Ini Cara Aman Makan Daging Kurban Tanpa Ganggu Kesehatan Jantung

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi daging kurban. (Freepik/ededchechine)

Ilustrasi daging kurban. (Freepik/ededchechine)

Jakarta, jentik.id – Idul Adha identik dengan konsumsi daging kurban seperti sapi dan kambing. Namun, masyarakat perlu mewaspadai dampak konsumsi daging tinggi lemak terhadap kesehatan jantung.

Daging merah memang mengandung protein dan nutrisi penting. Namun, bagian berlemak dan jeroan juga membawa lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko kolesterol.

Risiko Konsumsi Daging Berlebihan

Ahli kesehatan menjelaskan lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat dalam darah. Kondisi ini berpotensi memicu penyakit jantung dan stroke.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa jenis lemak dalam makanan lebih memengaruhi kolesterol dibandingkan jenis daging itu sendiri.

Baca Juga :  Telur Rebus tiap Hari, Tubuh Bisa Lebih Sehat?

Jika seseorang mengonsumsi daging berlemak secara berlebihan, risiko lain yang muncul meliputi tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, hingga penyakit kardiovaskular.

Cara Menjaga Kesehatan Saat Idul Adha

Untuk tetap sehat saat menikmati hidangan daging kurban, masyarakat perlu menerapkan pola konsumsi yang seimbang.

Pertama, batasi porsi daging merah sekitar 50–150 gram per kali makan. Pilih bagian daging rendah lemak seperti sirloin atau tenderloin, dan hindari jeroan.

Kedua, gunakan metode memasak yang lebih sehat seperti merebus, memanggang, atau mengukus. Hindari penggunaan minyak berlebihan saat menggoreng.

Baca Juga :  Hati-Hati! Gaya Hidup Ini Bisa Memicu Kista Ovarium pada Wanita

Ketiga, konsumsi lebih banyak sayur dan buah. Serat membantu menurunkan kadar kolesterol dan melancarkan pencernaan. Sayuran seperti bayam, brokoli, dan wortel sangat dianjurkan.

Keempat, lakukan aktivitas fisik secara rutin. Jalan kaki atau olahraga ringan selama 30 menit dapat membantu menjaga kebugaran tubuh.

Pentingnya Pola Hidup Seimbang

Pakar kesehatan menegaskan bahwa pola makan seimbang tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan jantung. Suplemen dapat membantu, tetapi tidak menggantikan asupan makanan bergizi.

Dengan pengaturan pola makan dan gaya hidup sehat, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan daging kurban tanpa mengabaikan kesehatan tubuh. (nr*)

Berita Terkait

Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya
Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini
Viral Seblak Disebut Picu Kanker Ovarium, Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya
Sering Dikira Maag atau GERD, Ternyata Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium
Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya
Asam Urat Sering Kambuh? 5 Kebiasaan Pagi Ini Bisa Jadi Solusinya
Mirip Flu Biasa, Tapi Bisa Mematikan! Waspadai Gejala Malaria Knowlesi
Kok Punggung Sering Nyeri di Usia 30-an? Ternyata Ini Biang Masalahnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 13:04 WIB

Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya

Senin, 25 Mei 2026 - 09:45 WIB

Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:51 WIB

Viral Seblak Disebut Picu Kanker Ovarium, Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:32 WIB

Sering Dikira Maag atau GERD, Ternyata Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:26 WIB

Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya

Berita Terbaru

Saudi Peringatkan Jamaah Haji Jangan Terpapar Matahari Langsung

Internasional

Arab Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Matahari Saat Jam Terik

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:27 WIB