Waspada! Hantavirus Sudah Sebar ke 9 Provinsi di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gavi

Foto: Gavi

Jakarta, Seriusnews.id– Kasus hantavirus di Indonesia terus menjadi perhatian Kementerian Kesehatan setelah ditemukan 23 kasus dalam tiga tahun terakhir. DKI Jakarta dan DIY menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. Hantavirus merupakan penyakit yang berasal dari paparan tikus yang terinfeksi virus. Penularan dapat terjadi saat seseorang menyentuh atau menghirup partikel dari urine, air liur, maupun kotoran tikus yang sudah terkontaminasi.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar populasi tikus tidak meningkat. Membersihkan area lembap, gudang, saluran air, dan tempat penyimpanan makanan juga penting untuk mengurangi risiko penyebaran virus.

Selain itu, pekerja yang sering beraktivitas di lingkungan kotor atau dekat tikus perlu memakai alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah penularan hantavirus.

Baca Juga :  Penyebab Asam Lambung Naik dan Cara Mencegahnya dengan Pola Makan Sehat

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan setelah kontak dengan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi.

Kementerian Kesehatan RI mencatat 23 kasus hantavirus jenis Seoul virus dalam tiga tahun terakhir. Dari total kasus tersebut, tiga pasien meninggal dunia dengan angka kematian mencapai 13 persen.

Pada 2026, pemerintah menemukan tambahan lima kasus baru. Sementara pasien lainnya sudah dinyatakan sembuh.

Kasus hantavirus tersebar di sembilan provinsi. DKI Jakarta dan DIY menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.

Berikut sebarannya:

  • Sumatera Barat: 1 kasus
  • Banten: 1 kasus
  • DKI Jakarta: 6 kasus
  • Jawa Barat: 5 kasus
  • Jawa Timur: 1 kasus
  • DIY: 6 kasus
  • NTT: 1 kasus
  • Kalimantan Barat: 1 kasus
  • Sulawesi Utara: 1 kasus
Baca Juga :  Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menjelaskan beberapa kelompok pekerjaan memiliki risiko lebih tinggi tertular hantavirus. Mereka antara lain petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, pembersih selokan, hingga petugas laboratorium yang sering bersentuhan dengan tikus.

Virus dapat menyebar melalui gigitan tikus, air liur, urine, kotoran, hingga debu yang terkontaminasi.

Meski begitu, Kemenkes menegaskan belum menemukan kasus penularan hantavirus antar manusia di Indonesia. Kasus penularan antarmanusia sebelumnya dilaporkan terjadi pada jenis Andes virus di kapal pesiar MV Hondius. (my*)

Berita Terkait

Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya
Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini
Viral Seblak Disebut Picu Kanker Ovarium, Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya
Sering Dikira Maag atau GERD, Ternyata Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium
Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya
Asam Urat Sering Kambuh? 5 Kebiasaan Pagi Ini Bisa Jadi Solusinya
Mirip Flu Biasa, Tapi Bisa Mematikan! Waspadai Gejala Malaria Knowlesi
Kok Punggung Sering Nyeri di Usia 30-an? Ternyata Ini Biang Masalahnya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 13:04 WIB

Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya

Senin, 25 Mei 2026 - 09:45 WIB

Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:51 WIB

Viral Seblak Disebut Picu Kanker Ovarium, Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:32 WIB

Sering Dikira Maag atau GERD, Ternyata Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:26 WIB

Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya

Berita Terbaru

Saudi Peringatkan Jamaah Haji Jangan Terpapar Matahari Langsung

Internasional

Arab Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Matahari Saat Jam Terik

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:27 WIB