Komisi IV DPRD Sumbar Gandeng Publik Bedah Ranperda Lingkungan Hidup

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi IV DPRD Sumbar menggelar FGD bersama akademisi dan aktivis untuk membedah draf Ranperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.( poto : koranpadang.com)

Komisi IV DPRD Sumbar menggelar FGD bersama akademisi dan aktivis untuk membedah draf Ranperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.( poto : koranpadang.com)

Sumatera Barat, seriusnews.id – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat menggandeng akademisi hingga organisasi masyarakat sipil untuk ikut membedah draf hukum secara terbuka. Langkah strategis ini bertujuan melahirkan regulasi lingkungan yang tajam, partisipatif, serta implementatif di lapangan. Pembahasan awal ini sengaja melibatkan banyak pihak agar draf Ranperda Lingkungan Hidup Sumbar ini memuat aspirasi publik secara luas.

Upaya penghimpunan kritik dan masukan mendasar tersebut berlangsung melalui agenda Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat II Gedung DPRD Sumbar, Senin lalu (6/7). Diskusi terfokus ini menyasar penyempurnaan Naskah Akademik (NA) serta draf produk hukum terkait. Seluruh peserta rapat membedah setiap klausul pasal demi melahirkan regulasi yang ideal.

Selain tim perumus dewan, forum ini membuka pintu lebar-lebar bagi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan utusan pemerintah kabupaten/kota. Perwakilan perguruan tinggi, jurnalis, hingga aktivis lingkungan hidup juga hadir menyampaikan pandangan kritis mereka. Kehadiran lintas sektor ini membuat suasana diskusi berjalan dinamis sejak awal acara.

Regulasi Baru Siap Jawab Tantangan Lapangan

Pelibatan aktif seluruh unsur masyarakat ini memiliki nilai penting agar aturan yang lahir mampu menjawab tantangan riil di lapangan. Kondisi pengelolaan lingkungan saat ini membutuhkan instrumen hukum yang kuat dan aplikatif untuk mengatasi berbagai masalah ekologi. Keterlibatan publik memastikan aturan ini tidak berjarak dengan realitas sosial masyarakat.

Baca Juga :  Dua Warga Padang Tertipu Distributor Barang, Korban Alami Kerugian Puluhan Juta

DPRD Sumbar memproyeksikan aturan ini dapat mengendalikan pencemaran yang mengancam ekosistem di berbagai wilayah operasional usaha. Selain itu, regulasi tersebut juga menjadi instrumen penting untuk mencegah kerusakan hutan yang semakin mengkhawatirkan. Pemerintah daerah nantinya memiliki landasan hukum tegas untuk meredam konflik ruang kelola alam yang kian rumit di ranah Minang.

Penyusunan aturan ini juga menjadi respons nyata atas tingginya dinamika pemanfaatan ruang kelola alam di Sumatra Barat. Konflik kepentingan di sektor agraria dan kehutanan sering kali mencuat akibat tiadanya aturan yang komprehensif. Oleh karena itu, draf peraturan daerah ini hadir untuk memberikan kejelasan ruang hidup bagi semua pihak.

Komisi Empat Tuntut Investasi Berwawasan Lingkungan

“Melalui pembahasan yang terbuka ini, kami ingin menghimpun rekomendasi kuat dari lintas sektor. Kita membutuhkan regulasi yang tidak hanya indah di atas kertas, tetapi juga implementatif, memberikan kepastian hukum yang tegas, serta menjamin kelestarian sumber daya alam Sumatera Barat,” tulis pernyataan resmi Komisi IV DPRD Sumbar usai forum tersebut.

Komisi IV DPRD Sumbar berkomitmen menjadikan regulasi ini sebagai garansi kelestarian sumber daya alam di ranah Minang untuk jangka panjang. Melalui aturan baru tersebut, aparat penegak hukum memiliki taji yang lebih kuat untuk menindak para perusak lingkungan. Aspek sanksi dan penegakan hukum mendapat porsi perhatian yang sangat besar dari tim perumus.

