut mereka, Allah adalah Dzat Yang Maha Mulia dan paling berhak menerima persembahan terbaik dari hamba-Nya.

Semangat itu juga terlihat dari kisah Abdullah bin Umar RA. Suatu hari, ia merasa kagum terhadap untanya sendiri. Setelah itu, ia langsung menjadikan unta tersebut sebagai hewan kurban di jalan Allah.

Baca Juga :  Ingin Punya Anak Saleh? Ini Kunci yang Sering Dilupakan Orang Tua

Kisah lain datang dari Jabir bin Zaid, seorang ulama tabi’in. Ia dikenal tidak pernah menawar harga untuk tiga perkara, yaitu biaya haji, memerdekakan budak, dan membeli hewan kurban.

Ia menilai ibadah yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah tidak pantas dilakukan dengan sikap terlalu perhitungan.

Islam Tidak Mengajarkan Memaksakan Diri

Meski mendorong kualitas terbaik, Islam tetap memberi kemudahan bagi umatnya. Seseorang tidak wajib memaksakan diri berkurban jika kondisi ekonomi belum memungkinkan.

Imam Asy-Sya’bi pernah mengatakan bahwa meninggalkan kurban saat mampu lebih ia sukai daripada memaksakan kurban ketika kondisi sedang sempit.

Pesan itu mengingatkan bahwa Islam tidak membebani seseorang di luar kesanggupannya.

Kurban memang termasuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Namun, menjaga kebutuhan keluarga dan menghindari utang berlebihan juga menjadi bagian penting dalam ajaran Islam.

Baca Juga :  Jangan Lewatkan! 8 Amalan Sunnah Malam Takbiran Idul Adha dan Hikmah Besarnya

Ada pula kisah tentang pasangan suami istri miskin yang hanya memiliki seekor domba. Saat kedatangan tamu, mereka memilih menyembelih domba tersebut untuk menjamu tamunya meski itu satu-satunya harta yang mereka miliki.

Setelah itu, Allah mengganti domba mereka dengan yang lebih baik. Kisah tersebut menunjukkan bahwa Allah melihat ketulusan hati dan pengorbanan hamba-Nya.

Karena itu, menyiapkan kurban terbaik tidak selalu berarti membeli hewan paling mahal. Yang paling penting ialah ketulusan niat, keikhlasan, dan kemampuan masing-masing.

Bagi yang mampu, Islam mendorong untuk memilih hewan kurban terbaik dengan hati lapang. Namun, bagi yang belum mampu, tidak perlu merasa rendah diri atau memaksakan keadaan.

Pada akhirnya, nilai kurban tidak terletak pada besar kecilnya hewan, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasan yang hadir di dalam hati. (nr*)

Berita Terkait

Jangan Lewatkan! Ini 10 Keutamaan Besar Hari Arafah yang Penuh Berkah
Mengikuti Teladan Nabi Nuh, Pengusaha AS Ini Bangun Bisnis Rp208 Triliun dari Nol
Jadwal Puasa Arafah–Tarwiyah 2026 Terbit, Ini Ketentuan bagi yang Masih Punya Utang Puasa
Jangan Asal Kasih Makan! Ini Aturan Pakan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026
Amal Terasa Sia-Sia? Bisa Jadi Anda Masih Melakukan 8 Kesalahan Niat Ini
Jangan Lewatkan! 8 Amalan Sunnah Malam Takbiran Idul Adha dan Hikmah Besarnya
Salat Rajin Belum Tentu Diterima, Ini 10 Golongan yang Perlu Introspeksi
Saat Suami Menganggur, Bolehkah Istri Menjadi Tulang Punggung Keluarga? Ini Penjelasan Islam
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:37 WIB

Jangan Lewatkan! Ini 10 Keutamaan Besar Hari Arafah yang Penuh Berkah

Senin, 25 Mei 2026 - 15:43 WIB

Mengikuti Teladan Nabi Nuh, Pengusaha AS Ini Bangun Bisnis Rp208 Triliun dari Nol

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:24 WIB

Jadwal Puasa Arafah–Tarwiyah 2026 Terbit, Ini Ketentuan bagi yang Masih Punya Utang Puasa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:32 WIB

Jangan Asal Kasih Makan! Ini Aturan Pakan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:30 WIB

Amal Terasa Sia-Sia? Bisa Jadi Anda Masih Melakukan 8 Kesalahan Niat Ini

Berita Terbaru

Saudi Peringatkan Jamaah Haji Jangan Terpapar Matahari Langsung

Internasional

Arab Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Matahari Saat Jam Terik

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:27 WIB