Hati-Hati! Gaya Hidup Ini Bisa Memicu Kista Ovarium pada Wanita

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Carlo107)

Baca artikel detikHealth,

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Carlo107) Baca artikel detikHealth, "Bukan Makan Seblak, Dokter Sebut Justru Kebiasaan Ini yang Bisa Picu Kista Ovarium" selengkapnya https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8481810/bukan-makan-seblak-dokter-sebut-justru-kebiasaan-ini-yang-bisa-picu-kista-ovarium?utm_source=whatsapp. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Jakarta, Seriusnews.id– Kista ovarium sering muncul tanpa gejala pada tahap awal. Namun, kondisi ini bisa berkembang dan memicu nyeri hingga gangguan siklus menstruasi jika seseorang tidak segera menanganinya.

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, Firman Santoso menjelaskan bahwa perempuan umumnya memiliki dua jenis kista ovarium, yaitu kista fungsional dan disfungsional.

Menurutnya, kista fungsional muncul secara alami selama masa reproduksi. Setiap bulan, tubuh perempuan menghasilkan sel telur matang saat siklus menstruasi berlangsung. Proses tersebut dapat membentuk kista fungsional yang biasanya hilang dengan sendirinya hingga masa menopause tiba.

Baca Juga :  Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya

Sementara itu, kista disfungsional termasuk kondisi yang tidak normal dan dapat mengganggu kesehatan. Salah satu jenis yang paling sering dokter temukan ialah kista endometriosis.

Selain itu, ada juga kista dermoid yang berisi jaringan seperti rambut, gigi, atau tulang. Dokter menegaskan kondisi tersebut merupakan kelainan medis, bukan hal mistis seperti yang sering masyarakat anggap.

Jenis lain seperti mucinous cystadenoma dan serous cystadenoma juga cukup sering muncul. Beberapa kista bahkan bercampur dengan tumor jinak padat, bukan hanya cairan.

dr Firman menyebut perempuan usia 20 hingga 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami kista disfungsional. Ia menilai gaya hidup menjadi salah satu faktor utama pemicunya.

Baca Juga :  Ini Cara Aman Makan Daging Kurban Tanpa Ganggu Kesehatan Jantung

Pola makan tinggi gula dan karbohidrat, kurang protein, jarang berolahraga, serta obesitas dapat meningkatkan risiko munculnya kista ovarium tertentu.

Ia juga mengingatkan bahwa kista pada perempuan lanjut usia perlu mendapat perhatian lebih karena dapat berkaitan dengan kanker ovarium.

Untuk penanganannya, dunia medis kini menggunakan metode laparoskopi yang lebih minim sayatan. Dokter dapat mengangkat kista melalui beberapa lubang kecil di area perut sehingga proses pemulihan berlangsung lebih cepat.
(my*)

Berita Terkait

Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya
Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini
Viral Seblak Disebut Picu Kanker Ovarium, Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya
Sering Dikira Maag atau GERD, Ternyata Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium
Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya
Asam Urat Sering Kambuh? 5 Kebiasaan Pagi Ini Bisa Jadi Solusinya
Mirip Flu Biasa, Tapi Bisa Mematikan! Waspadai Gejala Malaria Knowlesi
Kok Punggung Sering Nyeri di Usia 30-an? Ternyata Ini Biang Masalahnya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 13:04 WIB

Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya

Senin, 25 Mei 2026 - 09:45 WIB

Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:51 WIB

Viral Seblak Disebut Picu Kanker Ovarium, Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:32 WIB

Sering Dikira Maag atau GERD, Ternyata Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:26 WIB

Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya

Berita Terbaru

Saudi Peringatkan Jamaah Haji Jangan Terpapar Matahari Langsung

Internasional

Arab Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Matahari Saat Jam Terik

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:27 WIB