Jakarta, seriusnews.id-Sakit kepala tidak selalu muncul di bagian depan kepala. Sebagian orang merasakan nyeri di area belakang kepala atau tengkuk. Meski sering dianggap ringan, keluhan ini bisa muncul akibat berbagai kondisi, mulai dari ketegangan otot hingga gangguan kesehatan yang lebih serius.
Dokter spesialis neurologi dan gangguan gerak, Dr. Hema Krishna P, menjelaskan bahwa berbagai faktor dapat memicu nyeri di bagian belakang kepala dan leher. Karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya agar dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.
1. Ketegangan Otot karena Terlalu Lama Duduk
Terlalu lama duduk di depan komputer atau sering menunduk saat menggunakan ponsel dapat membuat otot leher dan pundak menegang. Ketegangan ini kemudian memicu rasa nyeri yang menjalar ke bagian belakang kepala.
Selain sakit kepala, kondisi ini sering menimbulkan leher kaku dan pundak pegal. Keluhan biasanya muncul secara bertahap dan terasa seperti tekanan di area kepala.
2. Sakit Kepala Tegang
Sakit kepala tegang atau tension headache menjadi salah satu jenis sakit kepala yang paling sering terjadi. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri tumpul dan tekanan di kedua sisi kepala, termasuk bagian belakang kepala dan leher.
Stres, kelelahan, kurang tidur, serta terlalu lama bekerja tanpa istirahat sering memicu keluhan ini. Meskipun tidak terlalu berat, sakit kepala tegang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika muncul berulang kali.
3. Migrain
Migrain tidak selalu menyerang satu sisi kepala bagian depan. Pada beberapa orang, nyeri migrain juga dapat menjalar hingga belakang kepala dan leher.
Berbeda dengan sakit kepala tegang, migrain biasanya menimbulkan sensasi berdenyut dengan intensitas sedang hingga berat. Selain itu, penderita sering mengalami mual, sensitif terhadap cahaya, dan tidak tahan terhadap suara bising.
4. Postur Tubuh yang Buruk
Postur tubuh yang salah saat duduk atau berdiri dapat meningkatkan ketegangan pada otot leher dan punggung atas. Akibatnya, rasa nyeri dapat muncul di area tengkuk dan belakang kepala.
Karena itu, menjaga posisi tubuh tetap tegak saat bekerja maupun beraktivitas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko sakit kepala berulang.
5. Gangguan Tulang Belakang Leher
Beberapa masalah pada tulang belakang leher, seperti saraf terjepit, radang sendi, atau hernia diskus, juga dapat memicu sakit kepala di bagian belakang.
Selain nyeri kepala, kondisi ini sering menimbulkan nyeri leher, kesemutan, hingga keterbatasan gerak. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
6. Tanda Kondisi Serius
Dalam kasus tertentu, sakit kepala di tengkuk dapat menjadi tanda kondisi serius seperti stroke. Biasanya, nyeri muncul secara mendadak, terasa sangat hebat, dan disertai gejala lain seperti wajah menurun sebelah, bicara pelo, gangguan penglihatan, atau kelemahan pada anggota tubuh.
Jika mengalami gejala tersebut, segera cari pertolongan medis agar mendapatkan penanganan secepat mungkin.
Cara Mengurangi Sakit Kepala di Tengkuk
Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi frekuensi sakit kepala belakang. Rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan cairan, mengelola stres, dan beristirahat cukup dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Selain itu, terapi fisik juga dapat membantu memperbaiki postur tubuh, mengurangi ketegangan otot, dan meningkatkan fleksibilitas leher. Jika sakit kepala terus muncul atau semakin berat, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. (nr*)