Baca Juga :  Selundupkan Emas Rp2,9 Miliar di Dubur, WNA India Diringkus

Selain memperkuat aspek sanksi pidana maupun administrasi, peraturan daerah ini bakal menjadi landasan utama bagi para pelaku investasi. Dunia usaha yang bergerak di wilayah Sumatra Barat wajib mematuhi seluruh koridor hukum ekologis ini tanpa pengecualian. Aturan baru ini menuntut kepatuhan total demi menjaga keseimbangan ekosistem daerah.

Tim Perumus Segera Sisir Poin Krusial

Melalui aturan baru ini, korporasi dituntut menerapkan konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan secara konsisten. Pengusaha wajib menyelaraskan target keuntungan ekonomi dengan daya dukung lingkungan di sekitar wilayah operasi mereka. Aturan tegas ini melarang keras aktivitas investasi yang mengorbankan ruang hidup masyarakat lokal.

Pasca-agenda diskusi terfokus ini, tim perumus dewan berkomitmen langsung bergerak cepat untuk menyisir kembali poin-poin krusial. Mereka akan menyempurnakan struktur naskah akademik berdasarkan seluruh catatan kritis yang masuk dari tim pakar. Langkah taktis ini menjadi bukti keseriusan dewan dalam merespons masukan publik.

Upaya penyempurnaan draf hukum ini menjadi komitmen nyata demi melindungi hak ekologis bagi generasi masa depan. Komisi IV DPRD Sumbar berharap peraturan daerah ini segera rampung untuk masuk ke tahap pengesahan formal. Dengan demikian, Sumatra Barat akan memiliki benteng hukum yang kokoh untuk melindungi kelestarian alamnya.(ar)

Berita Terkait

Selundupkan Emas Rp2,9 Miliar di Dubur, WNA India Diringkus
Patroli Dini Hari di Padang, Satpol PP Amankan 11 Muda-Mudi
Dugaan Penyelewengan Dana Damkar Sungai Penuh, Kuasa Hukum Desak Kejari Jerat Tersangka Lain
Sikat Tambang Emas Ilegal dan Narkoba, Polres Padang Pariaman Tegaskan Tak Pandang Bulu
Sidang Kasus Starlink Mentawai: Hakim PN Padang Vonis Pemaafan Tanpa Hukuman Penjara
KPK Siap Usut Tuntas Pungli Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
Korupsi Tata Kelola Nikel: Kejagung Tetapkan PT CNI dan Empat Pejabat Sebagai Tersangka
Pelindo Jasa Maritim Resmi Memberhentikan Silfester Matutina dari Jabatan Komisaris
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Selundupkan Emas Rp2,9 Miliar di Dubur, WNA India Diringkus

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Patroli Dini Hari di Padang, Satpol PP Amankan 11 Muda-Mudi

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Dugaan Penyelewengan Dana Damkar Sungai Penuh, Kuasa Hukum Desak Kejari Jerat Tersangka Lain

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Sikat Tambang Emas Ilegal dan Narkoba, Polres Padang Pariaman Tegaskan Tak Pandang Bulu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Sidang Kasus Starlink Mentawai: Hakim PN Padang Vonis Pemaafan Tanpa Hukuman Penjara

Berita Terbaru

Secangkir air rebusan kulit manis hangat beralas tatakan kayu, disajikan bersama batang kayu manis, bubuk rempah, dan madu di meja dapur.

Kesehatan

Rahasia Manfaat Kulit Manis untuk Gula Darah dan Diet Sehat

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:36 WIB

Deretan rempah herbal alami seperti kunyit, jahe, bawang putih, dan daun salam yang ampuh menurunkan kolesterol.

Kesehatan

5 Herbal Penurun Kolesterol Alami yang Terbukti Manjur

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:30 WIB

Seduhan kunyit hangat, madu alami, dan lidah buaya yang ampuh meredakan gejala asam lambung serta maag.

Kesehatan

5 Obat Herbal Asam Lambung Alami yang Redakan Maag Cepat

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:26 WIB

Ilustrasi Uji coba implementasi platform LMS Ruang Kelas Digital di hadapan siswa dan guru SMPN 17 Kota Padang.(poto: AI).

Pendidikan

SMPN 17 Padang Uji Coba Ruang Kelas Digital Diskominfo

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:21 WIB