Jambi, seriusnews.id-Tubuh manusia bekerja mengikuti ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur berbagai fungsi penting selama 24 jam. Sistem ini mengendalikan pola tidur, rasa lapar, metabolisme, hingga cara organ tubuh menjalankan fungsinya setiap hari.
Jam biologis tidak hanya berada di otak. Hampir seluruh sel tubuh memiliki “jam” sendiri yang saling terhubung dan bekerja mengikuti pergantian siang dan malam.
Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, Dr. Vipada Sae-Lao menjelaskan, sistem pencernaan menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sensitif terhadap ritme tersebut, termasuk bakteri baik yang hidup di dalam usus.
Menurutnya, bakteri usus dan jam biologis tubuh terus saling berkomunikasi untuk menjaga metabolisme, mengontrol berat badan, menjaga sensitivitas insulin, mendukung kesehatan jantung, hingga memperkuat sistem imun.
Namun, pola hidup modern mulai mengganggu ritme alami tubuh. Kebiasaan begadang, jadwal makan tidak teratur, hingga terlalu lama menatap layar pada malam hari dapat mengacaukan sinkronisasi jam biologis.
“Ketika jam biologis tubuh tidak sinkron, kondisi usus ikut terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan, gangguan gula darah, hingga peradangan kronis,” jelas Dr. Vipada.
Cara Menjaga Jam Biologis Tetap Seimbang
Dr. Vipada menyebut ada beberapa langkah sederhana untuk membantu menjaga keseimbangan jam biologis dan kesehatan usus.
Sarapan dengan Nutrisi Seimbang
Memulai hari dengan makanan bergizi membantu tubuh menjaga energi tetap stabil dan mendukung metabolisme. Ia menyarankan setiap waktu makan mengandung serat, protein berkualitas, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks.
Selain itu, menjaga jadwal makan tetap teratur dalam rentang delapan hingga 12 jam setiap hari juga membantu tubuh bekerja lebih optimal.
Cukupi Kebutuhan Cairan
Tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup agar sistem pencernaan bekerja dengan baik. Serat juga bekerja lebih efektif saat tubuh mendapat cairan yang cukup.
Sebaliknya, mengurangi konsumsi minuman pada malam hari membantu tubuh lebih mudah beristirahat dan menjalani proses pemulihan saat tidur.
Jaga Kualitas Tidur
Tidur bukan sekadar istirahat, tetapi bagian penting dari proses biologis tubuh. Sistem pencernaan akan memberi sinyal kepada otak apakah tubuh perlu tetap aktif atau mulai beristirahat.
Karena itu, menjaga jam tidur dan bangun yang konsisten membantu tubuh dan bakteri usus menyesuaikan ritme alami dengan lebih baik.
Dr. Vipada juga menyarankan masyarakat menghindari makanan berat, kafein, makanan tinggi lemak, dan makanan manis menjelang tidur karena sistem pencernaan juga membutuhkan waktu untuk melambat.
Kelola Stres dengan Baik
Stres tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga kesehatan usus. Menurut Dr. Vipada, bakteri usus ikut membantu tubuh mengatur respons terhadap stres.
Hormon kortisol yang muncul saat stres dapat mengganggu pergerakan usus, merusak ritme sirkadian, dan membuat sistem pencernaan lebih sensitif.
“Hubungan antara usus dan otak sangat erat, dan stres menjadi salah satu gangguan terbesar dalam hubungan tersebut,” ujar Dr. Vipada. (nr*)









