Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Louis Hansel via Unsplash

Foto: Louis Hansel via Unsplash

JAKARTA, seriusnews.id – Alpukat dikenal sebagai buah bergizi tinggi yang mengandung lemak sehat, serat, vitamin, dan antioksidan. Kandungan ini membuat alpukat sering disebut sebagai superfood.

Buah ini membantu menjaga berat badan, mendukung kesehatan jantung, melindungi mata, melancarkan pencernaan, serta mengontrol tekanan darah. Alpukat juga mengandung antioksidan yang membantu menekan risiko peradangan dan berbagai penyakit kronis.

Serat dan lemak sehat dalam alpukat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga membantu mengontrol nafsu makan. Kandungan kalium juga menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah.

Namun, alpukat mengandung kalori cukup tinggi, sekitar 150–200 kalori per buah, sehingga konsumsi tetap perlu dibatasi.

Baca Juga :  Mau Tampil Lebih Muda? Terapkan 10 Kebiasaan Sehat Ini dari Sekarang

Manfaat Alpukat bagi Tubuh

Alpukat menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Kandungan lutein dan zeaxanthin juga melindungi kesehatan mata.

Serat dalam alpukat melancarkan pencernaan dan membantu mencegah sembelit. Antioksidannya juga melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Namun, manfaat seperti pencegahan kanker dan efek antiinflamasi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

6 Kelompok yang Perlu Membatasi Alpukat

Meski sehat, beberapa kelompok perlu membatasi konsumsi alpukat:

  1. Ibu menyusui
    Konsumsi berlebihan dapat mengganggu produksi ASI pada sebagian kasus.
  2. Penderita gangguan usus
    Alpukat dapat memicu kembung, diare, atau gangguan pencernaan pada usus sensitif.
  3. Orang dengan alergi alpukat
    Sebagian orang mengalami reaksi seperti mual, gatal, hingga sesak napas.
  4. Penderita penyakit hati
    Konsumsi berlebihan dapat membebani kerja hati pada kondisi tertentu.
  5. Pasien yang sedang minum obat
    Alpukat dapat berinteraksi dengan obat tertentu seperti antikoagulan dan OAINS sehingga memengaruhi efektivitas obat.
  6. Penderita obesitas atau diet ketat
    Kandungan kalori tinggi dapat mengganggu program penurunan berat badan jika tidak dikontrol.
Baca Juga :  Viral Seblak Disebut Picu Kanker Ovarium, Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya

Alpukat tetap menjadi buah sehat dengan banyak manfaat. Namun, setiap orang perlu menyesuaikan konsumsinya dengan kondisi tubuh agar tetap aman dan optimal. (nr*)

Berita Terkait

Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini
Viral Seblak Disebut Picu Kanker Ovarium, Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya
Sering Dikira Maag atau GERD, Ternyata Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium
Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya
Asam Urat Sering Kambuh? 5 Kebiasaan Pagi Ini Bisa Jadi Solusinya
Mirip Flu Biasa, Tapi Bisa Mematikan! Waspadai Gejala Malaria Knowlesi
Kok Punggung Sering Nyeri di Usia 30-an? Ternyata Ini Biang Masalahnya
Favorit Banyak Orang, Tapi Diam-Diam Bikin Perut Cepat Buncit
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 13:04 WIB

Alpukat Sehat, Tapi 6 Kelompok Ini Wajib Batasi Konsumsinya

Senin, 25 Mei 2026 - 09:45 WIB

Waspada! Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Picu Efek Ini

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:51 WIB

Viral Seblak Disebut Picu Kanker Ovarium, Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:32 WIB

Sering Dikira Maag atau GERD, Ternyata Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:26 WIB

Tempe vs Tahu: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh? Ini Faktanya

Berita Terbaru

Saudi Peringatkan Jamaah Haji Jangan Terpapar Matahari Langsung

Internasional

Arab Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Matahari Saat Jam Terik

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:27 WIB