Sakit Kepala di Tengkuk Tak Selalu Karena Capek, Ini 6 Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sakit kepala belakang.

Ilustrasi sakit kepala belakang.

Jakarta, seriusnews.id-Sakit kepala tidak selalu muncul di bagian depan kepala. Sebagian orang merasakan nyeri di area belakang kepala atau tengkuk. Meski sering dianggap ringan, keluhan ini bisa muncul akibat berbagai kondisi, mulai dari ketegangan otot hingga gangguan kesehatan yang lebih serius.

Dokter spesialis neurologi dan gangguan gerak, Dr. Hema Krishna P, menjelaskan bahwa berbagai faktor dapat memicu nyeri di bagian belakang kepala dan leher. Karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya agar dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.

1. Ketegangan Otot karena Terlalu Lama Duduk

Terlalu lama duduk di depan komputer atau sering menunduk saat menggunakan ponsel dapat membuat otot leher dan pundak menegang. Ketegangan ini kemudian memicu rasa nyeri yang menjalar ke bagian belakang kepala.

Selain sakit kepala, kondisi ini sering menimbulkan leher kaku dan pundak pegal. Keluhan biasanya muncul secara bertahap dan terasa seperti tekanan di area kepala.

2. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang atau tension headache menjadi salah satu jenis sakit kepala yang paling sering terjadi. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri tumpul dan tekanan di kedua sisi kepala, termasuk bagian belakang kepala dan leher.

Baca Juga :  Kok Punggung Sering Nyeri di Usia 30-an? Ternyata Ini Biang Masalahnya

Stres, kelelahan, kurang tidur, serta terlalu lama bekerja tanpa istirahat sering memicu keluhan ini. Meskipun tidak terlalu berat, sakit kepala tegang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika muncul berulang kali.

3. Migrain

Migrain tidak selalu menyerang satu sisi kepala bagian depan. Pada beberapa orang, nyeri migrain juga dapat menjalar hingga belakang kepala dan leher.

Berbeda dengan sakit kepala tegang, migrain biasanya menimbulkan sensasi berdenyut dengan intensitas sedang hingga berat. Selain itu, penderita sering mengalami mual, sensitif terhadap cahaya, dan tidak tahan terhadap suara bising.

4. Postur Tubuh yang Buruk

Postur tubuh yang salah saat duduk atau berdiri dapat meningkatkan ketegangan pada otot leher dan punggung atas. Akibatnya, rasa nyeri dapat muncul di area tengkuk dan belakang kepala.

Karena itu, menjaga posisi tubuh tetap tegak saat bekerja maupun beraktivitas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko sakit kepala berulang.

5. Gangguan Tulang Belakang Leher

Beberapa masalah pada tulang belakang leher, seperti saraf terjepit, radang sendi, atau hernia diskus, juga dapat memicu sakit kepala di bagian belakang.

Baca Juga :  Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya

Selain nyeri kepala, kondisi ini sering menimbulkan nyeri leher, kesemutan, hingga keterbatasan gerak. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

6. Tanda Kondisi Serius

Dalam kasus tertentu, sakit kepala di tengkuk dapat menjadi tanda kondisi serius seperti stroke. Biasanya, nyeri muncul secara mendadak, terasa sangat hebat, dan disertai gejala lain seperti wajah menurun sebelah, bicara pelo, gangguan penglihatan, atau kelemahan pada anggota tubuh.

Jika mengalami gejala tersebut, segera cari pertolongan medis agar mendapatkan penanganan secepat mungkin.

Cara Mengurangi Sakit Kepala di Tengkuk

Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi frekuensi sakit kepala belakang. Rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan cairan, mengelola stres, dan beristirahat cukup dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Selain itu, terapi fisik juga dapat membantu memperbaiki postur tubuh, mengurangi ketegangan otot, dan meningkatkan fleksibilitas leher. Jika sakit kepala terus muncul atau semakin berat, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. (nr*)

Berita Terkait

Pemko Pariaman Luncurkan Layanan Antar Jemput Gratis untuk Pasien Rujukan RSUD dr Sadikin
Sumbar Siapkan Ratusan Faskes Guna Deteksi Dini Kanker
Gubernur Mahyeldi Desak Percepatan Deteksi Dini Kanker Sumbar Melalui Kolaborasi Lintas Sektor
Gubernur Mahyeldi Ajak Jadikan Budaya Bersih Gaya Hidup
Guru Besar ITB: Keamanan Galon Polikarbonat Bebas Risiko Kanker
Deteksi Kasus Rendah, Pemko Padang Gencarkan Pelacakan Massal Penyakit TB di Kuranji
Pemko Padang Siapkan 700 Dosis Vaksin PMK Gratis untuk Lindungi Ternak Warga
Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri, Guru Besar Unand Beberkan Lima Penyebab Utamanya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:00 WIB

Pemko Pariaman Luncurkan Layanan Antar Jemput Gratis untuk Pasien Rujukan RSUD dr Sadikin

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:00 WIB

Sumbar Siapkan Ratusan Faskes Guna Deteksi Dini Kanker

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:00 WIB

Gubernur Mahyeldi Desak Percepatan Deteksi Dini Kanker Sumbar Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:00 WIB

Gubernur Mahyeldi Ajak Jadikan Budaya Bersih Gaya Hidup

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:00 WIB

Guru Besar ITB: Keamanan Galon Polikarbonat Bebas Risiko Kanker

Berita Terbaru

Manager PLN ULP Lubuk Sikaping, Irwan Ardianto, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, Yudesri, menggelar diskusi resmi di Kantor Bupati Pasaman pada Rabu (15/7) lalu.(poto: radarsumbar.com)

Uncategorized

PLN dan Pemkab Pasaman Perkuat Sinergi Infrastruktur Kelistrikan

Rabu, 22 Jul 2026 - 17:00 WIB